Manajemen Keuangan

Financer selalu berbagi tips dan panduan yang bermanfaat untuk mengubah dan mengatur manajemen keuangan Anda lebih baik.

Aplikasi Perencana Keuangan Terbaik

DirekomendasikanDipilih 54 kali
  • Aplikasi perencana keuangan pertama terdaftar OJK
  • Gratis digunakan selama 30 hari
  • Dapat diunduh di Google Play Store atau Apple Store
  • Menyediakan jasa konsultasi online yang tersertifikasi CFP® (Certified Financial Planner).

Cara Mengatur Keuangan

Manajemen Keuangan

Penghasilan sebesar apapun tidak akan pernah cukup memenuhi kebutuhan jika Anda tidak tahu cara mengatur keuangan.

Orang kaya pun akan mengalami masalah finansial jika tidak tahu cara mengatur keuangan pribadi dengan baik.

Sejatinya, mengelola keuangan merupakan kunci utama dalam menggapai kesuksesan finansial. Apalagi dengan semakin meningkatnya biaya hidup menuntut kita untuk lebih cerdas dalam mengatur keuangan agar tidak terjerat utang.

Jika Anda belum menikah atau telah berkeluarga, mari biasakan diri dari sekarang untuk mengelola keuangan lebih baik agar kebutuhan dapat terpenuhi.

Ingin tahu bagaimana cara manajemen keuangan pribadi? Mari kita simak ulasan berikut ini:

Kelola Keuangan

Kita dapat mengatur keuangan pribadi dengan memahami dua konsep sederhana, yaitu pemasukan dan pengeluaran.

Penghasilan adalah jumlah uang yang anda peroleh seperti gaji bulanan, pendapatan usaha, pendapatan investasi, uang pensiun, uang sewa dan lain sebagainya. Sedangkan, pengeluaran adalah pembayaran produk atau jasa dengan penghasilan.

Keuangan pribadi terdiri atas berbagai topik, seperti kelola keuangan, catatan keuangan pribadi, dan mengelola pinjaman dengan bijak.

Dengan memahami dasar-dasar kelola keuangan akan membuat Anda hidup dengan baik mulai hari ini dan membangun masa depan keuangan yang stabil.

Catatan Keuangan Pribadi

Kalkulator Pinjaman

Sudahkah Anda membuat catatan keuangan pribadi Anda setiap bulannya? Jika belum, mulailah mencatat pendapatan bulan ini agar Anda dapat mengatur keuangan pribadi dengan baik.

Rincian pendapatan ini berasal dari gaji sebagai seorang karyawan perusahaan atau pegawai negeri.

Anda juga harus mencatat jika mendapatkan pemasukan dari profesi lain atau usaha sampingan seperti freelancer, sopir taksi online, bisnis jualan online, guru les, bisnis sewa rumah dan sebagainya. Contohnya seperti dibawah ini:

Gaji sebagai karyawan :                                            Rp3.000.000

Upah sebagai sopir taksi online :                             Rp5.000.000

Bisnis sewa kos (5 kamar x Rp500.000) :                Rp2.500.000 +

Total :                                                                         Rp10.500.000

Pemasukan Anda per bulan adalah Rp10.500.000

Mencatat Pengeluaran

 Setelah Anda mencatat rincian pendapatan Anda, selanjutnya alokasikan pendapatan Anda ke anggaran pengeluaran, seperti dibawah ini:

  • Sedekah

Dengan bersedekah, seseorang tidak akan jatuh miskin dan melarat. Justru semakin banyak bersedekah, semakin besar potensi rezeki seseorang akan berlimpah.

Sisihkan minimal 2,5% dari pendapatan per bulan Anda untuk bersedekah ke anak yatim piatu, fakir miskin, pengungsi, korban bencana alam, atau orang-orang yang sedang membutuhkan.

  • Kebutuhan Rutin

Setiap bulan, ada kebutuhan penting yang harus dipenuhi secara rutin, seperti membeli kebutuhan dapur, membeli keperluan mandi, membayar listrik dan air, dan lain sebagainya. Setidaknya 50% dari pendapatan bulanan harus disisihkan untuk kebutuhan rutin ini.

  • Tabungan

Tabungan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki dan dipersiapkan bagi semua orang tanpa terkecuali.

Karena dapat digunakan untuk berbagai hal seperti membeli rumah, membayar keperluan tak terduga, musibah dan lain-lain. Pendapatan yang harus disisihkan untuk tabungan minimal 10%.

  • Asuransi

Sejatinya, asuransi memberi perlindungan dan menjamin kehidupan dan aset Anda. Biaya polis asuransi yang Anda bayarkan ke perusahaan asuransi kelak akan bermanfaat bagi kehidupan dan aset Anda.

Ketika peristiwa buruk terjadi, keluarga yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi pusing memikirkan peristiwa buruk yang menimpa Anda. Sisihkan minimal 5% dari pendapatan Anda untuk premi asuransi.

  • Investasi

Apabila Tuhan berkenan memberikan umur yang panjang, Anda dapat menikmati kesuksesan finansial Anda ketika memiliki investasi.

Oleh karena itu, alokasikan 12,5% pendapatan anda untuk investasi di berbagai sektor, seperti properti, bursa efek, P2P, forex, reksadana, atau lainnya.

Dana investasi juga dapat digunakan untuk menyiasati mahalnya biaya pendidikan anak atau untuk mempersiapkan dana pensiun Anda di masa depan.

