Cara

Cara Menolak Teman Pinjam Uang

Teman mungkin pernah meminjam uang tetapi Anda tidak tahu cara menolak teman pinjam uang.

Apalagi kalau yang datang meminjam adalah kawan dekat.

Pastinya, mereka akan membujuk dengan mengatakan sahabat sejati adalah sahabat yang ada saat dibutuhkan, bukan?

Padahal pertemanan dan uang seharusnya tidak boleh dicampuradukkan. Jika ingin melindungi suatu hubungan, jangan meminjamkan uang kepada siapa pun.

Sebelum memberikan pinjaman, sebaiknya Anda berpikir matang-matang apakah keputusan tersebut sudah benar.

Sebab, meminjamkan uang dapat mempengaruhi hubungan kalian, dan Anda mungkin harus menanggung konsekuensi dari tindakan tersebut. Oleh karena itu, kami akan berbagi cara menolak halus teman pinjam uang.

Namun, sebelum itu kami akan menjelaskan 10 alasan tidak meminjamkan uang dan beserta tips bermanfaat.

10 Alasan Tidak Meminjamkan Uang Kepada Teman

1. Uang digunakan untuk hal-hal buruk

Ingat pepatah “Memberi ikan pada seseorang akan hanya memberinya makan sekali tetapi jika mengajari ilmu memancing, maka akan memberinya makan seumur hidup”.

Dengan meminjamkan uang, Anda tidak akan benar-benar membantunya.

Bisa saja uang digunakan untuk hal-hal buruk, seperti judi, membeli barang terlarang atau membiayai gaya hidup tinggi mereka.

Meskipun Anda telah mengenal kawan selama bertahun-tahun tetapi tidak selalu bersama mereka 24 jam setiap hari, bukan?

Jadi, tentunya akan sulit mengetahui apa sahabat betul-betul menggunakan uang tersebut untuk keperluan mendesak.

Sebenarnya, jika ingin betul-betul membantu bersikap tegaslah dan mengatakan “Tidak” untuk memberikan pinjaman.

Sebab, teman akan berusaha mencari solusi dan uang untuk mengatasi masalah keuangannya daripada harus bergantung dengan bantuan pinjaman.

Tips

Jika meminjamkan uang, sebaiknya temui dan minta barang dari teman sebagai jaminan yang harus dipegang oleh Anda selama periode pinjaman. Namun, pastikan nilai barang jaminan tersebut sebanding dengan jumlah uang yang dipinjamkan.

2. Sulit meminta uang kembali

Orang-orang yang memberikan pinjaman kebanyakan memiliki rasa peduli yang besar terhadap sahabat mereka.

Sering kali, Anda menghindari untuk membahas tentang utang karena takut teman akan canggung bahkan tersinggung.

Apalagi jika teman sedang berada dalam kondisi sakit, perceraian atau bangkrut.

Sedangkan, diri sendiri juga terus menerus khawatir akan utang yang belum dibayarkan hingga akhirnya memutuskan segala bentuk komunikasi.

Kawan yang pinjam uang pun bingung dan bisa jadi melukai perasaan mereka. Padahal niat sebenarnya baik.

Selain itu, Anda juga tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Jadinya, sulit meminta uang kembali.

Sahabat mungkin belum dapat membayar kembali dalam waktu dekat karena tidak punya uang. “Mengingatkan” hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman.

Tips

Jika meminjamkan uang, luangkan waktu untuk mengajak kawan bertemu dan berbicara dengan baik. Ingatkan dia dengan lembut dan hindari bertanya kasar.

Apabila kesulitan untuk bertemu dan berbicara dengan dia, coba hubungi anggota keluarganya tentang pinjaman yang diberikan.

3. Anda bisa kehilangan uang

Mungkin Anda pernah mendengar dari Ibu “Jika meminjamkan uang ke orang lain, bersiaplah uang tidak kembali”.

Sebagian besar dari kita telah dibesarkan dengan gagasan bahwa “Ketika meminjam uang, harus membayarnya kembali”.

Namun, tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut, terutama orang-orang yang dikenal kemungkinan akan mengembalikan uang terlambat bahkan tidak sama sekali.

