Hari Oeang

12 Fakta Menarik Dibalik Hari Keuangan Nasional

  • Mei 20, 2022
  • 8 waktu baca
  • Read Icon763 baca

Tanggal 30 Oktober adalah tanggal dimana pemerintah Indonesia merayakan Hari Keuangan Nasional.

Oeang Republik Indonesia (ORI) atau sekarang dikenal sebagai Uang Rupiah sebagai mata uang resmi.

Ada banyak makna yang dapat kita peroleh dari kehadiran sebuah mata uang. Mata uang sebuah negara tidak hanya bermanfaat sebagai alat transaksi yang sah.

Namun, mata uang juga berperan sebagai simbol kedaulatan suatu negara dan identitas suatu bangsa.

12 Fakta Menarik Dibalik Hari Keuangan Nasional

Dalam keseharian banyak orang, uang telah menjadi kebutuhan yang sulit dilepaskan.

Hal ini karena banyak aktivitas yang bersentuhan langsung dengan uang, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pembayaran asuransi, pembayaran pinjaman, memiliki tabungan, investasi hingga pemberian sumbangan.

Penggunaan uang dalam berbagai macam kebutuhan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara.

Di zaman globalisasi ekonomi ini, setiap negara tentunya memiliki mata uang resmi yang digunakan untuk bertransaksi sehari-hari. Ada beberapa negara yang sepakat menggunakan satu mata uang resmi saja.

Contohnya, mata uang Euro sepakat digunakan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Selain itu, ada Dolar yang digunakan Amerika Serikat sebagai mata uang resmi negaranya.

Namun, Singapura dan Australia juga menggunakan Dolar sebagai mata uangnya tetapi nilai Dolar Singapura dan Dolar Australia berbeda dengan Dolar Amerika Serikat.

Akan tetapi, ada juga negara-negara yang memiliki mata uangnya sendiri dan digunakan di dalam negeri mereka. Misalnya, Jepang menggunakan mata uang Yen sebagai alat tukar resmi berlaku di masyarakat Jepang.

Sama seperti Jepang, Indonesia juga memiliki mata uang sendiri, yakni Rupiah yang telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak 75 tahun lalu.

Namun, tahukah Anda banyak sejarah menarik dibalik mata uang Rupiah? Penasaran mau tahu apa saja fakta unik uang rupiah? Berikut ulasannya.

1. Rancangan Mata Uang Indonesia Setelah Kemerdekaan Indonesia

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia belum menetapkan mata uang sendiri karena masih berada di kondisi ekonomi yang buruk.

Saat itu, ada tiga mata uang yang beredar di Indonesia, yaitu mata uang penjajah jepang, mata uang Gulden Hindia Belanda dan mata uang De Javasche Bank, sehingga menyebabkan inflasi tinggi di Indonesia.

Semenjak itu, Pemerintah Indonesia mulai membuat rancangan mata uang Indonesia setelah kemerdekaan Indonesia.

Hal ini bukan hanya sebagai alat pembayaran dan lambang utama negara, namun juga sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas.

2. Oeang Repoeblik Indonesia Terbit Saat Ekonomi Indonesia Belum Stabil

Pada saat Pemerintah Indonesia merencanakan untuk membuat mata uang resmi Indonesia, Netherlands Indies Civil Administration (NICA) hadir dan ingin menerbitkan mata uang NICA.

Datangnya NICA membuat perekonomian tidak stabil dan inflasi tinggi. Sebab itu, Pemerintah Indonesia mempercepat produksi Oeang Repoeblik Indonesia untuk mengurangi tekanan politik dan ketidakstabilan ekonomi.

3. Pergantian Menteri Keuangan Sebanyak Enam Kali Sebelum Terbitnya Rupiah

Dr. Samsi merupakan Menteri Keuangan pertama setelah Pemerintah Indonesia mendeklarasikan merdeka.

Di masa jabatannya, Dr. Samsi fokus untuk memperoleh dan mencairkan dana untuk membiayai perjuangan Republik Indonesia. Namun, Dr. Samsi mengundurkan diri pada 26 September 1945.

