Cara Memperbaiki Skor Kredit Buruk

Di era milenial ini, banyak orang yang mengajukan pinjaman sebagai solusi untuk memenuhi gaya hidup yang terus meningkat. Tidak heran pengajuan dana untuk membeli rumah, tanah, kendaraan, dana tunai hingga kartu kredit terus meningkat setiap tahun.

Namun, tahukah Anda bahwa proses pengajuan pinjaman dapat terkendala apabila skor kredit Anda masuk dalam daftar hitam di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)? Skor kredit adalah peringkat yang diberikan kepada seseorang atas performa pinjamannya di lembaga keuangan. Skor kredit awalnya diberikan pada proses BI Checking, yakni proses penelusuran riwayat kredit yang terlihat pada Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia.

Akan tetapi, sejak 1 Januari 2018, SID berubah menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang kemudian dikelola oleh OJK. Hanya pelaksana layanannya berubah dari Bank Indonesia ke Indonesia tetapi sistem, proses dan fungsinya masih sama seperti BI Checking. Jadi, apabilla Anda memiliki rapor pinjaman yang buruk, seperti kredit macet atau tagihan kartu kredit tidak dilunasi dapat membuat Anda gagal dalam memperoleh pinjaman. Hal ini dikarenakan bank atau lembaga keuangan selalu mengecek skor kredit calon peminjam (debitur) melalui OJK di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Skor Kredit Menentukan Aplikasi Pinjaman Disetujui

Perlu diketahui bahwa memiliki skor kredit atau rapor pinjaman yang baik adalah sangat penting. Bank atau lembaga keuangan selalu melihat skor kredit calon peminjam sebagai acuan untuk menentukan pengajuan pinjaman seseorang layak disetujui atau ditolak. Selain itu, jumlah dana pinjaman, jangka waktu (tenor) pinjaman, dan suku bunga yang diberikan akan ditentukan dari performa skor kredit Anda.

Apabila rapor kredit Anda buruk, maka risiko aplikasi pengajuan pinjaman Anda kemungkinan besar akan ditolak. Sebaliknya, jika rapor kredit Anda baik, maka aplikasi pengajuan pinjaman Anda akan lebih mudah untuk disetujui di kemudian hari. Sebab itu, Anda harus mengetahui dan memperbaiki performa skor kredit Anda sebelum mengajukan pinjaman. Berikut penjelasan kategori skor kredit untuk membantu Anda memahami lebih detail.

Lima (5) Kategori Skor Kredit

Pada dasarnya, skor kredit terbagi dalam beberapa tingkat kolektibilitas nasabah. Kolektibilitas nasabah sendiri berdasarkan pada pembayaran kredit dari nasabah. Saat ini, skor kredit terbagi atas lima kategori, antara lain:

1. Kredit Lancar

Peminjam yang berada di dalam kategori ini menandakan bahwa mereka selalu membayar cicilan kredit dengan bunga tepat waktu sesuai jumlah yang telah ditentukan. Jadi, kesempatan Anda mendapatkan pinjaman lebih mudah karena risiko kredit Anda dinilai rendah.

2. Kredit dalam Pengawasan Khusus

Pada kategori pengawasan khusus ini, nasabah membayar cicilan pinjaman lebih dari 1 hari sampai 90 hari dari jadwal jatuh tempo pembayaran. Namun, pada kategori ini nasabah masih dalam zona aman meskipun telah menunjukkan sedikit risiko bagi bank atau lembaga keuangan.

3. Kredit Tidak Lancar

Di kategori ini, nasabah tidak membayar cicilan pinjamannya dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan sehingga nasabah tidak layak memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Perlu diingat bahwa nasabah akan tetap dibebankan bunga apabila terlambat membayar cicilan.

Jadi, ketika nasabah tidak membayar cicilan dengan bunga dalam kurun waktu 3 bulan, maka pihak bank atau lembaga keuangan akan menindak lanjuti masalah ini. Akan tetapi, bank atau lembaga keuangan biasanya melakukan hal ini ke nasabah yang tidak merespon baik pendekatan yang dilakukan pihak kreditur. Tentunya, hal ini akan berbahaya bagi peminjam saat mengajuan pinjaman di masa depan.

4. Kredit Diragukan

Nasabah yang terdaftar dalam kategori ini tidak membayar angsuran pinjaman selama 120 – 180 hari setelah jatuh tempo pembayaran. Dalam artian, nasabah seperti hilang atau lepas dari tanggung jawab dari membayar cicilan kredit per bulannya. Oleh karena itu, pengajuan pinjaman selanjutnya akan lumayan sulit untuk disetujui karena berisiko besar bagi bank atau lembaga keuangan.

