Cara Peretas Membobol Akun Keuangan Pribadi
Cara

Cara Melindungi Data Pribadi Dari Kejahatan Siber

Setiap pemilik website seharusnya bertanggung jawab untuk memastikan keamanan website untuk melindungi pengunjungnya. Sayangnya, masih banyak website yang belum menerapkan sistem keamanan tinggi.

Belakang ini kita sering mendengar berita bahwa website-website besar dan terkenal di Indonesia dibobol hacker, parahnya lagi data pengguna sampai diperjualbelikan di forum internet atau dark web.

Bahkan situs yang terkenal pun masih banyak yang belum aman. Hal ini tentunya sangat merugikan pengunjung atau pengguna website. Kenapa sih keamanan website penting diperhatikan?

Karena jika situs tidak aman, maka penjahat siber atau hacker dapat melakukan kegiatan pencurian data dengan menyisipkan perangkat lunak jahat (malware) di gadget pengunjung.

Lebih parahnya, peretas tersebut dapat memonitor panggilan telepon, mencegah pengiriman pesan, menyadap mikrofon ponsel, hingga mencuri informasi pribadi pengguna. Sobat Financer pasti tidak ingin mengalami hal ini, kan?

Karena itu, sangat penting untuk tahu bahwa situs yang Anda gunakan aman. Kami dari Financer.com ingin menginformasikan cara melindungi data pribadi dari kejahatan siber.

 Namun, sebelum itu yuk kita simak cara cek keamanan website di bawah ini

Cara Cek Keamanan Website

Langkah-langkah

1. Terdapat Huruf “S” Pada HTTPS
2. Periksa Kebijakan Privasi
3. Temukan Kontak Informasi
4. Ketahui Tanda-Tanda Virus Malware
5. Temukan Kontak Informasi
6. Ketahui Tanda-Tanda Virus Malware
Langkah 1

Terdapat Huruf “S” Pada HTTPS

Mungkin Anda sudah familiar melihat tulisan HTTPS ketika sedang browsing website. HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure. Ini biasanya disebut dengan URL.  

Sayangnya, banyak URL yang hanya tertulis HTTP atau Hypertext Transfer Protocol yang berarti tidak terenkripsi alias tidak aman.

Lantas kenapa website yang URL-nya tertulis HTTPS aman? Karena website tersebut menggunakan sertifikat SSL yang melindungi informasi sensitif dari website ke server.

Tanpa sertifikat SSL, informasi tersebut akan terbuka dan mudah diakses oleh penjahat dunia maya. Penting untuk diperhatikan bahwa HTTPS bukanlah satu-satunya hal yang dapat atau harus dilakukan untuk melindungi pengunjung.

Namun, hal ini pertanda baik bahwa pemilik situs peduli dengan keamanan Anda ketika browsing, daftar, melakukan pembayaran, atau hanya memasukkan alamat email.

Jadi, sebelum memilih website untuk mengajukan pinjaman online, pastikan periksa URL websitenya diawali dengan “HTTPS”.

Langkah 2

Periksa Kebijakan Privasi

Kebijakan privasi website harus dengan jelas mengomunikasikan bagaimana data Anda dikumpulkan, digunakan, dan dilindungi oleh situs tersebut.

Hampir semua website harus memilikinya karena diwajibkan di setiap negara. Bahkan negara-negara di Eropa memberlakukannya sangat ketat.

Kebijakan privasi menunjukkan bahwa pemilik website untuk mematuhi hukum yang berlaku dan memastikan bahwa situs tersebut aman.

Pastikan untuk mencari dan membaca kebijakan privasi website atau aplikasi mobile yang Anda gunakan sebelum memberikan informasi Anda.

Langkah 3

Temukan Kontak Informasi

Sebuah survei menunjukkan bahwa bahwa 44 persen responden akan meninggalkan website yang tidak mencamtumkan nomor telepon, email atau kontak informasi lainnya.

Idealnya, website yang aman akan dengan jelas menampilkan alamat email, nomor telepon, dan alamat kantor jika ada, kebijakan pengembalian yang berlaku, dan akun media sosial.

Dengan adanya kontak informasi, Anda dapat menghubungi website yang akan Anda gunakan.

Langkah 4

Ketahui Tanda-Tanda Virus Malware

Meskipun website memiliki sertifikat SSL, kebijakan privasi, informasi kontak, tetapi bisa saja website tersebut masih tidak aman jika terinfeksi malware.

Bagaimana cara mengetahui jika website telah terinfeksi malware?

Perhatikan tanda-tanda virus malware berikut ini:

Perusakan. Serangan ini terlihat mudah: penjahat dunia maya mengganti konten situs dengan nama, logo, atau gambar sesuai ideologis mereka.

