17 Biaya Kartu Kredit Yang Wajib Diperhatikan Agar Tidak Tekor

Baca ulasan di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang 17 biaya kartu kredit agar tidak tekor lagi setiap bulannya

Lihat semua pilihan kartu kredit

Apa Saja Biaya-Biaya Kartu Kredit?

Kartu kredit telah menjadi kartu sakti di kalangan masyarakat Indonesia karena berbagai kemudahaan transaksi non-tunai yang ditawarkan, baik melalui mesin EDC maupun online. Hampir seluruh bank komersil di Indonesia menawarkan produk kartu kredit, belum lagi banyak fintech yang mulai menawarkan produk kartu kredit digital, contohnya seperti Kredivo. Selain itu, adanya berbagai kesempatan untuk menikmati privileges, seperti bonus, promo, travel miles, cash back, cicilan 0%, airport lounge, dan lain-lain membuat penggunaan kartu kredit sulit untuk dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari.

Sayangnya, di balik segala kelebihan dan kemudahan kartu kredit ada deretan tagihan yang harus dibayarkan oleh pemilik kartu kredit. Kartu kredit tidak hanya membebankan bunga untuk setiap transaksi tetapi juga membebankan berbagai macam biaya yang kalau dihitung-hitung lumayan menguras kantong.

Banyak orang terjebak utang kartu kredit karena tidak sadar akan beragam biaya yang dibebankan dari proses transaksi menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, bagi Anda yang berniat mengajukan kartu kredit atau telah memiliki kartu kredit, sebaiknya memperhatikan dengan teliti biaya-biaya seputar transaksi kartu kredit agar tidak tekor.

Nah, pasti Anda penasaran kan biaya-biaya kartu kredit apa saja yang diberlakukan bank penerbit kartu kredit, bukan? Agar lebih jelas, mari kita simak satu per satu biaya kartu kredit yang wajib diketahui oleh semua pemilik kartu kredit di bawah ini.

1. Biaya Tahunan

Umumnya, kartu kredit yang beredar di Indonesia membebankan biaya tahunan yang harus dibayarkan nasabah agar tetap bisa menggunakannya. Namun, setiap penerbit kartu kredit terkadang memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ada yang menagih biaya tahunan pada tagihan pertama, ada yang menagih setelah pemakaian kartu kredit selama 1 tahun, dan ada juga yang membebankan biaya tahunan pada tahun ke 2 jadi tahun pertama masih bebas biaya tahunan.

Kartu kredit yang ditawarkan oleh bank biasanya terdiri dari beberapa jenis, yaitu silver, gold, dan platinum. Biaya dari jenis kartu tersebut tentunya berbeda-beda. Kisaran biaya tahunan kartu kredit di Indonesia, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Biaya tahunan juga bisa mahal apabila kartu kredit yang diajukan memiliki layanan dan fitur yang segmentasinya premium atau eksklusif.

Agar memperoleh banyak nasabah, beberapa bank penerbit kartu kredit menawarkan gratis biaya tahunan untuk tahun pertama. Namun, ada juga bank penerbit kartu kredit yang tidak membebankan biaya tahunan selama nilai transaksi mencapai minimal 30% dari limit yang diberikan.

2. Biaya Materai

Tahukah Anda biaya dari kartu kredit yang banyak tidak diketahui bahkan dilupakan? Jawabannya adalah biaya materai. Berdasarkan pada PP No.24 Tahun 2000 tentang Perubahan Bea Materai dan Besarnya Batas Pengenaan Harga Nominal, biaya materai dibebankan pada transaksi diatas Rp250,000.

Jadi, setiap transaksi ritel dari kartu kredit dengan nilai di atas Rp250,000 sampai Rp1,000,000 akan dikenakan biaya materai Rp3,000. Sedangkan transaksi di atas Rp1,000,000 akan dikenakan biaya materai Rp6,000. Biaya materai inilah yang kerap dilupakan nasabah pada saat membayar lunas tagihan kartu kredit. Jadi, pastikan Anda mengingat jumlah transaksi ritel dan mengingat biaya materai saat membayar lunas tagihan kartu kredit.

