Jangan Terjebak Promo! Ayo Kenali Dulu Istilah Promo Yang Sering Anda Lihat!

5 minutes

Bulan Desember adalah pertanda bahwa sebentar lagi akan tutup tahun. Umumnya, di penghujung tahun akan banyak pusat perbelanjaan, online shop, online marketplace dan toko-toko yang memberikan promo, contohnya promo natal atau diskon akhir tahun. Kemudian, gara-gara melihat berbagai macam promo natal dan diskon akhir tahun, Anda pun jadinya tidak tahan untuk berbelanja. Tapi, apa benar promo atau diskon menguntungkan pembeli? Yuk, mari kita kenali dulu cara kerja dan istilah-istilah promo tersebut sebelum Anda belanja banyak.

Diskon (Discount)

Umumnya, orang-orang kurang tergiur dengan barang yang hanya diberi diskon 10% atau 20% saja. Tapi, Anda pastinya akan tertarik dengan barang yang didiskon 50% sampai 70% bukan? Sayangnya, diskon besar-besaran mulai dari 50% hingga 70% ini diberikan untuk barang-barang yang tidak laku dan out of date (kadaluarsa). Selain itu, diskon besar-besaran juga berguna untuk menghabiskan barang-barang tidak laku tersebut agar menumpuk di gudang. Jadi, pemilik toko dapat kembali modal awal.

Apabila Anda menemukan produk baru yang didiskon besar, jangan terlalu senang dulu karena harganya sudah dinaikkan terlebih dahulu agar persenan diskonnya menjadi besar.

Anda juga perlu cermat dengan diskon ganda, misalnya diskon 50%+20%. Orang awam tentunya akan berpikir bahwa diskonnya menjadi 70%. Akan tetapi perhitungan diskonnya tidak seperti itu. Contohnya, Anda akan membeli barang XY dengan harga Rp1.000.000 dan mendapatkan diskon 50%+20%. Pertama barang XY tersebut didiskon 50% dulu menjadi Rp500.000, kemudian barang XY didiskon lagi menjadi 20% dari Rp500.000 sehingga menjadi Rp100.000. Jadi, total diskon Rp600.000 atau sekitar 60%. Untuk mudahnya, begini kalkulasinya: diskon 50% + 20% = diskon 60% dan diskon 60% + 20% = diskon 68%.

Namun, tidak selamanya diskon menjebak. Sebab, ada juga diskon yang menguntungkan pembeli seperti diskon toko yang baru resmi launching (buka). Meksipun harga barang tersebut murah tetapi kita harus berpikir matang-matang sebelum belanja dan menghabiskan banyak uang.

Cash Back

Anda pasti pernah mendapatkan penawaran “cashback” saat membeli barang elektronik, seperti laptop, smartphone, TV, kulkas, kamera, dan sebagainya. Misalnya, Anda membeli smartphone Android dengan harga Rp5.000.000 dan Anda mendapatkan cashback sebesar Rp500.000, maka uang Anda akan dikembalikan Rp500.000. Daripada uang dikembalikan Rp500.000, mungkin barang tersebut lebih baik dijual langsung dengan harga Rp.4.500.000 saja. Namun, ada alasan dibalik pemberian “cashback” tersebut, antara lain:

  • Pembeli akan berpikir dan merasa diuntungkan dengan sistem cashback karena adanya pengurangan harga dari harga normal sehingga pembeli semakin tertarik untuk membeli.
  • Promo cashback memungkinkan perusahaan atau toko untuk bekerjasama dengan bank atau perusahaan kartu kredit sehingga beban cashback dapat dibagi dua.
  • Angka penjualan dapat ditingkatkan tanpa harus menurunkan nilai produk. Dengan metode ini, citra perusahaan atau toko akan bagus dan harga jual beli barang yang mendapatkan cashback tersebut tetap tinggi.

