8 Pelajaran Berharga Seputar Uang yang Dapat Dipetik dari Film Crazy Rich Asians

Siapa yang tidak kenal dengan film Crazy Rich Asians, film Hollywood yang mana seluruh pemain filmnya adalah keturunan Asia. Film yang diangkat dari novel laris karya Kevin Kwan berhasil meraih box-office di seluruh dunia. Film bergenre komedi romantis menyoroti gaya hidup mewah dan drama keluarga Asia yang luar biasa kaya melalui kisah cinta Nick Young – putera ahli waris keluarga konglomerat di Singapura, dengan Rachel Chu, seorang wanita keturunan Cina karir yang berprofesi sebagai profesor ekonomi di New York University yang berasal dari keluarga biasa, dan suatu hari Nick Young Young mengajak Rachel Chu untuk datang menghadiri pernikahan sahabatnya di Singapura dan mengajak Rachel Chu untu bertemu keluarga dan teman-temannya.

Gaya hidup mewah yang ditampilkan dalam film Crazy Rich Asians, seperti pesawat first class, perhiasan berlian, baju rancangan desainer, rumah besar, mobil sport mewah, kapal pesiar, private island, dan sebagainya muncul di setiap adegan film tersebut. Meskipun sebagian besar dari kita mungkin tidak tahu bagaimana rasanya menjadi “Crazy Rich Asians“, tetapi ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari film tersebut untuk memberi kita motivasi menjadi the next Crazy Rich Asians.

Bagi kalian yang bercita-cita menjadi sukses dan kaya raya layaknya Nick Young dan keluarga besarnya, berikut pelajaran penting tentang uang yang Anda bisa petik dari film Crazy Rich Asians. 

1. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang dapat diandalkan

Mulai dari Ibu Nick Young yang tidak setuju dengan Rachel Chu yang digosipkan sebagai sebagai “gold digger” alias cewek matre. Rachel Chu menghadapi banyak kesulitan ketika diperkenalkan pertama kali kepada keluarga dan teman-teman Nick Young. Untungnya, Rachel Chu memiliki orang-orang yang dapat mendukungnya dan dipercayainya untuk membantunya dalam mengatasi penilaian buruk akan dirinya, dan membuktikan dirinya berharga.

Seperti halnya masalah percintaan, kerja tidak akan pernah sukses dengan hanya mengandalkan satu orang saja seperti one-man show. Itulah sebabnya memiliki jaringan yang banyak dan kuat akan sangat berguna saat Anda membutuhkan pertolongan, khususnya ketika Anda sedang berada pada di lingkungan bisnis yang baru dan asing.

Namun, dukungan dan bantuan juga harus bersifat dua arah, sama seperti Astrid (sepupu Nick Young) dan Rachel Chu yang sama-sama saling membantu saat mereka menghadapi masalah. Sebab, Anda tidak hanya harus terbuka untuk menerima bantuan dan dukungan, tetapi juga menawarkan bantuan.

2. Belajar bernegosiasi

Sebagai seorang profesor ekonomi di New York University yang mengkhususkan diri dalam teori permainan, Rachel Chu mengambil pelajaran di tempat kerjanya dan menerapkannya di dalam kehidupan pribadinya. Pada adegan yang mengesankan di ruang mahjong, Rachel Chu menghadapi ibu Nick Young dan membuktikan kepadanya bahwa dia tidak hanya pantas mendapatkan cinta Nick Young, tetapi juga rasa hormat dari seluruh anggota keluarga.

Dalam bisnis, negosiasi membutuhkan kejujuran dan kompromi, dan kuncinya adalah menemukan titik temu yang dapat disetujui oleh semua pihak. Di sinilah Rachel Chu secara hati-hati memperhitungkan langkah-langkah dan pemahamannya tentang apa yang diinginkan oleh setiap pihak untuk membantu memperkuat posisinya dan akhirnya mendapatkan apa yang diinginkannya.

3. Berbisnis adalah salah satu cara untuk menjadi kaya

Di film Crazy Rich Asians, keluarga Nick Young menjalankan berbagai jenis bisnis yang dapat menjadikan keluarganya menjadi keluarga yang paling kaya di Singapura. Keluarga Nick Young menjalankan bisnis di bidang properti di berbagai negara dan juga berinvestasi dalam berbagai bisnis. Hal ini tidak hanya terjadi pada film atau cerita fiksi, namun juga terjadi nyata pada sebagian besar orang-orang kaya di dunia, khususnya yang berasal dari kalangan entrepreneur. Di Indonesia kebanyakan orang-orang kaya berasal dari Surabaya dan mereka disebut sebagai Crazy Rich Surabayan dan latar belakang pekerjaan mereka adalah pengusaha.

Belajar dari cerita keluarga Nick Young dapat kita petik pelajaran bahwa cara paling efektif untuk menuju gerbang kesuksesan adalah dengan berbisnis. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mencoba merintis bisnis Anda dan menjadi bos untuk diri sendiri. Tidak usah takut akan modal usaha karena Anda dapat memulai bisnis dengan modal kecil. Apabila Anda membutuhkan atau menambah modal usaha, Anda dapat mengajukan pinjaman melalui Financer.com

4. Tetap rendah hati tetapi jangan meremehkan kesuksesan Anda

Selain menjadi investor yang cerdas, Astrid juga memiliki hati yang besar. Takut keberhasilannya akan membuat suaminya merasa kecil sehingga dia menyembunyikan belanjaan barang-barang mewah dari suaminya. Namun, setelah mengetahui informasi mengejutkan tentang suaminya, Astrid pun akhirnya menerima kesuksesannya dan menyadari bahwa tidak baik meremehkan prestasinya hanya untuk meningkatkan rasa harga diri orang lain.