Misalnya, Anda membeli laptop Macbook dengan harga Rp20 juta menggunakan kartu kredit dan akan melunasi full tagihan tersebut sebelum jatuh tempo. Seandainya Anda hanya membayar tagihan kartu kredit sebesar Rp20 juta di bulan ini, maka bulan depannya pihak penerbit kartu kredit akan menuliskan biaya materai dalam tagihan kartu kredit Anda

3. Biaya Keterlambatan

Anda sering terlambat membayar tagihan kartu kredit? bersiaplah membayar biaya keterlambatan. Sebab, bank penerbit kartu kredit selalu mengenakan denda kepada nasabah yang tidak disiplin melunasi tagihan bulanan.

Apabila seseorang telat membayar tagihan sampai tanggal jatuh tempo, maka penalti yang akan dibebankan kepada Anda sebesar 3% dari total tagihan atau nilai maksimum yang telah ditetapkan bank penerbit kartu kredit.

Agar tidak didenda, sebaiknya Anda membayar tagihan sebelum jatuh tempo yang biasanya 15 hari dari tanggal penerbitan tagihan. Atau Anda juga bisa mengakalinya dengan membayar langsung setelah tanggal cetak tagihan kartu kredit sudah keluar, jadi Anda tidak kena denda dan bebas bunga juga.

Untuk meminimalisir risiko kehilangan atau kerusakan surat tagihan kartu kredit, Anda dapat memanfaatkan email sebagai alamat pengiriman tagihan kartu kredit. Itung-itung juga Anda mengurangi penggunaan kertas sebagai upaya nyata melindungi alam.

4. Biaya Bunga

Umumnya, penerbit kartu kredit atau bank mengenakan bunga sekitar 2,25% per bulan atau 27% per tahun. Bank penerbit kartu kredit mengenakan bunga kepada nasabah yang membeli barang dengan sistem cicilan menggunakan kartu kredit. Contohnya, Anda memilih cicilan dengan tenor 6 bulan atau 12 bulan, maka penerbit kartu kredit Anda akan mengenakan bunga tertentu pada cicilan Anda.

Selain itu, penerbit kartu kredit juga akan membebankan biaya bunga apabila Anda memilih pembayaran minimum setiap bulannya, seperti hanya membayar 10% atau 30% dari tagihan Anda. Jadi, sisa tagihan bulan lalu akan dikenakan bunga ketika Anda membayar tagihan bulan berikutnya. Agar terhindar dari biaya bunga, sebaiknya membayar full tagihan sebelum tanggal jatuh tempo. Dan setiap mengambil cicilan tetap dengan menggunakan kartu kredit, ingatlah untuk selalu mengecek biaya bunganya.

5. Biaya Kelebihan Pemakaian (Overlimit)

Setiap kartu kredit yang dimiliki nasabah memiliki batas (limit) nominal untuk setiap transaksi belanja ataupun tarik tunai. Batas transaksi untuk setiap kartu kredit bervariasi, mulai dari Rp3 juta, ratusan juta bahkan tidak terbatas.

Apabila Anda menggunakan kartu kredit melebihi limit kartu yang telah ditetapkan, maka Anda akan dikenakan biaya kelebihan pemakaian (overlimit). Umumnya, penerbit kartu kredit menetapkan batas minimum dan maksimum biaya overlimit tergantung dari tipe kartu kredit. Biaya overlimit yang dikenakan sekitar 5% dari transaksi. Jadi, sebelum kebablasan dalam bertransaksi, pastikan Anda mengetahui dan mengingat batas nominal transaksi kartu kredit Anda.

6. Biaya Penggantian Kartu Rusak atau Hilang

Kehilangan barang-barang berharga, seperti, kartu debit atau kartu kredit tentunya sangat menyebalkan dan merepotkan. Namun, mau tidak mau Anda harus mengurusnya agar mendapatkan penggantian kartu baru.

Tahukah Anda bahwa ada biaya yang harus dibayarkan untuk penggantian kartu kredit baik yang rusak atau hilang? Ya, memang betul ada biaya yang harus dibayarkan dan biaya yang dipatok oleh penerbit kartu pun berbeda-beda. Besaran penggantian kartu, mulai dari Rp30.000 hingga Rp75.000.