ORI ditandatangani oleh AA maramis yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Tidak lama setelah itu, Sunarjo Kolopaking menggantikan A.A Maramis. Setelah itu, diganti lagi oleh Ir. Surachman Tjikroadisurjo yang dipilih kabinet Sjahrir sebagai Menteri Keuangan.

Namun, pada 2 Oktober 1946, jabatan Ir. Surachman kemudian dipegang oleh Sjafruddin Prawiranegara. Pada masanya Sjafruddin Prawiranegara, Rupiah akhirnya diterbitkan pertama kali.

4. Indonesia Menerbitkan dan Mengedarkan Oeang Republik Indonesia

 Ketika Mr. Sjafruddin Prawiranegara menjabat sebagai Menteri Keuangan, beliau mempercepat terbitnya mata uang Indonesia.

Mr. Sjafruddin Prawiranegara berpandangan dengan memiliki mata uang sendiri, Indonesia dapat menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat.

Pada 30 Oktober 1946, Indonesia akhirnya memiliki mata uang resmi pertama kali bernama Oeang Repoeblik Indonesia. Semenjak itu, mata uang lain yang beredar tidak berlaku lagi.

Saat Oeang Republik Indonesia pertama kali beredar, ada delapan (8) seri uang kertas bernominal satu sen, lima sen, sepuluh sen, setengah rupiah, satu rupiah, lima rupiah, sepuluh rupiah, dan seratus rupiah.

ORI memiliki sisi depan dan belakang yang bergambar ciri khas Indonesia, seperti wajah Presiden Soekarno, gambar pemandangan Indonesia, dan teks Undang-Undang Dasar 1945.

5. Mohammad Hatta Berpidato Menjelang Terbitnya ORI

Sehari sebelum ORI resmi diterbitkan dan diedarkan tepatnya pada tanggal 29 Oktober 1946 pukul 20.00.

Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden pertama Indonesia kala itu mengumumkan ke publik melalui siaran radio RRI bahwa ORI akan mulai berlaku pukul 00.00 keesokan harinya pada tanggal 30 Oktober 1946.

Hatta menyatakan dengan hadirnya Oeang Repoeblik Indonesia, mata uang lain yang beredar di Indonesia sudah tidak berlaku lagi.

Rakyat Indonesia tidak akan mengalami penderitaan dan kesulitan dan ORI juga merupakan tanda kemerdekaan Republik Indonesia.

Semenjak hari itu, Hari Keuangan Nasional (National Finance Day) mulai dicetuskan.

6. ORI Pertama Kali Ditandatangani oleh A.A Maramis

ORI pertama kali ditandatangani oleh A.A Maramis setelah diterbitkan pada 30 Oktober 1946.

Jadi, uang rupiah yang kita lihat sekarang hampir sama dengan ORI karena keduanya dibubuhi tanda tangan.

Tanda tangan juga menjadi bukti ORI yang beredar adalah mata uang Indonesia resmi.

7. Belanda Tidak Mengakui ORI

Pada saat itu, Belanda belum mau mengakui Indonesia sebagai negara merdeka berdaulat tidak mengakui ORI sebagai alat pembayaran yang sah digunakan di Indonesia.

Belanda yang sempat datang kembali ke Indonesia tetap menggunakan mata uangnya untuk memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.

Namun, rakyat Indonesia tidak terpengaruh dan tetap menggunakan ORI sebagai alat pembayaran.

8. ORI Berubah Menjadi Uang RIS Setelah Indonesia Diakui Kedaulatannya

Meskipun Indonesia telah merdeka selama 4 tahun, yaitu sejak tahun 1945. Namun, Indonesia baru mendapat pengakuan kedaulatannya dari Belanda pada 27 Desember 1949 melalui perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB).

Setelah itu, Indonesia pun berubah nama menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS). Untuk menyeragamkan uang di wilayah Republik Indonesia Serikat, penggunaan ORI terpaksa berhenti pada seri ORI baru.

Kemudian digantikan menjadi uang RIS yang diterbitkan dan diedarkan oleh De Javasche Bank.

