Kalkulator Bunga Tunggal

- {{ amount }} {{ 'usd' | translate }} +
- {{ interest }} % +

{{ "Monthly interest" | translate }}:

{{ interestMonthly | number: 2 }} {{ "usd" | translate }}

{{ "Yearly interest" | translate }}:

{{ interestYearly | number: 2 }} {{ "usd" | translate }}

Mari Mengenal Bunga Tunggal

Setiap uang yang dipinjamkan dari pihak kreditur seperti bank atau perusahaan keuangan kepada pihak debitur (peminjam), debitur harus mengembalikan sejumlah pokok utang (principal) disertai dengan fee dalam bentuk bunga (interest) yang dibebankan atas peminjaman uang tersebut.

Pokok utang adalah sejumlah uang yang awalnya dipinjam oleh peminjam dari bank atau perusahaan penyedia pinjaman. Pada saat membayar pokok utang, akan selalu ada persentase yang harus dibayarkan sebagai balas jasa atas pinjaman yang disebut “bunga”.

Bunga adalah sejumlah kompensasi yang harus dibayarkan oleh peminjam uang kepada pihak pemberi pinjaman atas penggunaan uang pinjaman dalam periode tertentu.

Mengapa setiap pembayaran pokok utang harus disertai dengan bunga?

Dalam ilmu keuangan, bunga dianggap sebagai harga dari sebuah pinjaman. Sejatinya, setiap bank atau perusahaan keuangan yang meminjamkan uang harus memperhitungkan nilai waktu dari uang (Time Value of Money) karena telah memberikan kesempatan kepada seseorang untuk meminjam uangnya.

Hal ini dilakukan karena selama uang dipinjamkan, pemberi pinjaman akan kehilangan nilai masa depan (Future Value) yang dapat diperoleh dari berbagai alternatif pemasukan yang menguntungkan dari pemanfaatan uang tersebut.

Secara umum, bunga dapat dihitung dengan dua bagian, yaitu:

  1. Bunga Tunggal (Simple Interest)
  2. Bunga Majemuk (Compound Interest)

Apa itu Bunga Tunggal?

Bunga tunggal adalah bunga yang dihitung hanya dari pinjaman pokok tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya. Selain itu, bunga tunggal ini cenderung diterapkan pada pinjaman jangka pendek saja.

Adapun jumlah uang dari bunga tunggal ditentukan dari tiga faktor, yaitu:

  • Pokok utang,
  • Suku bunga per tahun,
  • Lamanya waktu peminjaman.

Ketika kita menggunakan metode bunga tunggal, besaran bunga dapat dihitung dari nilai pokok awal (principal) dikalikan dengan tingkat bunga (interest) dan jangka waktu (time). Perhitungan bunga ini dilakukan sekali saja pada saat tanggal pelunasan pinjaman.

Secara matematis, bunga tunggal dapat dirumuskan sebagai berikut:

Si = P x r x t

Dalam artian:

Si      = Jumlah bunga yang terjadi (Simple Interest).

P       = Jumlah pokok yang dipinjam (Principal).

r      = Tingkat bunga per periode (Rate).

t        = Jangka waktu dalam tahun (Time).

Jangka waktu (t) yang digunakan pada umumnya adalah tahun, namun apabila jangka waktu dibuat dalam bulan, maka dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:

  1. Metode Bunga Tepat (Exact Interest Method) atau SIe
  2. Metode Bunga Biasa (Ordinary Interest Method) atau SIo

Dari kedua metode bunga tunggal diatas, bunga biasa (ordinary interest) lebih menguntungkan pemberi pinjaman dan merugikan peminjam. Sebaliknya, penggunaan metode bunga tepat (exact interest) akan menguntungkan peminjam dan merugikan pemberi pinjaman.

Oleh karena itu, banyak bank dan perusahaan keuangan lebih menyukai metode bunga biasa (ordinary interest) pada pinjaman, sementara untuk tabungan dan deposito bank atau perusahaan keuangan lebih memilih menerapkan metode bunga tepat (exact interest) dalam perhitungan bunganya.

Cara Menghitung Bunga Tunggal

  • Menentukan Besar Pokok Utang

Pokok utang adalah sejumlah dana yang dipinjamkan oleh pihak bank atau perusahaan keuangan dengan harapan dapat menghasilkan bunga.

Contohnya, ketika Anda meminjam uang Rp10.000.000 dari bank sebagai modal usaha toko pakaian. Jadi, pokok pinjaman yang diperoleh adalah Rp10.000.000.

  • Mengkonversikan Suku Bunga Dalam Bentuk Bilangan Desimal

Setiap pembayaran pokok utang, akan selalu ada ada persentase atau yang lebih dikenal sebagai bunga yang harus dibayarkan sebagai balas jasa atas pinjaman. Pada umumnya, suku bunga ditulis dalam persentase, tetapi untuk merubah menjadi bilangan desimal harus dibagi 100.

Pada saat bank atau perusahaan keuangan mengenakan suku bunga 5% atas pinjaman sebesar Rp10.000.000. Jika diubah menjadi bilangan desimal akan menjadi 5/100 = 0,05.