5. Kredit Macet

 Kategori terakhir ini adalah lanjutan dari nasabah yang sebelumnya berada pada kategori kredit diragukan. Jadi, nasabah yang belum membayar cicilan kredit yang telah jatuh tempo selama lebih dari 180 hari, maka akan dimasukkan ke kategori kredit macet. Apabila Anda telah masuk ke dalam kategori ini, maka dapat dipastikan bahwa pengajuan pinjaman Anda akan sangat sulit disetujui karena Anda telah masuk ke dalam daftar hitam perbankan di Indonesia.

Dengan demikian, hanya nasabah yang masuk ke dalam kategori kredit lancar yang akan dengan mudah memperoleh pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Hal ini dikarenakan performa pinjaman dianggap baik dan risiko kredit kecil daripada empat skor kredit lainnya. Lantas, bagaimana jika terlanjur memiliki skor kredit buruk? Adakah cara memperbaikinya agar pengajuan pinjaman selanjutnya dapat disetujui? Pelajari penjelasan di bawah ini agar Anda menemukan jalan keluarnya segera.

Langkah-langkah Memperbaiki Skor Kredit

Sebelum mengajukan pinjaman selanjutnya, sebaiknya Anda mengecek dulu posisi skor kredit Anda di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apabila skor kredit Anda belum memenuhi persyaratan untuk mengajukan pinjaman, Anda harus memperbaikinya terlebih dahulu. (Pelajari cara mengetahui skor kredit di SLIK OJK).

Lakukan langkah-langkah berikut ini dengan disiplin dan bertanggung jawab.

  • Mengunjungi Kantor OJK

Anda dapat mengunjungi kantor OJK baik di pusat maupun di daerah untuk mengajukan Informasi Debitur Individual (IDI) SLIK, mulai dari hari senin sampai jumat dengan waktu operasional dari jam 09.00 – 15.00. Informasi mengenai alamat kantor-kantor OJK dapat dilihat di www.ojk.go.id

Saat ini, SLIK OJK telah berjalan di 37 kota di Indonesia dan telah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan atau layanan jasa keuangan lainnya. Akan tetapi, jika masih bingung dengan alamat kantor terdekat, Anda dapat menghubungi call centre OJK di nomor 157.

Pada saat mengunjungi kantor OJK yang terdekat dari rumah Anda, sebaiknya membawa kartu identitas lebih dari dua, seperti KTP dan SIM. Sebab, memasuki gedung perkantoran OJK biasanya pengunjung diharuskan untuk menitipkan kartu identitas sebagai jaminan.

Sementara untuk badan usaha, Anda harus membawa tanda daftar badan usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan usaha, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), KTP asli pengurus badan usaha, dan Surat Kuasa dengan materai Rp6.000.

Selain itu, permintaan IDI dapat diwakilkan oleh orang lain yang dapat dipercaya dengan memenuhi persyaratan, seperti KTP pemberi kuasa, KTP penerima kuasa, surat kuasa dengan materai Rp6.000, dan fotokopi identitas badan usaha yang terdiri dari akta pendirian badan usaha, perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus.

  • Membayar Tunggakan Pinjaman

 Salah satu solusi jangka pendek yang dapat dilakukan bagi Anda yang memiliki tunggakan pinjaman adalah melunasi semua tunggakan agar skor kredit Anda dapat berubah di bulan berikutnya. Hal ini dapat dilakukan oleh nasabah yang berada pada Kredit dalam Pengawasan Khusus.

Jadi, mulailah disiplin untuk membayar tagihan pinjaman Anda untuk memperbaiki skor kredit Anda. Lagipula, semakin lama Anda menunggak pinjaman, maka semakin banyak bunga yang akan dibebankan kepada Anda sebagai bentuk denda.

  • Melunasi Pinjaman

Apabila skor kredit Anda berada pada peringkat ke-3, yaitu Kredit Tidak Lancar, sebaiknya Anda segera melunasi utang Anda. Melunasi pinjaman dapat dilakukan dengan menegosiasikan jangka waktu pembayaran dengan pihak kreditur, seperti bank atau lembaga keuangan.

Hal ini tentunya berbeda jika skor kredit Anda berada pada peringkat ke-4 (Kredit Diragukan) atau peringkat ke-5 (Kredit Macet). Jadi, sebaiknya Anda melunasi utang Anda segera. Dengan melunasi pinjaman Anda dalam waktu 3 bulan, maka skor kredit Anda dapat naik ke peringkat 3 (Kredit Tidak Lancar).

Namun, jika melunasi pinjaman berada diluar kemampuan Anda, maka sebaiknya berkonsultasi dengan pihak bank atau lembaga keuangan agar diberikan solusi terbaik sesuai dengan keadaan keuangan Anda.