Meskipun teman yang dipinjamkan uang berjanji untuk membayar kembali dalam beberapa hari, minggu atau bulan berikutnya.

Namun, tidak ada cara untuk mengetahui pasti kapan uang akan dikembalikan, sehingga Anda bisa kehilangan uang.

Jika kawan kesulitan keuangan saat ini, kemungkinan hal ini akan berlanjut seterusnya. Jadi, sebaiknya tidak meminjamkan uang, kecuali sudah siap kehilangan uang.

Tips

Diskusikan awal dengan kawan. Misalnya, “Arini, saya ingin membantu pinjamkan uang tetapi saya dengar cerita pengalaman buruk tentang ketua ibu arisan kompleks rumah saya yang harus menunda anaknya untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah.

Karena uang ketua ibu arisan tersebut dipinjam oleh beberapa anggota arisan dan belum dikembalikan sama sekali. Apa yang dapat Arini lakukan untuk memastikan hal ini tidak terjadi pada saya dan tidak merusak hubungan kita?”.

4. Anda tidak membantu mengatasi masalah

Ketika meminjamkan uang kepada teman, Anda memberi mereka jalan keluar yang mudah daripada membantu mengatasi masalah mereka.

Misalnya, kawan meminta bantuan pinjaman untuk melunasi tagihan kartu kredit tetapi sebenarnya yang diperlukan oleh orang tersebut adalah mempelajari cara membuat anggaran.

Dalam situasi ini, tolak memberikan pinjaman dan tawarkan untuk membantu membuat anggaran atau mencari penghasilan tambahan.

Tips

Tempatkan teman Anda dalam posisi untuk meningkatkan kondisi keuangan mereka serta berikan pemahaman tentang manajemen keuangan uang yang baik untuk membantu mereka.

5. Menimbulkan konfrontasi

Pertimbangkan diri ketika memutuskan untuk meminjamkan uang kepada seseorang.

Jika Anda adalah tipe orang yang suka hidup dalam kedamaian dan tidak suka menimbulkan konfrontasi.

Kemungkinan besar tidak membahas pinjaman jika tidak mengembalikan uang seperti yang dijanjikan.

Hal ini tentunya dapat memicu stress atau amarah yang terpendam yang dapat mengganggu hubungan persahabatan.

Anda boleh saja meminjamkan uang kepada teman tetapi pastikan kawan memahami harapan tersebut, dan pastikan juga ada perjanjian tertulis yang menjelaskan persyaratannya.

Tips

Berikan waktu 1-2 minggu untuk melunasi pinjaman sebelum mereka mulai amnesia atau lupa ingatan akan utang. Buat perjanjian tertulis sebagai barang bukti jika terjadi hal-hal buruk ke depannya.

6. Teman akan meminta lebih banyak uang

Jika memberi pinjaman, kemungkinan besar kawan akan meminta lebih banyak uang ke depannya.

Teman tentunya akan berpikir kalau Anda memiliki banyak pendapatan dan dapat diandalkan untuk membantu di saat-saat genting.

Selain itu, kawan mungkin memahami teknik foot-in-the-door, yaitu teknik psikologi yang mempersuasi seseorang secara bertahap.

Teknik ini bekerja diawali dengan dengan permintaan mudah dan sederhana, dan setelah permintaan mudah tersebut dikabulkan, barulah seseorang tersebut membujuk rayu dan meminta sesuatu yang lebih besar.

Contohnya, sahabat pinjam dalam jumlah kecil, seperti Rp500.000. Setelah memberikan uang tersebut, Anda akan cenderung mengiyakan dan memberikan pinjaman uang dalam jumlah yang besar di masa akan datang.

Tips

Tolak memberi pinjaman uang saat pertama kali teman meminta, sehingga mereka tidak akan menganggap Anda sebagai sumber uang. Kawan akan mencari di tempat lain.

7. Memberitahu orang lain tentang kemurahan hati Anda

Mungkin akan terasa aneh berurusan dengan satu orang yang berulang kali meminta uang.

Hal terakhir yang diinginkan dari kawan adalah tidak membagikan perjanjian pinjaman dengan orang lain. Beberapa orang memiliki mulut besar dan tidak bisa menyimpan rahasia.