 

7. Biaya Ganti Pin

Biasanya bank atau penerbit kartu kredit menyarankan para pengguna sebaiknya mengganti Personal Identification Number atau lebih dikenal dengan sebutan PIN secara berkala untuk menjaga keamanan kartu kredit. Biaya yang harus dibayarkan untuk mengganti pin ini sekitar Rp25.000. Jadi, semakin sering Anda mengganti PIN kartu kredit Anda, maka akan semakin besar pengeluaran Anda.

8. Biaya Tarik Tunai

Kartu kredit tidak hanya dapat digunakan untuk transaksi non-tunai tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menarik uang tunai. Namun, penarikan uang tunai tidak dapat dilakukan disembarang tempat. Umumnya, penarikan uang tunai dengan kartu kredit dapat dilakukan di ATM atau di minimarket tertentu, seperti Indomaret atau Alfamart.

Sayangnya, tarik tunai dengan kartu kredit ini memakan biaya yang tidak sedikit karena pengguna tidak hanya membayar bunga tetapi juga biaya tarik tunai. Rata-rata biaya yang dibebankan oleh bank penerbit kartu kredit, mulai dari 4% – 6% dari jumlah dana yang ditarik. Jadi, sebisa mungkin hindari melakukan transaksi tarik tunai menggunakan kartu kredit. Namun, kalau Anda terkadang harus melakukan tarik tunai memakai kartu kredit, pilihlah kartu kredit dengan biaya tarik tunai rendah.

9. Biaya Konversi Mata Uang

Salah satu manfaat kartu kredit adalah Anda dapat menggunakannya saat berada di luar negeri. Tetapi Anda juga harus tahu kalau ada biaya yang dikenakan saat melakukan transaksi di luar negeri. Biaya tersebut adalah biaya konversi mata uang asing.

Apabila Anda membeli barang di luar negeri menggunakan kartu kredit terbitan bank Indonesia, maka Anda harus membayar biaya konversi mata uang asing yang digunakan di negara yang sedang dikunjungi. Begitu pun juga saat Anda berbelanja online di website yang berada di luar negeri, Anda harus membayar biaya mata uang asing.

Untuk menghindari mengeluarkan biaya konversi mata uang yang banyak, sebaiknya Anda memilih kartu kredit dengan nilai tukar mata uang asing yang bersaing. Jadi, sering-seringlah mengupdate promo yang ditawarkan bank penerbit kartu untuk memperoleh penawaran terbaik untuk biaya konversi mata uang asing.

10. Biaya Cetak Tagihan Bulanan

Meskipun terdengar aneh tetapi beberapa bank penerbit kartu kredit membebankan biaya cetak tagihan bulanan kepada pengguna. Biayanya pun bervariasi, mulai dari Rp15.000 hingga Rp30.000. Anda tentunya dapat menghindari biaya cetak tagihan ini apabila memilih memakai tagihan dalam bentuk surat elektronik (billing statement). Jadi, cobalah memanfaatkan tagihan dalam bentuk email untuk menghemat pengeluaran.

11. Biaya Salin Tagihan

Saat ini, setiap bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan billing statement dalam bentuk digital ke email nasabah. Meskipun pengiriman billing statement telah dikirimkan secara online tetapi masih saja ada nasabah yang meminta dikirimkan tagihan dalam bentuk cetak.

Biaya salinan tagihan dalam bentuk cetak ini tentunya berbeda-beda tergantung dari kebijakan penerbit kartu kredit. Besaran yang dipatok untuk salinan tagihan ini, mulai dari Rp5.000 – Rp30.000 untuk tagihan bulanan. Apabila pengguna ingin mendapatkan ringkasan salinan tagihan tahunan juga biayanya jauh lebih besar. Untuk menghindari biaya salinan tagihan ini, Anda dapat memanfaatkan fasilitas e-statement atau e-billing yang akan dikirimkan lewat email Anda.

12. Biaya Penolakan Cek/Giro atau Autodebit

Terkadang ada nasabah yang membayar tagihan kartu kredit menggunakan lembar cek atau giro yang harus diproses lewat kliring. Biaya dibebankan apabila pada kelanjutan cek atau giro dikembalikan oleh bank. Biaya yang dipatok juga bervariasi, mulai dari Rp25.000 sampai Rp50.000.