Adapun solusi yang biasa ditawarkan oleh pihak bank atau lembaga keuangan, antara lain:

  1. Membayar sebagian tunggakan pinjaman hingga berada pada kategori aman.
  2. Melunasi pinjaman dengan mendapatkan keringanan bunga dan denda.
  3. Menjual jaminan pinjaman secara sukarela ataupun melalui lelang.
  4. Memberikan restrukturisasi pinjaman.
  • Restrukturisasi Pinjaman

Tidak dapat dimungkiri bahwa ada nasabah yang tidak dapat melunasi pinjaman karena menjadi korban penipuan atau terkena musibah. Restrukturisasi pinjaman dapat diberikan untuk nasabah yang mengalami kondisi tersebut.

Apabila Anda kesulitan melunasi pinjaman Anda karena penyebab yang sebelumnya disebutkan, maka kontak petugas kredit dari bank atau lembaga tempat Anda mengambil pinjaman. Dengan melakukan restrukturisasi pinjaman, pihak kreditur dapat membuat skema pembayaran pinjaman baru yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda saat ini.

Setelah proses restrukturisasi pinjaman Anda selesai, maka Anda tinggal membayar kewajiban sesuai dengan jadwal pembayaran terbaru. Hindari menunggak pembayaran hingga Anda masuk ke kategori “Kredit dalam Pengawasan Khusus” karena prosesnya akan semakin rumit.

Namun, perlu diingat bahwa setiap bank atau lembaga keuangan memiliki kebijakan berbeda-beda sehingga solusi yang muncul untuk setiap kasus yang terjadi pasti berbeda-beda juga.

Lakukan Rumus Cicilan Agar Skor Kredit Sehat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah maksimal cicilan tidak lebih dari 30% dari penghasilan per bulan, jika Anda ingin menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Jadi, hindari memiliki cicilan lebih dari 30% karena pihak kreditur akan menganggap Anda sebagai nasabah berisiko sehingga akan memperburuk skor kredit Anda.

Pihak bank atau lembaga keuangan akan menilai Anda sebagai calon peminjam yang terpercaya dan bertanggung jawab ketika Anda fokus melunasi tunggakan pinjaman yang dimiliki sebelum mengajukan pinjaman baru.

Lantas, bagaimana cara menentukan pinjaman sehat?

Seumpama pendapatan Anda sebesar Rp5 juta per bulan. Jadi, maksimal cicilan beserta bunga yang harus dibayar per bulan adalah sebesar Rp1 juta.

Misalkan Anda membeli sebuah Iphone seharga Rp12 juta dengan jangka waktu cicilan selama 12 bulan dan bunga 2,95% per bulan, maka total cicilan bulanan yang harus Anda bayar sebesar Rp1,2 juta. Dengan contoh seperti itu, maka cicilan Anda termasuk cicilan sehat.

Beda halnya jika Anda harus membayar cicilan KPR sebesar Rp3 juta per bulan. Anda harus berpikir matang-matang untuk membeli kamera dengan skema cicilan di atas.

Skor Kredit Buruk Dapat Bersih

Selama Anda disiplin membayar utang sampai keadaan cicilan Anda sehat, maka Anda boleh bernapas dengan lega karena kesempatan Anda untuk keluar dari daftar hitam SLIK OJK akan terbuka lebar. Sebab, pihak SLIK OJK menjanjikan bahwa rapor pinjaman yang buruk dapat terhapus secara otomatis setelah 24 bulan tunggakan pinjaman yang tercatat lunas.

Jadi, prosedurnya seperti ini. Setelah Anda melunasi tunggakan utang ke pihak kreditur baik itu bank maupun lembaga keuangan, maka pihak kreditur akan melaporkan kepada pihak OJK bahwa Anda telah melunasi kewajiban utang piutang. Apabila tunggakan Anda tercatat 24 bulan dari akhir pembayaran cicilan, maka skor kredit Anda akan beralih pada peringkat 1 (Kredit Lancar). Anda pun dapat memperoleh dana pinjaman dalam waktu yang lebih cepat.

Sebenarnya Anda tidak akan mengalami kesulitan untuk memulihkan skor kredit Anda yang buruk selama Anda mengikuti langkah-langkah yang dipaparkan di atas. Dibutuhkan niat yang baik dan disiplin dalam melunasi utang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab Anda sebagai peminjam. Hasilnya tentu akan membuat Anda bahagia karena selain nama Anda akan dihapus dari daftar hitam OJK, Anda juga akan mendapatkan kepercayaan dari pihak bank atau lembaga keuangan untuk memperoleh pinjaman di kemudian hari.

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.