Pada dasarnya, promo cashback ini membuat pembeli merasa untung karena seakan-akan ada potongan harga. Sebab itu, cashback sering digunakan untuk barang yang berharga tinggi, seperti motor, mobil, kulkas, gadget dan lain-lain.

Beli 1 Dapat 2

Ketika jalan-jalan ke mall atau toko, Anda pasti sering melihat promo “beli 1 dapat 2” atau “beli 2 dapat 3. Jenis promo seperti ini biasanya ditawarkan saat akhir musim atau akhir tahun untuk menghabiskan stok barang yang masih banyak. Trik promo ini terbilang ampuh menarik banyak pembeli karena tidak dapat dimungkiri orang-orang pasti suka barang gratisan. Bayangkan Anda hanya membayar Rp100.000 untuk satu barang tetapi Anda mendapat dua barang. Dengan harga tersebut, kita merasa diuntungkan dibandingkan membeli barang seharga Rp100.000 yang telah didiskon 50% menjadi Rp50.000.

Dengan sistem promo ini, perusahaan atau toko tidak akan rugi karena harga jual satu barang sudah menutupi biaya produksi untuk dua barang. Cara ini tentunya akan lebih menguntungkan bagi pemilik perusahaan atau toko dibandingkan memberi diskon 50% karena pembeli “dipaksa” untuk membeli dua barang sekaligus. Berikut penjelasan rumus promo ini:

  • Beli 1 Dapat 2 : Barang didiskon 50% dengan syarat membeli minimal 2 item. Contohnya, Anda ingin membeli topi dan harga topi tersebut sebesar Rp100.000 dan Anda dapat 2 buah topi. Sebenarnya topi yang Anda inginkan dan butuhkan hanya satu karena model dan warnanya sesuai keinginan Anda tetapi apa boleh buat Anda harus membeli satu topi lagi. Padahal akan lebih untung jika Anda membeli satu topi dengan harga Rp75.000 dibandingkan membeli dua buah topi dan menghabiskan uang sebesar Rp100.000 bukan.
  • Beli 2 dapat 1 : Barang didiskon 33,3% dengan syarat membeli minimal 3 item. Misalnya, harga topi yang Anda inginkan sebesar Rp100.000, dan ketika didiskon 33,3% menjadi Rp66.700. Anda tentunya tidak dibolehkan untuk membeli dua dan membayar Rp133.400 tetapi seharusnya Anda membeli tiga dan membayar Rp200.100. Seandainya Anda membutuhkan tiga topi tersebut mungkin tidak akan masalah untuk dibeli. Akan tetapi, kalau Anda hanya butuh satu dan mendapatkan topi seharga RP100.000 sebenarnya akan lebih menguntungkan karena Anda tidak harus menghabiskan uang lebih dan tidak membuat isi lemari Anda jadi sesak dan full.

Kartu Anggota

Beberapa tahun belakangan ini, banyak toko dan perusahaan yang menawarkan untuk membuatkan kartu anggota (member card). Untuk mendapatkan kartu anggota ini ada yang gratis, berbayar, dan ada juga yang berdasarkan pembelian jumlah tertentu.

Program kartu anggota ini bertujuan untuk menciptakan loyalitas akan toko atau perusahaan sekaligus mengumpulkan database konsumen atau pembeli. Untuk menjadi anggota, Anda harus mengisi formulir informasi data diri Anda, seperti nama lengkap, alamat rumah, email, nomor handphone dan lain-lain. Ketika ada promo atau produk baru ke depannya, Anda akan dikabari melalui email atau nomor handphone yang telah Anda isi di formulir data diri sebelumnya.

