10 Kebiasaan Buruk yang Menghambat Anda Menjadi Kaya

6 minutes

Apakah uang Anda sering habis sebelum akhir bulan? Apakah Anda salah satu orang yang selalu bertanya-tanya kemana uang Anda habiskan? Atau apakah Anda sering kesulitan menabung padahal pengeluaran bulanan sudah dikurangi? Sesungguhnya, akar permasalahannya berawal dari kebiasaan yang sering Anda sepelekan. Jadi, hentikan 10 kebiasaan buruk ini dan rasakan dampak besar pada keuangan Anda

Apakah Anda pernah membeli barang baru tetapi Anda sadar tidak memerlukan barang tersebut? Kebanyakan orang mencari alasan akan kebiasaan dan tindakan mereka. Umumnya, mereka mencari pembenaran kebiasaan tersebut dari keluarga, teman, atau kolega. Tentunya, jawaban yang sering kita dengar adalah “Wajar beli ini itu kan udah kerja keras jadi harus menghargai diri sendiri” atau “Kamu cuma hidup sekali jadi nikmatin segalanya mumpung masih hidup”.

Dari jawaban tersebut mungkin dapat menenangkan hati Anda, namun ada beberapa kebiasaan yang betul-betul dapat mengacaukan keuangan pribadi Anda. Tulisan ini tidak bermaksud untuk membuat Anda bersalah tetapi hanya mengingatkan Anda risiko dan konsekuensi yang akan Anda alami apabila tetap melakukan kebiasaan buruk tersebut.

Berikut 10 kebiasaan buruk yang menyulitkan Anda menjadi kaya:

1. Sering nongkrong atau berpesta

Teman-teman Anda berencana nongkrong atau pesta di restoran atau kafe dan Anda diundang. Anda pun mengiyakan dan tanpa sadar Anda sudah menghabiskan uang untuk membeli makanan dan minuman yang mahal ketika sedang nongkrong bersama teman. Kadang juga Anda ingin menolak tetapi takut menyakiti hati teman-teman Anda. Di Indonesia juga memiliki tradisi akan sulit untuk merasa menjadi bagian dari komunitas apabila tidak aktif mengambil bagian di dalamnya.

Tentunya tidak ada yang salah dengan bersenang-senang dengan orang-orang yang Anda sayangi dan juga sebagai kesempatan untuk quality time dengan mereka. Tetapi jika Anda sering nongkrong di luar pastinya akan menghabiskan banyak uang Anda. Daripada uang Anda habis untuk nongkrong di luar, sebaiknya Anda mengajak orang-orang terdekat untuk ngobrol, nongkrong, makan-makan atau berpesta di rumah Anda saja. Sebab, hal-hal sederhana juga dapat menghangatkan kebersamaan.

2. Menunda investasi

Kebanyakan orang hanya membiarkan uangnya mengendap di tabungan dalam jangka waktu lama. Tapi tahukah Anda dapat kehilangan nilai uang Anda sekitar 1-2% setiap tahunnya? Efek ini terjadi karena inflasi dan suku bunga yang berubah-ubah setiap tahun. Nilai uang akan terus terdepresiasi (menurun) setiap tahun dan pada akhirnya Anda hanya dapat membeli sedikit.

Berangkat dari fakta tersebut, banyak ahli keuangan yang menyarankan untuk menyimpan sebagian kecil uang Anda untuk hal-hal darurat dan selebihnya digunakan untuk berinvestasi sedini mungkin dari sekarang. Saat ini banyak investor muda yang sukses padahal awalnya hanya berinvestasi dalam jumlah kecil tetapi konsisten. Apabila Anda menundanya dalam 5 atau 10 tahun, Anda dapat merasakan dampak dan perbedaan penghasilan yang diperoleh.

Adapun pilihan investasi yang dapat Anda lakukan dari sekarang, seperti saham, deposito, properti atau memberikan pinjaman dalam bentuk peer to peer lending. Setiap pilihan investasi tersebut tentunya memiliki risiko masing-masing. Namun, hasil yang bisa Anda peroleh bisa berkali-kali lipat melebihi laba tabungan. Contohnya, harga saham perusahaan ABC bernilai Rp15.000 per lembar pada lima tahun yang lalu.

Jika Anda membeli saham perusahaan ABC tersebut sebanyak 333 lembar dengan modal Rp5 juta. Kemudian, harga saham tersebut naik menjadi Rp47.800 per lembar. Nah, apabila Anda menjual saham Anda hari ini dengan harga beli Anda lima tahun lalu, maka uang Rp5 juta Anda telah bertambah sebanyak Rp.15.917.000.

Temukan Berbagai Pilihan Investasi Terbaik Di Sini

3. Makanan cepat saji (fast-food)

Makanan cepat saji juga termasuk kebiasaan buruk yang membahayakan kondisi keuangan Anda. Tidak hanya mahal tetapi juga berbahaya bagi kesehatan Anda. Sebaiknya Anda belajar memasak dan mulai menyiapkan makanan sehat untuk diri Anda.