Malvertising. Beberapa iklan berbahaya mudah diketahui. Iklan tersebut biasanya tampak tidak profesional, salah eja, mempromosikan pengobatan “ajaib” atau skandal selebriti, atau menampilkan produk yang tidak cocok dengan riwayat penjelajahan Anda.

Penting untuk diperhatikan bahwa iklan resmi juga dapat disuntikkan dengan malware, jadi berhati-hatilah saat mengklik.

Kit phishing. Kit phishing adalah website yang meniru website yang biasa dikunjungi, seperti website perbankan untuk mengelabui pengguna agar memberikan informasi data diri.

Website tersebut mungkin kelihatan resmi tetapi kesalahan ejaan dan tata bahasa akan membuatnya ketahuan.

Malicious Redirects (Pengalihan Berbahaya). Jika Anda mengetikkan URL dan dialihkan ke situs lain, terutama ke website yang tampak mencurigakan, Anda telah masuk ke dalam malicious redirects pengalihan berbahaya. Malicious redirect ini sering digunakan bersama dengan kit phishing.

Peringatan Mesin Pencari. Beberapa mesin pencari populer akan melakukan scan website untuk mencari malware, dan memberi peringatan pada situs tersebut jika telah terinfeksi malware.

Sayangnya, tidak semua website dapat dipercaya dan aman tetapi jangan sampai menghalangi Anda untuk mengakses internet. Lakukan saja dengan aman!

Hanya dengan mengenali website yang aman dapat membantu melindungi data pribadi Anda. Website dengan, “HTTPS,” kebijakan privasi, dan kontak informasi adalah pertanda baik bahwa website tersebut aman!

Langkah 5

Temukan Kontak Informasi

Sebuah survei menunjukkan bahwa bahwa 44 persen responden akan meninggalkan website yang tidak mencamtumkan nomor telepon, email atau kontak informasi lainnya.

Idealnya, website yang aman akan dengan jelas menampilkan alamat email, nomor telepon, dan alamat kantor jika ada, kebijakan pengembalian yang berlaku, dan akun media sosial.

Dengan adanya kontak informasi, Anda dapat menghubungi website yang akan Anda gunakan.

Langkah 6

Ketahui Tanda-Tanda Virus Malware

Meskipun website memiliki sertifikat SSL, kebijakan privasi, informasi kontak, tetapi bisa saja website tersebut masih tidak aman jika terinfeksi malware.

Bagaimana cara mengetahui jika website telah terinfeksi malware?

Perhatikan tanda-tanda virus malware berikut ini:

Perusakan. Serangan ini terlihat mudah: penjahat dunia maya mengganti konten situs dengan nama, logo, atau gambar sesuai ideologis mereka.

Malvertising. Beberapa iklan berbahaya mudah diketahui. Iklan tersebut biasanya tampak tidak profesional, salah eja, mempromosikan pengobatan “ajaib” atau skandal selebriti, atau menampilkan produk yang tidak cocok dengan riwayat penjelajahan Anda.

Penting untuk diperhatikan bahwa iklan resmi juga dapat disuntikkan dengan malware, jadi berhati-hatilah saat mengklik.

Kit phishing. Kit phishing adalah website yang meniru website yang biasa dikunjungi, seperti website perbankan untuk mengelabui pengguna agar memberikan informasi data diri.

Website tersebut mungkin kelihatan resmi tetapi kesalahan ejaan dan tata bahasa akan membuatnya ketahuan.

Malicious Redirects (Pengalihan Berbahaya). Jika Anda mengetikkan URL dan dialihkan ke situs lain, terutama ke website yang tampak mencurigakan, Anda telah masuk ke dalam malicious redirects pengalihan berbahaya. Malicious redirect ini sering digunakan bersama dengan kit phishing.

Peringatan Mesin Pencari. Beberapa mesin pencari populer akan melakukan scan website untuk mencari malware, dan memberi peringatan pada situs tersebut jika telah terinfeksi malware.

Sayangnya, tidak semua website dapat dipercaya dan aman tetapi jangan sampai menghalangi Anda untuk mengakses internet. Lakukan saja dengan aman!

Hanya dengan mengenali website yang aman dapat membantu melindungi data pribadi Anda. Website dengan, “HTTPS,” kebijakan privasi, dan kontak informasi adalah pertanda baik bahwa website tersebut aman!

Cara Melindungi Data Pribadi Dari Kejahatan Siber

Pinjaman Online - Financer.com

Cara Melindungi Data Pribadi

Langkah-langkah

1. Perusahaan Terdaftar OJK atau Lembaga Keuangan
2. Buat Kata Sandi Yang Unik dan Rumit
3. Gunakan VPN Saat Browsing Menggunakan Wifi Publik
4. Install Anti Virus
5. Verifikasi Setiap Website Yang Dibuka
6. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)
7. Cek Data Secara Rutin
8. Unduh dan Install Aplikasi Dari Sumber Resmi
9. Teliti Memberi Izin Akses Aplikasi
10. Perbarui Software Gadget Ke Versi Terbaru
Langkah 1

Perusahaan Terdaftar OJK atau Lembaga Keuangan

Banyak pinjaman online dan produk keuangan lainnya yang masih ilegal dan tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga keuangan.