Jika memberi pinjaman, mereka mungkin memberi tahu orang lain tentang kemurahan hati Anda.

Orang lain yang mendengar tentang kemurahan hati Anda akan berdatangan jika orang tersebut mengalami kesulitan yang sama.

Apabila meminjamkan uang, pastikan kawan tersebut menjaga rahasia untuk tidak memberitahu orang lain tentang pinjaman yang diberikan.

Kalau perlu buat perjanjian rahasia tertulis agar kawan dapat selalu mengingatnya.

8. Memberi pinjaman tidak memberikan keuntungan finansial

Meminjamkan uang kepada teman tentunya akan membebani Anda secara materi.

Pastinya Anda tidak akan membebankan bunga jika meminjamkan kepada teman karena bisa jadi dicap sebagai rentenir.

Umumnya, orang-orang di Indonesia tidak mengenakan bunga atas uang yang dipinjamkan kepada orang-orang terdekatnya.

Sebab itu, banyak orang yang lebih memilih meminjam uang secara langsung kepada orang terdekatnya daripada pinjam uang di bank atau lembaga keuangan.

Padahal, jika uang tersebut diinvestasikan ke cryptocurrency, peer to peer lending, saham, asuransi atau deposito. Anda akan memperoleh keuntungan yang banyak dari hasil bunga investasi.

Tips

Cara menolak teman pinjam uang adalah membebankan bunga atas pinjaman uang yang diberikan. Meskipun tampak aneh dan canggung tetapi hal ini masih masuk akal.

Selama, suku bunga yang dibebankan jauh lebih rendah daripada suku bunga yang dibebankan oleh bank atau lembaga keuangan.

9. Anda akan membutuhkan uang ke depannya

Tidak ada seorang pun dari kita yang memiliki kemampuan untuk memprediksi dan melihat apa yang akan terjadi di masa depan.

Ketika memberikan pinjaman, Anda pasti mengharapkan uang tersebut segera dikembalikan. Bisa saja Anda akan membutuhkan uang ke depannya.

Karena itu, jangan pernah pinjamkan uang yang akan digunakan dalam waktu dekat.

Misalnya, teman butuh uang sekitar Rp1.000.000. Satu-satunya uang tunai yang dimiliki adalah uang sewa rumah atau uang KPR yang akan jatuh tempo minggu depan.

Selain itu, jangan pernah mengambil uang dari dana darurat atau tabungan yang telah disimpan secara khusus untuk kebutuhan mendesak.

Kemudian, uang tersebut diberikan sebagai pinjaman karena ingin membantu kawan yang sedang dalam kesusahan.

Pentingnya memiliki dana darurat atau tabungan untuk menjamin kondisi keuangan keluarga yang menjadi tanggungan selalu baik dan seimbang.

Seperti dijelaskan sebelumnya tidak ada jaminan uang tersebut akan dikembalikan, bahkan yang ada hanya akan mempersulit kondisi keuangan.

Tips

Jika Anda merasa kondisi keuangan sedang tidak stabil atau bahkan akan kehilangan pekerjaan, jangan pinjamkan uang ke siapa pun.

Katakan dengan jujur bahwa Anda juga sedang mengalami situasi keuangan yang buruk dan tidak memiliki uang berlebih.

10. Menimbulkan masalah dalam hubungan pertemanan

Jika Anda memiliki hubungan pertemanan yang kuat dengan sahabat, jangan merusaknya dengan uang.

Apabila kawan sudah berjanji mengembalikan uang yang dipinjamkan dan pada akhirnya tidak dikembalikan.

Pastinya Anda akan selalu mengingat hal ini yang kemudian akan memicu pertengkaran.

Jika memiliki teman yang meminta uang Anda lebih dari satu kali, maka kawan tersebut akan tetap melakukannya yang pada akhirnya memicu amarah.

Bertindak defensif untuk tidak meminjamkan uang akan menimbulkan masalah dalam hubungan pertemanan ke depan.

Tips

Jika memberikan pinjaman, lebih baik berikan uang tersebut dengan ikhlas saat Anda benar-benar mampu.

Ketika tidak memiliki ekspektasi agar kawan mengembalikan uang tersebut, maka Anda tidak akan tertekan, dan masalah uang tidak akan ada di antara hubungan perkawanan kalian.