Merayakan kesuksesan dan kerja keras yang telah dilakukan untuk mencapai kesuksesan tersebut tidak boleh diabaikan. Meskipun penting untuk tetap rendah hati, namun kita semua pasti sepakat bahwa itu hal tersebut tidak boleh mengorbankan kemampuan Anda.

5. Tetaplah menjalani hidup dengan sederhana meskipun bergelimang harta

Meskipun Nick Young lahir dari keluarga kaya raya, namun Nick Young memilih untuk menjalani hidupnya secara sederhana di New York. Dalam kehidupan sehari-hari, Nick Young tidak memakai kendaraan pribadi tetapi malah menggunakan transportasi publik, seperti taksi dan pesawat komersial untuk bepergian. Bahkan Rachel Chu sebagai kekasih Nick Young Young tidak mengetahui awalnya kalau Nick Young adalah pewaris tunggal dari keluarga paling kaya di Singapura.

Belajar dari kesederhanaan Nick Young dapat kita pelajari bahwa walaupun Anda memiliki banyak uang saat ini, bukan berarti Anda bisa berpoyah-poyah menghabiskan uang. Kebutuhan lain yang jauh lebih penting dan mendesak akan selalu ada di masa depan. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan uang dengan bijak dan jalani gaya hidup sederhana agar kondisi keuangan Anda selalu berkecukupan.

6. Uang bukanlah segalanya

Setelah menyadari bahwa Nick Young mungkin akan kehilangan cinta dalam hidupnya, Nick Young siap untuk pergi jauh meninggalkan kekayaan keluarganya hanya untuk bersama Rachel Chu. Nick Young tahu bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan kebahagiaannya adalah ketika bersama Rachel Chu, tidak dengan jumlah uang yang ada di dalam rekening banknya. Meskipun mencari nafkah adalah salah satu motivasi utama bagi sebagian besar dari kita dalam berkarir. Namun, pekerjaan yang layak dikejar tidak hanya berdasarkan gaji, tetapi juga pada passion Anda.

Apabila keputusan Anda memilih pekerjaan hanya berdasarkan uang semata, sebaiknya pertimbangkan apakah pekerjaan itu benar-benar sesuai dengan passion Anda. Sebab, uang tidak dapat menjamin kepuasan diri dan kebahagiaan Anda.

7. Harta yang berharga adalah keluarga

Keluarga Nick Young masih menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga meskipun telah bergelimang harta. Ada satu adegan di dalam film Crazy Rich Asians dimana Nick Young membawa Rachel Chu mengunjungi rumah neneknya, dan ikut berkumpul bersama keluarga besar Nick Young untuk membuat pangsit. Keluarga Nick Young memelihara dan melestarikan tradisi membuat pangsit bersama untuk mempererat hubungan keluarga mereka dari setiap generasi. Padahal dengan harta melimpah yang mereka miliki, mereka bisa membayar koki yang ahli dalam membuat pangsit tanpa harus repot membuat pangsit. Namun, keluarga Nick Young tetap melakukan tradisi tersebut demi menjaga nilai-nilai keluarga.

Tidak dapat dimungkiri, uang memang dapat membeli barang-barang yang Anda inginkan dan sukai. Namun, masih banyak hal-hal berharga di dunia ini yang tidak ternilai harganya dan tidak dapat dibeli dengan banyaknya uang yang Anda miliki. Menghabiskan waktu bersama keluarga yang dicintai adalah harta berharga yang tidak dapat Anda beli dalam bentuk uang.

8. Jangan menilai seseorang dari latar belakang keuangannya saja

Rachel Chu yang dibesarkan oleh ibunya sebagai single parent adalah seorang imigran asal Tiongkok. Walaupun begitu, Rachel Chu berhasil membuktikan bahwa latar belakangnya tidak menghalanginya untuk mengejar mimpinya dan memiliki karir cemerlang sebagai seorang profesor ekonomi di New York University. Namun, prestasi Rachel Chu masih dipandang sebelah mata oleh keluarga besar, kerabat dan kolega Nick Young. Untungnya, Rachel Chu terus menunjukkan bahwa dia pantas mendampingi Nick Young dengan tidak patah semangat dan tetap percaya diri meskipun ditentang dan dicemooh oleh Ibu dan keluarga Nick Young.

Dari cerita kegigihan Rachel Chu, hal yang harus Anda lakukan adalah percaya pada diri sendiri dan buktikan bahwa Anda memiliki banyak kelebihan. Jangan pernah menyerah, apalagi merasa lemah, hanya karena pandangan orang lain. Dan jangan langsung putus asa apabila orang-orang di sekitar tidak mendukung Anda. Jadikanlah setiap hal buruk yang Anda alami sebagai motivasi untuk terus maju dan bangkit. Perlu Anda ingat bahwa kepribadian dan perilaku yang baik tidak dapat dibeli dengan uang. Jadi, berusahalah memiliki pribadi yang baik, tetap percaya pada diri sendiri, dan buktikan kalau Anda memiliki banyak kelebihan karena bisa saja ada Nick Young di kehidupan nyata yang kepincut pada kualitas diri Anda.

Demikian pelajaran yang dapat dipetik dari film Crazy Rich Asians untuk memotivasi Anda menjadi sukses secara finansial.

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.