Hal yang sama juga berlaku ketika nasabah mengaktifkan fitur autodebit untuk membayar tagihan kartu kredit, namun saldo rekening ditabungan tidak cukup untuk membayar tagihan saat tanggal jatuh tempo. Bank penerbit kartu kredit secara otomatis akan mengenakan biaya atas kegagalan autodebit tersebut. Nah, pastikan saldo rekening tabungan Anda selalu cukup sebelum tanggal autodebit pembayaran tagihan kartu kredit sudah dekat.

13. Biaya Pembatalan Cicilan

Sering kali ada nasabah yang melunasi lebih awal cicilan sebelum jangka waktu cicilan kartu kredit berakhir. Ini biasanya karena nasabah memiliki uang berlebih dan ingin segera terlepas dari utang. Namun, nasabah akan tetap dikenakan biaya pembatalan cicilan. Contohnya, nasabah membeli motor seharga Rp20 juta dengan skema cicilan kartu kredit dengan jangka waktu pinjaman selama 6 bulan. Seandainya, nasabah tersebut melunasi tagihannya di bulan ke 3 sebelum jatuh tempo, maka nasabah tersebut akan dikenakan biaya pembatalan cicilan. Biaya yang dipatok untuk pembatalan cicilan, mulai dari Rp200.000 sampai Rp250.000. Lumayan besar bukan?

14. Biaya Salinan Bukti Transaksi

Biasanya ada nasabah yang meminta salinan bukti transaksi tetapi tidak semua bank penerbit kartu kredit dapat memberikan salinan bukti transaksi. Kalau pun ada bank penerbit kartu kredit yang bisa memberikan pastinya akan dikenakan biaya. Biayanya yang dikenakan berbeda-beda dan bisa mencapai Rp30.000 per slip.

15. Biaya Pengembalian Saldo Kredit

Biaya pengembalian saldo kredit adalah biaya yang dibebankan kepada nasabah yang meminta pengembalian saldo kredit yang masih ada di kartu kreditnya. Beberapa bank penerbit kartu kredit mengenakan biaya pengembalian saldo kredit sekitar Rp15.000.

16. Biaya Credit Shield

Biaya credit shield adalah biaya yang tujuannya untuk memberi perlindungan ketika pengguna kartu kredit mengalami kecelakaan, cacat tetap, atau meninggal. Credit shield ini layaknya seperti asuransi yang mengcover nasabah saat mengalami hal-hal buruk. Biaya credit shield sekitar 0,6 persen dari setiap tagihan dan bersifat opsional.

Namun, terkadang nasabah memilih untuk mengikuti credit shield ini setelah berhasil dibujuk rayu oleh pihak marketing kartu kredit. Bagi nasabah yang tidak memiliki asuransi sama sekali mungkin bisa menambahkan pilihan credit shield ini pada kartu kreditnya. Akan tetapi, jika pengguna sudah memiliki berbagai asuransi tentunya tidak perlu lagi dengan credit shield karena asuransi yang dimiliki sudah dapat mengcover pengguna ketika mengalami hal-hal buruk.

17. Biaya Penukaran Reward Points

Biaya penukaran reward points adalah biaya yang dibebankan kepada pengguna kartu kredit saat menukarkan reward points untuk upgrade penerbangan kelas bisnis, voucher, hadiah dan sebagainya. Biaya penukaran reward points ini biasanya dipatok sebesar Rp15.000. Namun, tidak semua bank penerbit kartu kredit mengenakan biaya untuk penukaran reward points.

Itulah dia 17 biaya dalam kartu kredit yang harus Anda ketahui dan perhatikan sebagai pengguna. Semoga dengan mengetahui biaya-biaya tersebut Anda bisa lebih bijak menggunakan kartu kredit agar tidak tekor lagi.

Tentang Penulis

Pemberi pinjaman tahun ini

Kami ingin menunjukkan pemberi pinjaman yang paling populer. Perusahaan-perusahaan pinjaman ini yang paling terpercaya dan dinilai tinggi berdasarkan ulasan pelanggan.

(berdasarkan 16 ulasan)

(berdasarkan 44 ulasan)

(berdasarkan 45 ulasan)

Bandingkan semua pemberi pinjaman

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

×

Tolong beri nilai 17 Biaya Kartu Kredit Yang Wajib Diperhatikan