Sebelum menggunakan layanan, cari tahu dulu apakah perusahaan terdaftar resmi di OJK atau badan keuangan resmi atau tidak.

Kabar baiknya, semua produk pinjaman online, kartu kredit, rekening tabungan, investasi dan produk keuangan lainnya yang ditampilkan di Financer.com telah terdaftar OJK atau lembaga keuangan resmi.

Langkah 2

Buat Kata Sandi Yang Unik dan Rumit

Jika Anda membuat akun di website atau aplikasi apa saja, pastikan biat kata sandi yang unik dan rumit yang terdiri dari kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol. Kalau bisa buat password berbeda di setiap akun Anda.

Langkah 3

Gunakan VPN Saat Browsing Menggunakan Wifi Publik

Wifi publik atau wifi gratis yang diberikan secara gratis di tempat umum sebenarnya tidak aman dan gampang diinjeksi virus malware untuk mencuri data pribadi.

Namun, jika Anda terpaksa menggunakan wifi publik, maka gunakan dan aktifkan VPN di gadget Anda untuk menghindari filter, menutupi transmisi data, dan sensor di internet.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan review dan rating aplikasi VPN yang digunakan agar terhindar dari VPN abal-abal.

Langkah 4

Install Anti Virus

Tahukah Anda bahwa hacker bisa memasukkan virus malware ke perangkat Anda untuk mencuri data? Oleh karena itu, anti virus menjadi sangat penting karena dapat menjadi benteng pertahanan dari pencurian di internet.

Jadi, jangan lupa memasang anti virus di laptop atau ponsel Anda untuk melindungi seluruh data dari virus yang masuk.

Langkah 5

Verifikasi Setiap Website Yang Dibuka

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pastikan URL website yang Anda buka dimulai dengan “https” dimana “s” merupakan singkatan dari “secure”. Jika situs yang dibuka tidak memiliki huruf “s” pada URL-nya, maka website tersebut tidak aman.

Langkah 6

Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA)

Two-Factor Authentication (2FA) atau Otentikasi dua faktor adalah verifikasi tambahan untuk masuk ke akun. Umumnya, 2FA ini dalam bentuk kode OTP yang dikirim lewat SMS, email, atau telepon.

Langkah 7

Cek Data Secara Rutin

Jika Anda ingin tahu apakah data Anda masih aman atau tidak, Anda bisa menggunakan website seperti haveibeenpwned.com atau https://avast.com/hackcheck/. Kedua website tersebut dapat memberi tahu Anda apakah data Anda bocor atau tidak.

Caranya juga mudah karena Anda cukup memasukkan alamat email dan Anda akan menerima informasi akun-akun yang mana saja sudah membocorkan data Anda. Jadi, cek data secara rutin yah.

Langkah 8

Unduh dan Install Aplikasi Dari Sumber Resmi

Jika Anda harus mengunduh aplikasi pinjaman online, asuransi, rekening tabungan, investasi, atau aplikasi lainnya.

Pastikan Anda unduh dan install aplikasi dari sumber resmi, seperti Google Playstore lewat HP Android dan App Store lewat Iphone. Jika tidak, data dari ponsel Anda berpotensi untuk dicuri oleh hacker.

Langkah 9

Teliti Memberi Izin Akses Aplikasi

Setelah selesai menginstall aplikasi, Anda akan diminta memberikan izin akses dari smartphone Anda. Namun, sebelum klik “Allow” atau “Setuju” pastikan Anda membaca seluruh ketentuannya dengan teliti.

Karena bisa saja aplikasi tersebut akan mengakses kamera, kontak, atau mikrofon ponsel Anda. Jika Anda tidak teliti memberi izin akses aplikasi, aplikasi tersebut bisa saja melakukan pelanggaran privasi yang tidak disengaja.

Langkah 10

Perbarui Software Gadget Ke Versi Terbaru

Untuk menjaga agar perangkat atau gadget tetap aman, sebaiknya selalu perbarui software gadget ke versi terbaru.

Hal ini untuk meningkatkan keamanan, menjaga kinerja perangkat lebih stabil dari sebelumnya, dan memperbaiki masalah bug yang kerap ada di software.

Demikian cara melindungi data pribadi dari kejahatan siber dan cek keamanan website. Semoga bermanfaat.

Penulis Mentari Rahman

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
Read Icon 77 membaca
Terakhir Diperbarui: Juni 22, 2021

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.