Lebih Baik Menabung atau Berinvestasi?

5 menit

Anda pasti pernah bimbang kan antara menabung atau berinvestasi, bukan? Bagaimana tidak, menabung dan berinvestasi, keduanya sama-sama baik dan dianjurkan bagi semua orang agar memiliki masa depan yang cerah. Menabung sangat dianjurkan. Sedangkan investasi juga sangat dianjurkan. Lalu, apa yang menjadi patokan untuk memilih salah satunya? Mari kita bahas sama-sama ya sobat Financer.

Tabungan adalah tempat menabung yang diselenggarakan dan dilakukan oleh bank umum atau syariah yang terdaftar resmi di badan pemerintah, khususnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia, seseorang yang ingin membuka rekening tabungan atau menjadi pemilik rekening tabungan harus memiliki kartu identitas. Merujuk dari peraturan ini, dapat disimpulkan bahwa pemegang rekening tabungan umumnya adalah orang dewasa.

Bank yang berperan sebagai penyelenggara rekening tabungan akan menganggap produk tabungan sebagai sumber modal dana yang murah. Karena setiap dana yang berada di rekening tabungan hanya akan mendapatkan bunga sekitar 0,17% per bulan atau 2% per tahun.

Sedangkan uang yang telah dikumpulkan nasabah di dalam rekening tabungan akan dimanfaatkan oleh bank sebagai pinjaman. Jadi, bank akan menyalurkannya dana tersebut kepada debitur dalam bentuk kredit yang akan dikenakan bunga lebih dari 12% per tahun. Apabila kita menghitung kasar, dapat terlihat bahwa keuntungan yang diperoleh bank dari bisnis pinjaman ini lumayan menjanjikan, bukan?

Undian Untuk Menarik Nasabah

Umumnya, untuk meningkatkan jumlah dana yang dimiliki nasabah di rekening tabungan mereka, pihak bank sering melakukan program undian berhadiah yang nilainya terbilang fantastis, seperti dana tunai, gadget terbaru, sepeda motor hingga mobil mewah sekelas BMW atau Mercedes.

Hal ini dilakukan untuk mendorong nasabah pemilik rekening tabungan untuk menaikkan jumlah saldo tabungan agar bisa memenangkan hadiah. Namun, karena hal tersebut hanya sebatas undian, jadi seseorang bisa saja menang atau malah gigit jari alias kalah. Sedangkan pihak bank akan tetap untung karena tetap mendapatkan dana dari saldo tabungan nasabah.

Jika menabung berkaitan erat dengan kata menyimpan, sedangkan investasi malah berkaitan erat dengan kata membeli. Ya, investasi adalah tentang membeli aset dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga (capital gain) dan mendapatkan imbalan bunga lainnya. Karena keuntungan yang diharapkan berasal dari selisih harga yang timbul dari pergerakan harga, maka investasi dapat sangat berisiko dibandingkan dengan produk rekening tabungan.

Jangan Menaruh Semua Telur Ke Dalam Satu Keranjang

Untuk lebih jelasnya, pergerakan harga menunjukkan bahwa ada mekanisme pasar yang sedang berjalan. Jadi, kalau pasar menunjukkan ada keterbatasan pasokan atas aset yang Anda miliki, maka dengan sendirinya nilai jual aset Anda akan meningkat.

Sebaliknya, apabila pasokan aset yang Anda miliki berlebih atau dengan kata lain lebih besar penawaran daripada permintaan, maka secara otomatis nilai aset Anda juga akan turun. Inilah yang disebut dengan risiko pasar. Kita tidak bisa mendikte dan memprediksi pasar. Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan investasi dengan kondisi pasar ya, sobat Financer.

Sebisa mungkin, jangan menaruh semua telur Anda ke dalam satu keranjang. Maksud dari ungkapan ini adalah lakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko kerugian investasi. Saat ini, ada berbagai macam investasi yang telah tersedia di Indonesia, seperti bursa efek, peer to peer lending, investasi emas, cryptocurrency, obligasi, asuransi dan lain-lain. Anda dapat berinvestasi pada berbagai macam investasi hanya di Financer.

Kenali Risiko Sebelum Berinvestasi

Sampai di sini sudah paham? Oke. Selanjutnya, aset itu sendiri juga memiliki risiko yang sangat identik dengan dirinya atau dikenal dengan unsystematic risk. Sebagai contoh ketika Anda memiliki aset properti, di mana pada awalnya tidak pernah terjadi banjir, tetapi karena tanggul yang ada di sekitar properti Anda tidak kuat, maka setiap terjadi hujan lebat, air sungai pasti akan masuk ke dalam properti Anda.

