Bunga Pinjaman Bank

Hore! Bunga Pinjaman Bank Turun Menjadi 4,5%

  • Februari 24, 2020
  • Tabel biasa
  • 460 membaca
Bunga Pinjaman Bank Turun 4,75%

Sobat Financer, sudah tahu belum kalau suku bunga pinjaman bank baru saja turun?

Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diselenggarakan pada 19 Maret 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga pinjaman atau dikenal sebagai BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%. Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa

Kami juga meminta kepada perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kredit. Kami berterima kasih kepada Pak Menteri BUMN telah menginstruksikan kepada bank-bank BUMN untuk segera menurunkan suku bunga kredit dan menyalurkan kredit

Perri Warjiyo – Gubernur Bank Indonesia

Penurunan bunga pinjaman bank acuan BI ini juga digunakan sebagai patokan untuk menentukan suku bunga mengambang KPR.

Suku bunga mengambang (floating rate) adalah perhitungan suku bunga KPR yang nilainya berubah apabila suku bunga BI juga berubah, baik itu turun atau naik.

Berikut 7 langkah kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasar keuangan:

  1. Mengoptimalkan kebijakan sistem pembayaran untuk mencegah penyebaran virus corona dengan menyediakan uang layak edar yang higienis, layanan kas, dan mengimbau masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transaksi pembayaran non tunai.
  2. Memperpanjang jangka waktu Repo Surat Berharga Negara (SBN) sampai 12 bulan dan menyediakan lelang setiap hari agar likuiditas rupiah menguat.
  3. Mengoptimalkan kebijakan triple intervention agar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental dan mekanisme pasar.
  4. Menambah transaksi jual beli valuta asing (valas) dengan jangka waktu 1 sampai 12 bulan dari 3 kali seminggu setiap hari.
  5. Mengoptimalkan deposito mata uang asing (valas) untuk meningkatkan pengelolaan valas di dalam negeri dan juga mendorong perbankan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) yang telah diputuskan BI untuk pasar dalam negeri.
  6. Memberikan kelonggaran GWM dalam rupiah sebesar 50 bps dan menambah pembiayaan untuk UMKM dan sektor penting lainnya yang awalnya hanya berlaku untuk pelaku usaha ekspor impor.
  7. Mempercepat berlakunya penggunaan rekening rupiah dalam negeri (Vostro) bagi investor asing agar lebih banyak kepemilikan dan penggunaan rupiah di Indonesia.

Lantas, mengapa masih banyak bank di Indonesia yang memberikan suku bunga pinjaman bank lebih dari 4,5%?

Menurut Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), banyak bank yang sedang waspada terhadap naiknya risiko debitur mengalami kredit macet karena adanya ancaman global dan domestik, seperti virus corona, perang dagang, daya beli masyarakat menurun dan lain-lain.

Meskipun begitu, seiring waktu suku bunga kredit akan turun di setiap bank apalagi dengan adanya kebijakan penurunan suku bunga dari Bank Indonesia.

Jadi, bagi sobat Financer yang butuh pinjaman untuk modal usaha, kredit mobil, KPR rumah, atau memenuhi kebutuhan lainnya, jangan lupa mengajukannya di Financer.com.

Selain gratis, Anda juga bisa mendapatkan informasi terbaru tentang keuangan untuk membantu Anda meraih kebebasan finansial. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari pinjaman dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Sumber:
https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_222220.aspx

Penulis Mentari

Investor keuangan dan pegiat organisasi kemanusiaan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial.

Bagikan di
460 membaca
Diterbitkan: Februari 24, 2020
(Terakhir Diperbarui: Juni 25, 2020)

Jelajahi topik kami