Cara Menolak Teman Pinjam Uang

Berikut cara halus menolak orang pinjam uang yang dapat dipraktikkan ke kawan atau kerabat Anda.

Langkah-langkah

1. Tanyakan Keperluannya
2. Minta Waktu Berpikir
3. Beri Jawaban Masuk Akal
4. Bersikap Tegas dan Hilangkan Rasa Bersalah
5. Bantu Cari Solusi
Langkah 1

Tanyakan Keperluannya

Cara menolak orang pinjam uang adalah tanyakan keperluannya.

Anda harus tahu uang yang dipinjam itu akan digunakan untuk keperluan apa, seperti biaya pengobatan, bayar utang kartu kredit, pendidikan, gaji belum diterima, atau keperluan pribadi.

Apabila alasannya keperluan pribadi yang bersifat konsumtif, seperti beli HP baru, sebaiknya langsung tolak. Pastikan hanya meminjamkan uang untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan, seperti pengobatan atau membayar uang sekolah anak.

Langkah 2

Minta Waktu Berpikir

Setelah tahu alasan keperluan, minta waktu berpikir. Contohnya, Anda bisa bilang akan memberi jawaban dalam 1-2 hari 

Dengan cara ini, Anda bisa berpikir lebih jernih dan objektif dan juga bisa menyatakan alasan yang masuk akal dan kuat ketika menolak meminjamkan dana.

Langkah 3

Beri Jawaban Masuk Akal

Cara menolak teman pinjam uang adalah beri jawaban masuk akal kenapa tidak bisa meminjamkan uang. Kalau perlu gunakan alasan yang betul-betul bisa membuat teman percaya dengan memberi bukti.

Misalnya, Anda mengatakan baru membayar biaya sekolah anak dan cicilan rumah yang tentunya disertai dengan bukti pembayaran agar kawan percaya.

Langkah 4

Bersikap Tegas dan Hilangkan Rasa Bersalah

Setelah menolak, mungkin kawan akan mencoba membujuk dengan kalimat persuasif agar luluh dan akhirnya meminjamkan uang. 

Namun, seperti yang dikutip dari Harapan Rakyat bersikap tegaslah menolak dengan memberikan penjelasan yang baik kalau Anda tidak bisa meminjamkan uang dan tidak ingin hubungan pertemanan rusak hanya gara-gara utang.

Di saat yang sama Anda juga pasti merasa tidak enak kepada teman karena menolak membantu ketika sahabat butuh dana. Namun, ada kalanya harus menghilangkan rasa bersalah.

Ingatlah, selalu ada solusi untuk setiap masalah. Jadi, jangan paksakan diri untuk menolong kalau tidak mampu karena bisa saja menimbulkan masalah baru.

 

Langkah 5

Bantu Cari Solusi

Seandainya Selain itu,  meminjamkan uang kepada teman, sebaiknya bantu cari solusi alternatif.

Contohnya, Anda mengusulkan teman untuk menjual barang bekas atau bahkan membantu menjualkannya. Selain itu, juga bisa memberi rekomendasi untuk mencari Kredit Tanpa Agunan di Financer.com.

Lebih Baik Menolak Daripada Menyesal Di Kemudian Hari

Anda tentunya selalu berusaha menjadi orang baik dan ingin kawan menyayangi Anda apa adanya.

Namun, meminjamkan uang kepada teman bukanlah cara tepat untuk membantunya yang sedang mengalami kondisi keuangan buruk.

Temukan cara terbaik untuk membantu sahabat yang disayangi dengan menyarankan mencari pinjaman online di Financer.com.

Apakah artikel ini membantu?

  • Jadilah yang pertama memberi penilaian

    Sumber

    Country Manager Indonesia yang memiliki latar belakang di bidang fintech, digital marketing, dan kripto. Saya ingin memberikan informasi bermanfaat dan membantu pembaca kami membuat keputusan keuangan yang lebih baik.

    Bagikan di
    Read Icon23178 baca
    Terakhir Diperbarui: Mei 19, 2022

    Dengan menggunakan Financer.com Anda membuat perubahan.  Pelajari lebih lanjut

    Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.