Meskipun tidak dapat dimungkiri, salah satu alasan paling umum untuk mengonsumsi makanan cepat saji adalah kurangnya waktu. Tetapi keyakinan ini pada dasarnya salah karena menyiapkan makanan sehat tidak memerlukan waktu lama.

Misalnya, membuat salad, sandwich atau gado-gado tidak membutuhkan waktu berjam-jam. Bayangkan berapa banyak uang yang dapat Anda simpan jika memasak dan makan di rumah. Jika Anda meluangkan waktu sedikit dan berusaha menyiapkan makanan Anda sendiri, Anda akan menyadari selain sehat, memasak dan makan di rumah bisa sangat memuaskan Anda.

4. Tidak Memiliki Asuransi

Di Indonesia, masih banyak orang yang meragukan manfaat nyata dari produk asuransi. Namun, ketika Anda mengalami situasi tak terduga yang membutuhkan banyak biaya, Anda akan segera menyadari pentingnya memiliki asuransi.

Dengan memiliki asuransi, Anda dapat menghemat banyak uang, terutama jika Anda dirawat di rumah sakit atau kendaraan Anda mengalami kerusakan parah. Keputusan memiliki asuransi khususnya pada kendaraan mungkin tidak masuk akal apabila Anda hanya mengendarai mobil Anda untuk membeli makan sekali dalam seminggu.

Oleh karena itu, Anda perlu membandingkan setiap polis asuransi dan mempertimbangkan risiko yang Anda hadapi. Cara ini tentu akan memudahkan Anda untuk menilai kebijakan asuransi yang tepat dan berguna bagi kebutuhan Anda. Dengan cara ini, Anda akan mendapatkan asuransi terbaik dengan harga terbaik.

Cek Asuransi Terbaik Di Indonesia

5. Mengkonsumsi kopi dan rokok

Kebiasaan mengkonsumsi produk yang bersifat adiktif seperti kopi dan rokok memang sangat sulit untuk dihentikan. Tidak dapat dimungkiri ada orang-orang yang butuh minum kopi dan merokok untuk menenangkan pikiran dan berkonsentrasi pada kerjaan.

Bagi Anda yang tidak dapat meninggalkan kebiasaan ngopi setiap hari, lebih baik Anda menghindari membeli kopi di Starbuck atau coffee shop. Sebab membeli kopi di tempat-tempat tersebut lumayan mahal karena harganya sudah di mark-up (dinaikkan) besar-besaran. Jadi, untuk menghemat banyak uang dalam jangka waktu panjang, sebaiknya Anda memulai untuk membuat dan menyiapkan kopi Anda di rumah atau di kantor.

Adapun bagi perokok, kerugian finansial yang akan dialami jauh lebih besar daripada yang suka ngopi. Tahukah Anda bahwa perokok bisa menghabiskan uang sebanyak Rp10 juta dalam satu tahun? Di Indonesia, rata-rata harga satu bungkus rokok sekitar Rp15 ribu. Apabila Anda menghabiskan dua bungkus rokok setiap hari, maka Anda menghabiskan uang sebesar Rp30 ribu dalam satu hari. Ketika Anda rutin membeli dua bungkus rokok setiap hari, maka Anda telah menghabiskan uang sebanyak Rp900 ribu per bulan dan jika dihitung dalam satu tahun Anda akan menghabiskan sekitar Rp10 juta.

Jumlah uang yang cukup fantastis yang harus dikeluarkan hanya untuk rokok yang sebenarnya sangat berbahaya bagi tubuh. Belum lagi, Anda harus memiliki asuransi yang dapat menjamin biaya pengobatan dan rumah sakit apabila Anda jatuh sakit akibat pengaruh rokok. Selain itu, jumlah uang yang dihabiskan untuk rokok melebihi pendapatan bulanan banyak orang.

Menghentikan kebiasaan merokok bukanlah tugas yang mudah, namun tanyakan pada diri Anda apakah kebiasaan ini bermanfaat bagi diri Anda dan sampai kapan Anda ingin hidup sakit-sakitan dalam kemiskinan.

Bagi sebagian orang yang telah kecanduan kopi dan rokok tentu akan sulit berpisah dan menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, tanpa Anda sadar dengan membeli rokok Anda telah menghentikan mendanai masa depan yang lebih cerah. Jadi, setelah Anda mengetahui kerugian finansial dan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat kebiasaan buruk tersebut semoga dapat membuat Anda menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

6. Belanja secara impulsif (tiba-tiba)

Hindari berbelanja setelah jam kerja agar tidak boros. Penelitian Neurosains menunjukkan bahwa setelah jam kerja, orang-orang akan mengalami lelah mental. Kelelahan mental dapat membuat orang berbelanja secara impulsif atau tiba-tiba. Bahkan orang-orang yang disiplin mengelola keuangan dapat mengambil keputusan terburu-buru dengan berbelanja barang yang tidak dibutuhkan setelah jam kerja.

