Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Menjadi orang dewasa itu susah-susah gampang apalagi jika Anda telah berkeluarga dan memiliki anak. Ketika saat single dulu Anda bebas menghabiskan uang untuk shopping atau traveling, setelah berkeluarga Anda tidak boleh lagi boros. Soalnya, pengeluaran Anda setelah berumah tangga akan lebih banyak setiap bulannya. Jika tidak mengatur dan mengendalikan keuangan Anda mulai dari sekarang, maka Anda akan kebablasan karena uang sudah habis padahal baru pertengahan bulan.

Bagi banyak orang, hal ini akan sulit terutama jika Anda tidak diajarkan cara mengatur keuangan dengan baik. Namun, membuat anggaran rumah tangga dapat membantu Anda untuk memahami kondisi keuangan keluarga Anda sekarang dan di masa depan. Membuat anggaran rumah tangga tentunya tidak akan membantu Anda menghasilkan uang lebih banyak, tetapi minimal akan membantu Anda mengelola uang secara efektif dan bijaksana.

Apabila Anda ingin tahu sisa cicilan KPR, membayar uang sekolah anak, atau penasaran bagaimana Anda menghabiskan uang, mungkin sudah waktunya Anda untuk duduk dan menyusun anggaran keluarga. Hal ini akan membantu Anda mengatur keuangan keluarga Anda dan menyeimbangkan kebiasaan menabung dan berbelanja Anda. Berikut cara mengatur keuangan keluarga Anda.

Mencatat Pengeluaran

Carilah waktu untuk duduk dan menyusun anggaran rumah tangga Anda untuk mengelola keuangan demi masa depan keluarga yang lebih baik. Lakukan ini dengan pasangan kalian supaya Anda berdua mengetahui pengeluaran masing-masing dan lebih bijak menghabiskan uang ke depannya.

Biasanya, kita hanya sadar dan memprioritaskan pengeluaran rutin dalam jumlah besar, misalnya KPR dan tagihan listrik dan air. Tetapi kita sering mengabaikan pengeluaran kecil seperti kopi, makan siang di luar, pakaian, peralatan rumah tangga dan sebagainya yang tanpa kita sadari menambah pengeluaran rumah tangga.

Anda dapat memulai dengan mengurutkan pengeluaran Anda ke dalam beberapa kategori seperti:

  • Asuransi kesehatan seperti BPJS
  • Keperluan rumah, misalnya biaya listrik dan air, pajak bumi dan bangunan tahunan, dan dana perbaikan rumah yang rusak.
  • Kebutuhan anak, seperti susu, popok, dan biaya sekolah anak.
  • Belanja bulanan
  • Transportasi
  • Tabungan Pensiun

Setelah mengurutkan kategori-kategori pengeluaran, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah membuat skala prioritas. Anda harus mengetahui jumlah dana keluarga yang dimiliki, jumlah cicilan KPR, KTA atau kartu kredit yang masih berjalan dan besaran tagihan listrik yang harus dibayar. Kemudian. Anda dapat menghitung dan menyusun anggaran keluarga di kertas atau laptop. Kertas dan laptop sama-sama bermanfaat untuk menyusun anggaran, tetapi menggunakan aplikasi keuangan gratis atau spreadsheet excel akan sangat memudahkan pekerjaan Anda dan mengurangi kesalahan saat mengisi dan mengalkulasi data.

Menghemat Listrik

Tidak dapat dimungkiri hampir semua peralatan di rumah membutuhkan listrik agar dapat digunakan. Mulai dari lampu, alat pendingin ruangan, kulkas, penanak nasi, pompa air, televisi, laptop hingga ponsel juga menggunakan listrik.

Tapi, tahukah Anda bahwa biaya listrik di Indonesia setiap tahun semakin naik? Nah, untuk menghindari tagihan listrik yang membengkak yang akan membebani keuangan keluarga Anda, maka sebaiknya Anda menghemat dan mengatur pemakaian listrik di rumah.

Langkah pertama yang Anda dapat lakukan adalah menerapkan peraturan hemat listrik di rumah, seperti mematikan lampu apabila tidak digunakan, memanfaatkan sinar matahari untuk cahaya di dalam ruangan dari pagi sampai sore, menggunakan lampu LED, menggunakan kulkas hemat listrik, tidak menggunakan peralatan elektronik berdaya besar secara bersamaan, mencabut kabel listrik yang tidak digunakan, dan menyetel timer AC untuk mengatur kapan akan mati.

Memasak di Rumah dan Mengurangi Makan di Restoran

Salah satu kiat sukses untuk mengatur keuangan keluarga adalah dengan memasak di rumah. Makan sesekali di restoran dalam sebulan untuk menyenangkan keluarga atau menjamu teman boleh-boleh saja, tetapi jangan dibiasakan. Umumnya, harga makanan di restoran 3 kali lebih mahal daripada makanan buatan sendiri.

Jadi, mulailah lebih sering memasak di rumah untuk keluarga. Anda hanya butuh membeli bahan-bahan mentah di pasar atau supermarket yang harganya lumayan terjangkau. Kemudian, Anda mengolah bahan-bahan tersebut menjadi makanan. Apabila Anda tidak mengetahui banyak resep makanan, Anda dapat menggunakan smartphone atau laptop Anda untuk mencari resep makanan enak, praktis dan sehat bagi keluarga. Dengan makan di rumah, keluarga Anda akan jadi lebih sehat, kebersihannya terjamin dan tidak membuat kantong Anda bolong.