Setiap toko atau perusahaan tentunya memiliki kebijakan berbeda-beda untuk setiap penawaran produknya. Ada toko atau perusahaan yang memberi hadiah menarik untuk anggota yang sering berbelanja di toko tersebut, ada yang memberi diskon untuk produk-produk tertentu, dan ada yang memberikan poin untuk ditukarkan dengan hadiah. Sistem keanggotan ini tentunya lebih baik karena dengan sistem keanggotaan, toko atau perusahaan dapat mempertahankan konsumen lama yang terbukti loyal dalam membeli produk perusahaan daripada mengeluarkan uang untuk mencari konsumen baru melalui marketing. Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk membuat kartu anggota, sebaiknya Anda menimbang dulu manfaat, seberapa sering berbelanja, sistem keanggotaan, iuran keanggotaan dan sebagainya. Karena sayang kalau Anda harus membayar iuran keanggotaan setiap tahunnya padahal Anda sendiri jarang berbelanja dan tidak memanfaatkan kartu anggota toko atau perusahaan tersebut. Intinya, keputusan mendaftar kartu anggota sebuah toko atau perusahaan ada ditangan Anda.

Kupon

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa Anda kadang diberikan kupon oleh toko setelah berbelanja di toko tersebut? Kupon ini bertujuan hampir sama dengan kartu anggota, yakni untuk mempertahankan loyalitas konsumen agar dapat berbelanja lagi di toko tersebut. Jadi, pembeli akan kembali berbelanja di toko yang memberikan kupon karena tidak ingin menyia-nyiakan kupon mereka. Kupon yang diberikan oleh toko dapat berupa kupon diskon untuk pembelian selanjutnya atau kupon harus dikumpulkan sampai jumlah tertentu agar dapat ditukarkan untuk sebuah produk gratis atau hadiah menarik.

Saat ini, banyak kupon dapat ditemukan dari media cetak dan situs-situs promo online. Cara ini dapat menguntungkan asal Anda mengetahui harga asli barang yang Anda inginkan dan membeli barang tersebut karena betul-betul dibutuhkan. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan masa berlaku kupon. Terkadang karena tidak ingin rugi, Anda terpaksa membeli barang yang tidak diperlukan karena mengingat masa berlaku kupon Anda akan berakhir segera. Pada akhirnya, Anda yang rugi karena barang yang Anda telah beli jarang atau bahkan sama sekali tidak digunakan.

 Cicilan 0%

Apabila Anda memiliki kartu kredit pasti Anda pernah mendengar promo cicilan 0%. Cicilan 0% memang banyak dilirik oleh pembeli karena seakan-akan Anda tidak akan membayar bunga saat mencicil barang. Sebenarnya di sistem promo cicilan 0%, harga yang dilihat oleh pembeli sudah termasuk dengan bunga tetapi setelah pihak kartu kredit setuju dengan harga yang ditawarkan pemilik toko.

Pihak toko dan pihak kartu kredit tentunya akan rugi kalau hanya memberi bunga 0% karena nilai uang dibayarkan akan menurun akibat adanya inflasi. Untuk jangka pendek, seperti 3 atau 6 bulan, pihak toko dan bank mungkin akan rugi sedikit demi promosi. Namun, untuk periode cicilan tahunan, pihak toko dan pihak kartu kredit tentunya sudah memiliki strategi tersendiri.

Umumnya, promo cicilan 0% ini menguntungkan tiga pihak:

  1. Bagi pembeli atau konsumen akan diuntungkan karena dapat membeli barang dengan mencicil tanpa bunga.
  2. Bagi penjual atau pemilik toko akan memperoleh banyak keuntungan karena barangnya laku dibeli oleh pembeli yang ingin mencicil tanpa bunga dan tentunya mendatangkan pembeli baru yang banyak.
  3. Buat pihak kartu kredit juga diuntungkan karena nasabahnya akan lebih sering menggunakan dan menggesek kartu kredit padahal bunganya sudah termasuk dalam harga barang. Selain itu, promo ‘cicilan 0%’ banyak menarik pemohon baru kartu kredit.

Nah, Anda sudah tahu kan istilah-istilah promo yang sering dipakai oleh toko-toko di mall bahkan online shop. Saatnya Anda mengambil tindakan yang bijak apabila melihat promo-promo di atas ketika sedang berbelanja agar dompet Anda tidak menipis di awal tahun 2019.