Apabila Anda salah satu orang yang sering berbelanja setelah jam kerja, sebaiknya beri diri Anda waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan barang apa yang sebenarnya Anda butuhkan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menghindari belanja secara impulsif adalah menuliskan terlebih dahulu barang-barang yang Anda ingin beli.

Kemudian cek produk yang diinginkan secara online untuk membandingkan dan menemukan harga yang murah. Dengan tidak mengikuti langsung godaan dan nafsu untuk belanja secara tiba-tiba, Anda bisa mendapatkan harga yang bagus untuk barang yang diinginkan dari hasil perbandingan dan pencarian lewat online. Anda juga dapat membandingkan pinjaman online di Financer.com.

Dapatkan Pinjaman Online Di Sini

7. Lebih memilih gym dibandingkan olahraga lainnya

Kebanyakan orang lebih memilih gym dibandingkan olahraga lainnya, seperti jogging, bersepeda, atau work-out di rumah. Sadarkah Anda kebiasaan memilih gym agar bisa berolahraga dapat membuat Anda boros. Walaupun fasilitas olahraga di gym memang lebih bagus dan berkelas tetapi yang namanya olahraga pasti mempunyai tujuan yang sama.

Dengan jogging, bersepeda atau work-out di rumah sudah membantu mengeluarkan keringat dan membakar kalori dalam tubuh Anda. Tentunya hal-hal sederhana seperti ini dapat menghemat pengeluaran dan menghindarkan Anda dari sifat boros.

8. Lebih suka dengan minuman kemasan

Saat Anda bepergian ke luar rumah seperti piknik, jalan-jalan atau olahraga mungkin membuat Anda haus dan akhirnya membuat Anda membeli minuman kemasan. Meskipun kita sering menganggap remeh harga minuman kemasan yang terbilang murah, namun hal ini tentu akan berdampak besar bagi kondisi keuangan Anda, utamanya jika Anda rutin mengkonsumsinya.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan ini. Salah satu cara menghemat adalah dengan membawa minuman dari rumah dan tidak membeli minuman kemasan. Dengan melakukan hal tersebut, Anda juga turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik. Tentunya, cara seperti ini akan menjauhkan Anda dari kebiasaan boros.

9. Hanya ingin membeli barang bermerek

Apakah Anda salah satu orang yang sering dihantui rasa cemas apabila tidak memiliki barang bermerek? Percayalah gengsi karena tidak dapat membeli atau mempunyai barang bermerek adalah salah satu kebiasaan buruk yang harus dihilangkan.

Sebab, membeli barang bermerek dapat membuat Anda menjadi boros. Kalau pun Anda ingin membeli barang karena benar-benar butuh, sebaiknya membeli barang yang memiliki kualitas bagus dan menawarkan diskon atau potongan harga yang sesuai budget Anda.

10. Kalap belanja saat ada promo

Berbagai tawaran promo dari toko atau departement store seringkali membuat Anda tergoda untuk membeli barang sebanyak-banyaknya. Padahal barang yang dibeli belum tentu dibutuhkan. Mungkin beberapa orang berpendapat bahwa membeli barang saat ada promo atau diskon adalah solusi yang bagus tetapi kebiasaan ini tidak selalu benar.

Jadi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mempertimbangkan barang-barang apa saja yang Anda butuhkan. Apabila Anda hanya ingin membeli barang karena ada diskon atau promo, maka Anda tidak perlu membeli barang yang diinginkan karena bisa saja Anda tidak akan menggunakan barang tersebut.

Selain itu, barang-barang dengan penawaran promo atau diskon biasanya memiliki kualitas rendah. Barang yang hanya digunakan dalam jangka waktu pendek mungkin tidak perlu diperhatikan kualitasnya. Tetapi jika barang tersebut akan digunakan dalam jangka waktu lama, maka perlu membeli barang dengan kualitas bagus.

Dan barang yang berkualitas bagus tentunya juga mahal. Jadi, sebaiknya Anda berpikir masak-masak apakah Anda membutuhkan barang yang lagi promo atau diskon sebelum Anda menghabiskan uang Anda.

Sebagian besar tips-tips yang dijelaskan dalam artikel ini bukanlah hal baru dan revolusioner. Meskipun hal tersebut sudah akrab bagi banyak orang, namun masih sedikit yang betul-betul bisa mengaplikasikannya. Jika Anda bersungguh-sungguh ingin kaya, maka mulailah menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dari sekarang. Anda pun akan merasakan perbedaan dan dampaknya di kemudian hari.

Klik Di Sini Untuk Membandingkan Produk Keuangan Terbaik