Membeli Barang Bekas Masih Layak Pakai

Semenjak menjamurnya toko online di Indonesia, semakin banyak kaum hawa yang tergila-gila untuk berbelanja. Bagi yang hobi shopping tentulah agak susah untuk menghentikan kebiasaan ini tetapi Anda dapat meminimalisir kebiasaan ini dengan membeli barang bekas yang masih layak pakai.

Dengan berbelanja barang bekas juga dapat menghemat anggaran belanja keluarga Anda. Misalkan, Anda beserta keluarga baru pindah ke rumah baru yang kosong. Anda bisa membeli furniture dan keperluan rumah seperti sofa, meja, kasur, barang elektronik dan sebagainya di toko barang bekas, pasar loak ataupun online shop seperti OLX atau Facebook. Selain jauh lebih murah, Anda juga dapat menawar. Selain itu, banyak orang yang menjual barangnya karena jarang digunakan bahkan ada yang tidak pernah digunakan sama sekali.

Mengambil Pekerjaan Sampingan untuk Menambah Penghasilan

Bagi Anda yang berperan sebagai ibu atau bapak rumah tangga yang memiliki waktu luang, tidak ada salahnya mengambil pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Anda dapat memulainya dengan memilih usaha yang mudah dan tidak membutuhkan modal besar seperti membuka usaha kuliner seperti jualan kue, jualan jus, dan sebagainya. Atau Anda juga dapat mencoba bisnis yang lagi kekinian seperti pengemudi transportasi online, bisnis toko online, atau penulis lepas.

Tidak usah melihat apakah omsetnya kecil atau besar yang penting Anda tidak rugi. Umumnya, setiap bisnis membutuhkan proses, jadi Anda harus terus berusaha dan bekerja keras. Sebab segala pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus pada akhirnya akan sukses. Jika usaha Anda berjalan lancar, maka keuangan keluarga Anda pun menjadi lebih stabil.

Manfaatkan Kupon Diskon atau Promo

Saat ini, banyak toko dan supermarket yang memberikan diskon untuk customer yang memiliki kartu pelanggan. Anda juga dapat menggunakan promo atau diskon yang didapatkan dari ponsel atau kartu kredit. Anda juga dapat mencari kupon produk favorit di internet. Dengan menggunakan kupon diskon atau kupon promo, Anda dapat menghemat banyak uang saat membeli bahan makanan dan barang kebutuhan rumah tangga Anda.

Jangan Lupa Menabung

Meskipun memiliki gaji kecil tidak berarti Anda tidak dapat menabung. Apalagi jika Anda sudah memiliki anak-anak. Anak-anak Anda akan bertambah besar dan pengeluaran untuk anak pun akan semakin besar. Karena itu sangat penting menabung untuk masa depan mereka.

Sebisa mungkin Anda mengalokasikan 20% dari gaji Anda untuk tabungan. Anda juga harus memberitahu pasangan Anda untuk mengalokasikan pendapatannya sebanyak 20% apabila bekerja.

Jika Anda hanya dapat menabung dalam jumlah kecil, seperti Rp 100.000 sampai Rp500.000 juga tidak masalah. Selama menabung secara rutin, tabungan Anda pasti akan banyak suatu saat nanti.

Mengalokasikan Dana untuk Keperluan Darurat

Kita tidak akan pernah tahu musibah apa yang akan menimpa Anda dan sekeluarga di masa mendatang. Oleh karena itu, dana darurat ini wajib disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan mendesak, seperti kecelakaan, genteng rumah bocor, atau kendaraan pribadi rusak.

Sebaiknya Anda memisahkan dana darurat dengan dana tabungan dan dana pengeluaran rumah tangga. Loh kenapa harus dipisah? Karena dana darurat baru sangat terasa manfaatnya ketika Anda kehabisan uang dipertengahan bulan atau kehilangan penghasilan utama. Selain itu, keuangan keluarga Anda akan kacau balau apabila dicampuraduk dengan tabungan dan belanja bulanan. Sebab itu, Anda harus memiliki rekening tabungan khusus untuk menyimpan dana darurat tersebut.

Sisihkan Dana untuk Liburan

Meski Anda disibukkan dengan rutinitas kerja dan rumah tangga, jangan lupa untuk menikmati hidup dengan berliburan bersama keluarga agar terhindar dari stress. Apabila penghasilan keluarga masih pas-pasan, Anda harus pintar-pintar memilih tempat hiburan yang tidak menghabiskan banyak uang.

Anda dapat menghemat dana liburan Anda dengan memilih wisata gratis seperti ke pantai, camping, piknik di taman dan sebagainya. Jadi, dana liburan yang tidak terpakai dapat dimanfaatkan untuk berliburan ke luar kota atau ke luar negeri bersama keluarga sekali setahun.

Pertimbangkan untuk Berinvestasi

Seandainya keuangan keluarga Anda berlebih, sebaiknya menginvestasikan dana berlebih tersebut untuk investasi. Ada banyak macam investasi yang dapat Anda pilih, seperti berinvestasi dengan membeli emas, investasi properti, atau investasi saham.

Apabila Anda bersungguh-sungguh ingin sukses dalam mengatur keuangan keluarga, pasti Anda dapat mewujudkannya. Oleh karena itu, Financer.com hadir untuk membantu Anda mengelola keuangan keluarga lebih baik dan menampilkan produk-produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda.

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.