Cara Memulihkan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

2 menit

Tidak terasa libur lebaran telah selesai. Momen lebaran memang lumayan menguras kantong dan tabungan karena Anda harus menyiapkan banyak hal. Mulai dari kue, masakan lebaran, mudik, membeli pakaian baru, memberi angpau kepada sanak saudara, dan banyak lagi.

Tidak heran, banyak orang yang menabung dari jauh hari agar memiliki persiapan uang yang cukup untuk menyambut lebaran. Bahkan ada juga yang rela mencari pinjaman untuk merayakan lebaran yang meriah bersama keluarga.

Sayangnya, dibalik perayaan libur lebaran ini banyak orang yang kehabisan uang setelah lebaran. Uang yang tersisa pun tinggal sedikit sehingga banyak yang tidak yakin memiliki uang cukup sampai akhir bulan.

Nah, sobat Financer tidak usah galau dan sedih, karena kami akan memberikan cara untuk memulihkan kondisi keuangan setelah libur lebaran.

Penasaran? Mari kita simak cara memulihkan kondisi keuangan yang bisa Anda praktekkan setelah libur lebaran:

1. Membuat Catatan Pengeluaran

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat satu per satu pengeluaran, baik selama libur lebaran dan setelah libur lebaran. Ini harus Anda lakukan untuk mengetahui pos pengeluaran apa saja yang menyebabkan pengeluaran sangat banyak selama libur lebaran.

Jadi, Anda bisa mengalokasikan uang gaji atau penghasilan untuk mengisi kembali rekening tabungan yang sudah kosong karena tidak sengaja terpakai.

Selain itu, dengan mencatat pengeluaran, Anda juga bisa menjadikan acuan pengeluaran lebaran ini untuk menghadapi lebaran tahun depan. Dengan mencatat dan memeriksa ulang rincian pengeluaran lebaran tahun ini, Anda bisa menekan pos pengeluaran yang tidak penting ke depannya.

Pada akhirnya, pengeluaran setelah libur lebaran dapat diminimalkan. Contohnya, tidak berlanggaran Netflix untuk sementara, mengurangi jalan-jalan ke mal, dan sebagainya.

2. Mengatur Anggaran Pengeluaran

Mengatur pengeluaran adalah salah satu cara efektif untuk memulihkan kembali kondisi keuangan setelah libur lebaran. Anda dapat memulainya dengan membuat anggaran pengeluaran dan membatasi pengeluaran bulanan Anda.

Contohnya, Anda biasanya menghabiskan uang sebesar Rp500.000 untuk belanja pakaian di online shop setiap bulannya. Nah, Anda bisa berhenti atau mengurangi pengeluaran belanja pakaian menjadi Rp 150.000 atau 200.000 per bulan.

Jadi, sisa dari penghematan dapat Anda alokasikan untuk keperluan yang lebih penting, seperti makan, sewa rumah atau transportasi.

3. Prioritaskan Kebutuhan Primer

Setelah membuat rincian anggaran pengeluaran, kemudian urutkan kebutuhan Anda mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.

Untuk kebutuhan yang bersifat tersier, Anda bisa menundanya terlebih dahulu agar dapat memenuhi kebutuhan primer dan membayar tagihan bulanan Anda.

Jadi, uang yang biasa digunakan untuk keperluan yang tidak penting dapat Anda alokasikan pada kebutuhan primer.

4. Bayar Utang

Jika Anda menggunakan kartu kredit saat membeli keperluan lebaran, maka yang harus segera Anda lakukan adalah membayar tagihan utang kartu kredit.

Pastikan Anda selalu memperhatikan kebutuhan primer ketika membayar utang sehingga keduanya berjalan dengan seimbang.

Jangan lupa untuk konsisten bayar utang pinjaman sesuai kemampuan Anda agar dapat membantu pemulihan kondisi keuangan setelah libur lebaran.

5. Batasi Pengeluaran Harian

Apakah Anda sering makan siang di luar kantor? Jika iya, mungkin Anda bisa mencoba untuk membawa bekal makan siang dari rumah.

Bangunlah lebih pagi supaya Anda sempat mempersiapkan bekal makan siang ke kantor. Mengkonsumsi makanan sehat yang dibuat dari rumah juga membuat Anda lebih sehat. Anda tentunya bisa menghemat banyak uang karena makan di luar cenderung lebih mahal.

Apabila Anda selalu mengendarai mobil saat bepergian, Anda bisa mencoba beralih menggunakan transportasi umum. Selain menghemat pengeluaran bahan bakar minyak dan biaya maintenance mobil, Anda juga bisa menghemat banyak waktu dan energi karena Anda tidak capek lagi menyetir mobil saat macet.

6. Kembali Menabung

Kebanyakan orang di Indonesia memang menghabiskan banyak uang saat merayakan lebaran. Karena itu, segeralah membenahi tabungan Anda dengan tetap menyisihkan uang untuk ditabung.

Meskipun jumlah uang yang ditabung mungkin tidak banyak, setidaknya Anda punya back-up jika suatu saat mengalami musibah, jatuh sakit atau butuh uang di kemudian hari.

Namun, sebaiknya Anda langsung menyisihkan uang Anda untuk ditabung ketika sudah menerima gaji atau penghasilan.

Jangan sampai menunggu sampai ada sisa pengeluaran karena bisa jadi semua uang Anda sudah habis. Jadi, jangan lupa kembali menabung ya guys!

Disiplin!

Semua cara yang dipaparkan di atas tentu akan sia-sia jika Anda tidak ada niat dan langsung mengaplikasikannya. Sebab, disiplin adalah kunci utama untuk memulihkan kondisi keuangan Anda.

Meskipun tidak mudah untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan uang terbatas. Namun, ingatlah selalu tujuan Anda melakukan hal ini adalah untuk memulihkan kembali kondisi keuangan setelah libur lebaran.

Jadi, banyaklah bersabar untuk sementara waktu dan lewati masa pemulihan keuangan ini dengan pikiran positif dan senyuman 🙂

Dapatkan tips menabung dan investasi di sini

×

Tolong beri nilai Cara Memulihkan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

  • Nilai
  • Ulasan
  • Masukkan

Nilai

Bagaimana Anda menilai layanan dan produk Cara Memulihkan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran?

Kembali

Ulasan

Bagaimana layanannya? Apakah Anda menemukan masalah? Apakah perusahaan memenuhi harapan Anda? Jangan pergi tanpa meninggalkan apa pun - kami ingin mengetahui semua yang baik dan semua yang buruk!

Masukkan

Satu langkah lagi untuk mengirimkan ulasan Anda

Masuk dengan email Anda
Buat akun baru di bawah ini
 Ulasan Anda sedang tertunda. Silakan periksa email Anda dan klik tautan konfirmasi.