  • Hitung Jangka Waktu Pinjaman

Bunga diakumulasikan secara teratur dalam periode tertentu. Pada perhitungan bunga tahunan, jangka waktu yang diterapkan adalah satu tahun. Namun, jangka waktu bisa juga dihitung dalam bulan, minggu atau hari. Perlu diingat untuk menulis jangka waktu pinjaman lebih baik dalam bilangan desimal untuk menunjukkan berapa lama sampai pinjaman ini lunas.

Ketika Anda meminta agar pinjaman dapat dilunasi dilunasi dalam 1 tahun, maka jangka waktu pinjaman Anda adalah 1 tahun. Apabila Anda meminta jangka waktu berbeda, maka angkanya pun akan berbeda. Seperti contoh, jika Anda memilih bunga pinjaman selama 1 tahun dihitung bulanan, jangka waktu pinjaman akan menjadi: 1 tahun x 12 bulan = 12. Besarnya jumlah bunga yang akan dibayarkan sangat dipengaruhi oleh suku bunga dan jangka waktu pinjaman.

  • Rumus Bunga Tunggal

Hitunglah bunga pinjaman dengan melakukan perkalian sebagai berikut: pokok utang x suku bunga x periode pinjaman. Dengan menggunakan rumus Bunga tunggal dapat dilakukan seperti ini:

Si = P x r x t

Si = 10.000.000 x 0,05 x 1 = 500.000.

Jadi, Anda berutang bunga kepada bank sebesar Rp500.000 pada akhir tahun.

Sedangkan, jika Anda memilih untuk membayar bunga dalam jangka waktu yang lebih pendek, maka bunga yang harus dibayarkan pun akan semakin besar. Jika Anda setuju dengan perhitungan bunga dengan periode bulanan, maka angka “t” akan menjadi 12. Dengan jangka waktu 1 tahun, dan suku bunga 5% perbulan, bunga pinjaman pun akan menjadi lebih tinggi seperti di bawah ini:

Si = 10.000.000 x 0,05 x 12 = 6.000.000

Jadi, bunga pinjaman yang harus Anda bayar ke bank sebesar Rp6.000.000 pada akhir tahun.

  • Perhitungan Total Pinjaman Dengan Menambahkan Pokok Utang dan Bunga

Pada saat pelunasan pinjaman, peminjam tidak hanya membayar bunga, namun harus juga membayar pokok utang. Untuk mengetahui besarnya jumlah utang pinjaman yang harus dibayar secara keseluruhan, maka pokok utang harus ditambahkan dengan bunga dengan menggunakan perhitungan secara sederhana. Jumlah bunga yang ditambah dengan pokok utang sering disebut dengan “waktu jatuh tempo” pinjaman.

Untuk menghitung pinjaman, Anda harus menjumlahkan bunga dan pokok utang

Rp500.000 (bunga) + Rp10.000.000 (pokok utang) = Rp10.500.000

Jadi, total yang harus Anda bayarkan ke bank untuk melunasi utang dengan pokok utang Rp10.000.000 dan suku bunga 5% selama 1 tahun sebesar Rp10.500.000.

Kalkulator Bunga Tunggal

 Menghitung pinjaman dengan bunga tunggal secara manual tentulah penting untuk diketahui. Namun, melalui kalkulator pinjaman kami yang tersedia di bagian atas akan sangat memudahkan Anda untuk mengetahui jumlah yang akan dibebankan bank atau perusahaan keuangan, baik itu dalam jangka waktu bulanan ataupun tahunan sesuai dengan pokok utang yang telah diberikan dalam kontrak Anda.

Di Financer.com, kami menyediakan kalkulator bunga tunggal secara gratis kepada pengunjung kami. Kalkulator bunga tunggal di atas adalah salah satu fitur luar biasa yang dapat diakses dan digunakan bagi siapa saja yang ingin mengetahui besaran bunga dan biaya total yang harus dibayarkan setiap jatuh tempo pinjaman Anda tanpa harus mengalkulasi secara manual lagi.

Perbedaan Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

Perhitungan bunga pinjaman dengan cara sederhana yang telah Anda lakukan di atas akan lebih sesuai untuk memperkirakan bunga pada pinjaman jangka pendek dan umumnya diaplikasikan untuk kredit tanpa agunan (KTA) atau kredit pemilikan rumah (KPR).

Banyak bank atau perusahaan kartu kredit, pinjaman, atau investasi menggunakan lebih memilih menerapkan perhitungan bunga majemuk karena dengan semakin panjangnya jangka waktu pinjaman, maka bunga yang akan dihasilkan juga akan semakin besar dibandingkan dengan perhitungan bunga tunggal. Sehingga, jika Anda ingin meminjam uang, ketahuilah terlebih dahulu cara menghitung bunga yang akan dibebankan oleh bank atau perusahaan keuangan kepada Anda.

Adapun pengertian dari bunga majemuk adalah bunga yang dijumlahkan dengan pokok utang setiap periode dan bunga akan terus menerus ditambahkan ke pokok utang sehingga bunga sebelumya akan berbunga lagi. Sehingga, pokok utang yang terus menghasilkan bunga akan terus meningkat.

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.