Bank Syariah Indonesia BSI

Bank Syariah Indonesia

  • Maret 17, 2021
  • 50 waktu baca
  • Read Icon 79 membaca

Fakta Menarik Seputar Bank Syariah Indonesia

Sobat Financer sudah tahu belum kalau Indonesia telah punya bank syariah terbesar loh. Alhamdulilah yah!

Bank ini diberi nama Bank Syariah Indonesia atau BSI dan telah beroperasi sejak 1 Februari 2021.

Dikutip dari laman Kumparan, Erick Thohir selaku Menteri BUMN berpandangan bahwa Indonesia sebaga negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia seharusnya memiliki satu bank syariah yang besar.

Namun, kenyataannya Indonesia masih tertinggal dari negara islam lainnya.

Sobat Financer pasti penasaran kan dengan Bank Syariah Indonesia? Yuk, baca fakta menarik seputar Bank Syariah Indonesia di bawah ini sampai selesai yah!

Resmi Beroperasi 1 Februari 2021

Bank syariah ini resmi beroperasi 1 Februari 2021 di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Jokowi di Istana negara.

“Kita memperkuat industri keuangan syariah dengan membangun satu bank syariah terbesar di Indonesia.

Pernyataan Presiden Jokowi dikutip dari laman CNBC Indonesia

Gabungan Dari 3 Bank Syariah BUMN

Bank Syariah Indonesia merupakan bentukan dari 3 Bank Syariah BUMN yang digabungkan menjadi 1.

Ketiga bank tersebut adalah PT Bank Mandiri Syariah Tbk (BSM), PT BNI Syariah (BNIS), dan PT BRI Syariah Tbk (BRIS).

Sejak Oktober 2020, ketiga Bank Syariah BUMN tersebut telah menandatangani Conditional Meger Agreement atau CMA untuk menggabungkan 3 bank syariah BUMN.

Tujuan pemerintah Indonesia membentuk Bank Syariah Indonesia ini aga Indonesia bisa menjadi salah satu pusat keuangan syariah di dunia.

Bank Syariah Indonesia Terdaftar dan Diawasi oleh OJK

Berdasarkan surat nomor SR-3/PB.1/2021 tentang Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRI Syariah Tbk.

Selain itu, izin perubahan nama dengan menggunakan Izin Usaha PT Bank BRI Syariah Tbk menjadi Izin Usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai Bank Hasil Penggabungan.

Pada 27 Januari 2021, Bank Syariah Indonesia akhirnya terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).  

BSI Masuk 10 Besar Bank Terbesar di Indonesia

Saat ini, Bank Syariah Indonesia berada di kategori Buku Bank 3 karena memiliki 1,200 kantor cabang dan 1,700 mesin ATM. BSI menargetkan untuk masuk dalam daftar buku bank 4 pada tahun 2022.

Modal inti Bank Syariah Indonesia sebesar Rp20,4 triliun. Jumlah aset dari gabungan 3 bank syariah BUMN senilai Rp245,7 triliun.

Dengan modal inti dan jumlah aset tersebut dapat kita lihat bahwa Bank Syariah Indonesia bisa masuk 10 besar bank terbesar di Indonesia.

Bank Syariah Indonesia menargetkan untuk menjadi bank global, yakni dengan menjadi 10 besar bank syariah dunia dari sisi kapitalisasi pasar pada tahun 2025.

Kode Saham BRIS

Bank BRI Syariah resmi menjadi entitas survivor yang menerima penggabungan bank syariah BUMN.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Syariah Indonesia memiliki kode saham BRIS, sehingga Anda bisa berinvestasi BSI di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, Bank Syariah Indonesia berkantor pusat di Jalan Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat dan tetap menggunakan kantor pusat Bank BRI Syariah.

Memiliki Rp14,9 Juta Nasabah

Setelah ke 3 Bank Syariah BUMN bergabung, Bank Syariah Indonesia memiliki Rp14,9 juta nasabah dan pelayanan perbankan tetap berjalan seperti biasanya.

Ketika mendatangi kantor cabang Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, dan Bank BRI Syariah, nasabah akan melihat banner dan logo baru Bank Syariah Indonesia di setiap kantor cabang.

Tidak Ada PHK Karyawan

Bergabungnya 3 bank pelat merah dalam satu perusahaan, ini berarti bahwa Bank Syariah Indonesia memiliki lebih dari 20.000 karyawan.

Karena modal inti dan jumlah aset yang dimiliki BSI besar, maka tidak ada PHK karyawan. Ke depannya BSI akan membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat Indonesia.

Susunan Manajemen Baru Bank Syariah Indonesia

Dilansir dari laman CNN Indonesia, Bank Syariah Indonesia memiliki susunan manajemen baru.

Dewan Komisaris Bank Syariah Indonesia

JabatanNama
Komisaris Utama dan Komisaris IndependenMulya E Siregar

KomisarisSuyanto
KomisarisMasduki Baidlowi
KomisarisImam Budi Sarjito
KomisarisSutanto
Komisaris IndependenBangun S. Kusmulyono
Komisaris IndependenM. Arief Rosyid Hasan
Komisaris IndependenKomaruddin Hidayat
Komisaris IndependenEko Suwardi

Dewan Pengawas Syariah

JabatanNama
Ketua Dewan Pengawas SyariahMohamad Hidayat
Anggota Dewan Pengawas SyariahOni Syahroni

Anggota Dewan Pengawas SyariahHasanudin
Anggota Dewan Pengawas SyariahDidin Hafidhuddin

Direksi Bank Syariah Indonesia

JabatanNama
Direktur UtamaHery Gunardi
Wakil Direktur Utama 1Ngatari
Wakil Direktur Utama 2Abdullah Firman Wibowo
Direktur Wholesale & Transaction BankingKusman Yandi

Direktur Retail BankingKokok Alun Akbar
Direktur Sales & DistributionAnton Sukarna
Direktur Information TechnologyAchmad Syafii
Direktur Risk ManagementTiwul Widyastuti
Direktur Compliance & Human CapitalTribuana Tunggadewi

Direktur Finance & StrategyAde Cahyo Nugroho

Adapun pemegang saham mayoritas di 3 bank syariah BUMN ini, antara lain:

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2%.
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar 25%.
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar 17,4%.

Jika Anda kecewa dan tidak suka pelayanan Bank Syariah Indonesia, Anda dapat melaporkannya ke OJK lewat email konsumen@ojk.go.id atau nomor telepon 157.

Selain itu, Anda juga mengadukan laporan ke Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK). Pengaduan Anda akan segera ditindaklanjuti oleh OJK dan pihak BSI langsung.

Demikian informasi lengkap seputar Bank Syariah Indonesia dari Financer.com. Semoga bermanfaat.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari kredit dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Pelajari lebih lanjut

Penulis Mentari Rahman

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
Read Icon 79 membaca

Jelajahi topik kami

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.