9. Bank Indonesia Dibentuk Sebagai Bank Sentral di Indonesia

Pada Desember 1951, De Javasche Bank yang awalnya menerbitkan uang RIS kemudian dinasionalisasi menjadi Bank Sentral, yakni Bank Indonesia.

Awalnya penerbitan mata uang ditangani terpisah, Bank Indonesia hanya memiliki tanggung jawab untuk menerbitkan uang kertas rupiah, sedangkan uang koin menjadi tanggung jawab pemerintah.

Mulai dari masa orde baru, barulah Bank Indonesia memperoleh wewenang penuh untuk menerbitkan uang kertas dan uang koin dan mengatur regulasi peredarannya.

10. Rupiah Diterbitkan Menggantikan Uang RIS

Sampai saat ini, belum jelas kapan tepatnya Rupiah diterbitkan menggantikan uang RIS.

Namun, informasi yang beredar bahwa setelah Bank Indonesia dibentuk pertama kali, uang rupiah juga mulai dicetak oleh Bank Indonesia sebagai alat pembayaran.

Adapun nama “Rupiah” berasal dari bahasa Mongolia yang berarti perak. Beberapa sumber juga mengatakan bahwa rupiah berasal dari bahasa Sansekerta “rupya” yang memiliki arti sama.

Lantas, kenapa tulisannya bisa menjadi rupiah? Huruf “H” ditambahkan pada penulisan rupiah karena pelafalan orang Indonesia, terutama orang Jawa sering menambahkan huruf “H” di belakang kata.

11. Rupiah Anjlok di Tahun 1998 Akibat Krisis Moneter

Pada tahun 1998, krisis moneter melanda negara-negara di Asia. Krisis moneter ini awalnya dimulai di Thailand, kemudian merambah ke Indonesia dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat.

Awalnya nilai tukar rupiah berada di angka Rp2.500 per Dolar Amerika Serikat di tahun 1997, kemudian anjlok menjadi Rp17.000 per Dolar Amerika Serikat pada tahun 1998.

Pada tahun 1998, perekonomian Indonesia seketika lumpuh, bank-bank besar mengalami kredit macet dan perusahaan-perusahaan bangkrut.

Namun, kondisi ekonomi mulai pulih dan membaik setelah Soeharto mengundurkan diri sebagai Presiden.

12. Bank Indonesia Merilis Rupiah Dengan Tampilan Baru di Tahun 2016

Di tahun 2016 lalu, Bank Indonesia merilis 11 uang rupiah dengan tampilan terbaru yang terdiri atas tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang koin.

Tampilan warna uang rupiah baru ini lebih cerah daripada uang rupiah yang sebelumnya beredar.

Pecahan kertas rupiah yang terbaru juga diklaim sebagai salah satu mata uang dengan tingkat keamanan tertinggi di dunia karena telah menerapkan 3 level pengamanan untuk mencegah pemalsuan.

Hargai Rupiah Layaknya Bapak-Bapak Bangsa Memperjuangkannya

Dari paparan sejarah Hari Keuangan Nasional di atas, dapat kita lihat banyaknya fakta unik uang rupiah dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Indonesia untuk memberlakukan mata uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Setelah krisis moneter yang melanda Indonesia 20 tahun lalu perekonomian Indonesia semakin menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Hal ini juga dapat dilihat dari suksesnya Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group yang baru saja diselenggarakan di Nusa Dua Bali Oktober 2018 lalu.

Semoga dengan mengetahui fakta unik uang rupiah, kita bisa lebih menghargai mata uang rupiah, misalnya dengan menabung uang rupiah dan berinvestasi di pasar modal Indonesia untuk mengendalikan tingkat inflasi.

Jadi, mulailah hargai rupiah kita karena kalo bukan kita siapa lagi.

Apakah artikel ini membantu?

Jadilah yang pertama memberi penilaian

Country Manager Indonesia yang memiliki latar belakang di bidang fintech, digital marketing, dan kripto. Saya ingin memberikan informasi bermanfaat dan membantu pembaca kami membuat keputusan keuangan yang lebih baik.

Bagikan di
Read Icon763 baca

Jelajahi topik kami

Dengan menggunakan Financer.com Anda membuat perubahan.  Pelajari lebih lanjut

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.