Dengan kondisi tersebut di atas, misalkan pada saat Anda membeli properti tersebut dengan harga Rp100 juta, apakah Anda yakin bahwa dengan kondisi yang sering banjir tersebut nilai aset Anda sekarang masih Rp100 juta. Dalam kondisi normal hampir dapat dipastikan hal ini tidak akan terjadi, artinya investasi Anda bukannya mendapatkan peningkatan (gain) atau keuntungan tetapi malah mendapatkan kerugian.

Penjelasan di atas mengajarkan kita bahwa sebelum berinvestasi, hendaklah mempelajari segala risiko agar Anda bisa mempersiapkan mental dan fisik untuk menanggung risiko yang akan terjadi jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan Anda. Dalam hal ini, Anda bisa mempelajari segala hal tentang investasi di Financer.com.

Namun, kalau Anda tidak mampu menanggung risiko yang kemungkinan besar terjadi, sebaiknya rencana investasi dibatalkan atau dialihkan ke instrument lainnya. Pertimbangan seperti ini tidak akan Anda temukan pada produk tabungan karena hasil keuntungannya telah ditentukan sejak awal pembukaan rekening tabungan, dan pasti akan diberikan pada saat jatuh tempo.

Perbedaan dan Kesamaan Antara Menabung dan Investasi

Setelah memahami secara singkat mengenai karakteristik dari tabungan dan investasi, dapat disimpulkan bahwa perbedaan dan persamaan kedua instrumen tersebut adalah kurang lebih sebagai berikut:

  • Tabungan hampir sama sekali tidak memiliki risiko sedangkan investasi sebaliknya, yaitu memiliki risiko tidak terbatas.
  • Tabungan memberikan keuntungan yang kecil, sedangkan investasi tidak pasti. Jadi, ada kemungkinan keuntungannya lebih besar daripada tabungan dan ada kemungkinan rugi juga.
  • Investasi tidak memiliki lembaga penjamin, sedangkan tabungan mempunyai lembaga penjamin, namanya LPS—Lembaga Penjamin Simpanan.
  • Tabungan memiliki dua regulator dan pengawas, yakni Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sedangkan investasi hanya memiliki satu saja pengawas, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Tabungan tidak dibatasi waktu, sedangkan investasi dibatasi sesuai dengan terms & conditions.
  • Terakhir, karena rekening tabungan adalah produk bank, dan bank memiliki kantor cabang dan cabang pembantu tersebar di mana-mana. Sedangkan investasi hanya terkonsentrasi di tempat tertentu.

 

Apakah Lebih Baik Menabung atau Berinvestasi?

Kembali ke pertanyaan awal. Sebenarnya, keduanya sama-sama baik. Ini tergantung bagaimana kita mengelola keduanya. Dari sisi perencanaan keuangan, jumlah uang dalam tabungan hanya disarankan untuk menutupi biaya hidup dan biaya darurat (emergency) saja. Sisanya, disarankan untuk diinvestasikan dalam instrumen yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi. Dengan cara demikian, tingkat pertumbuhan aset akan semakin cepat dibandingkan seluruh uang yang dimiliki disimpan dalam rekening tabungan.

Karena investasi umumnya membutuhkan dana yang relatif lebih besar dibandingkan menabung di bank, maka sangat disarankan bagi setiap calon investor untuk mengumpulkan dana terlebih dahulu ke rekening tabungan agar tidak menggunakannya diluar rencana. Kemudian, setelah jumlah minimum investasi yang disyaratkan sudah cukup, maka dana yang telah dikumpulkan di rekening tabungan dapat dialihkan ke investasi. Penjelasan ini hanya sebagai contoh, dan ini harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Dan sebagai tambahan, untuk memilih menabung atau berinvestasi, kita juga harus menjadikan tingkat suku bunga sebagai patokan ya, sobat Financer. Kok bisa? Ya bisa. Jadi, apabila bank meningkatkan suku bunga, maka lebih baik Anda menabung uang Anda di bank. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga rendah, lebih baik Anda berinvestasi. Jadi, jika ditanya lebih baik menabung atau berinvestasi? Jawabannya tergantung situasi dan kondisi. Tidak ada yang lebih baik satu dengan yang lainnya.

Oh iya, jika sampai di sini Anda masih belum puas dan belum mengerti, Anda bisa mempelajari dan menggali informasi tentang tabungan dan investasi di Financer.com. Selain itu, Anda juga bisa mengajukan pinjaman dan kartu kredit secara gratis di Financer.com. Selamat menabung dan berinvestasi. Semoga sobat Financer menjadi the next millionaire di Indonesia.

Bandingkan Produk Tabungan dan Investasi Di Sini

×

Tolong beri nilai Lebih Baik Menabung atau Berinvestasi?