  • Biaya Entertainment atau Liburan

 Tidak dapat dimungkiri, stres dapat dialami oleh setiap orang. Jika dibiarkan berlarut-larut, stres akan berubah menjadi depresi bahkan menimbulkan penyakit kronis seperti penyakit jantung.

Karenanya, Anda perlu menyiapkan bujet khusus untuk entertainment atau liburan guna melepaskan stress. Kumpulkan dana sekitar 10% untuk keperluan entertainment atau liburan ini.

  • Dana Darurat

Hal-hal yang tak terduga bisa saja terjadi. Jangan sampai pengeluaran yang tidak terduga seperti membeli kado pernikahan untuk keluarga atau teman, membeli obat, syukuran dan lain sebagainya membuat rencana keuangan Anda berantakan.

Oleh sebab itu, Anda wajib menyisihkan 10% dari pendapatan Anda untuk keadaan darurat ini.
Namun, jika dalam sebulan Anda tidak mengalami hal-hal tak terduga atau harus membayar keperluan tersebut.

Sebaiknya dana darurat ini Anda simpan di tabungan untuk persiapan di kemudian hari.

Mengelola Pinjaman Dengan Bijak

Saham

 Hampir setiap penduduk di Indonesia memiliki pinjaman, baik itu kredit tanpa agunan, pinjaman karyawan, kredit kepemilikan rumah KPR, kredit mobil atau modal usaha.

Apalagi dengan berkembangnya perekenomian Indonesia, pemerintah beserta perusahaan swasta berbondong-bondong mendukung dan memberi pinjaman modal usaha ke masyarakat untuk merintis atau mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Bagi Anda yang mengajukan pinjaman dana dari bank atau perusahaan penyedia pinjaman, sebaiknya Anda mengetahui cara mengelola pinjaman dengan bijak agar tidak menimbulkan kerugian di masa depan:

1. Memisahkan Dana Pribadi dengan Dana Usaha

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah berkomitmen untuk memisahkan dana pribadi dan dana usaha. Dengan langkah ini, Anda dapat mengontrol arus pendapatan dan pengeluaran dana usaha Anda.

Oleh sebab itu, Anda wajib memiliki dua rekening tabungan berbeda untuk memisahkan ke dua dana tersebut.

2. Membuat Laporan atau Pembukuan Keuangan

Persyaratan

Mencatat pengeluaran dan penghasilan keuangan dipembukuan Anda merupakan salah satu cara mengelola pinjaman dengan bijak.

Jika Anda memiliki laporan atau pembukuan keuangan yang lengkap akan memudahkan Anda untuk melihat keuntungan atau kerugian Anda.

Tidak menutup kemungkinan, Anda dapat memperoleh pinjaman dana lebih besar ke depannya jika Anda memiliki laporan atau pembukuan yang rutin dan teratur.

3. Memanfaatkan Dana Pinjaman untuk Produktivitas Kerja

Manfaatkanlah dana pinjaman Anda sebaik mungkin, terutama untuk meningkatkan produktivitas kerja, seperti membeli bahan baku produk, membeli peralatan kerja, mengikuti pelatihan kerja dan sebagainya.

4. Mampu Mengatur Alur Kas

Untuk mendukung keberlangsungan sebuah bisnis, Anda harus mampu mengatur arus kas.

Jadi, Anda harus memonitor alur perputaran kas bisnis yang meliputi pengelolaan utang piutang dan persediaan barang berjalan dengan baik dan tidak ada keterlambatan.

5. Alokasi Dana Untuk Pembayaran Angsuran

Kredit Tanpa Agunan

Pastikan Anda mengalokasikan dana khusus untuk membayar angsuran pinjaman setiap bulannya.

Anda harus mendisiplikan diri untuk tidak menggunakan dana khusus ini untuk kebutuhan apapun.

Jadi, Anda dapat membayar angsuran pinjaman dengan tepat waktu, sehingga beban Anda pun berkurang setiap bulannya.

6. Hindari Penggunaan Dana Pinjaman Untuk Kebutuhan Konsumtif

Menghindari penggunaan uang pinjaman untuk kebutuhan konsumtif seperti berbelanja, liburan, makanan, dan kebutuhan pribadi lainnya merupakan tindakan yang tepat dilakukan untuk mengelola pinjaman dengan bijak.

Yang harus selalu Anda tanamkan di dalam pikiran Anda adalah tujuan awal untuk mengambil pinjaman hanya untuk keperluan perintisan atau pengembangan bisnis.

7. Investasi Keuntungan untuk Pengembangan Bisnis

Hal terakhir yang harus Anda lakukan untuk mengelola pinjaman dengan bijak agar memiliki keuangan pribadi yang baik adalah menginvestasikan keuntungan yang telah Anda peroleh untuk mengembangkan bisnis Anda.

Anda dapat menyisihkan hasil keuntungan bisnis Anda untuk membeli peralatan baru yang lebih canggih, meningkatkan kualitas produk atau jasa bisnis, dan membuka cabang baru dari usaha Anda.

Kesimpulan

Tabungan & Investasi

Demikian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatur keuangan Anda.

Mulailah mengatur keuangan Anda dari sekarang agar dapat sukses secara finansial di kemudian hari.

Di Financer.com, kami memberikan informasi, tips dan panduan berharga tentang keuangan.

Kami juga berusaha untuk menulis artikel-artikel dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diakses dan dipahami oleh semua pembaca.

Kami berharap melalui tulisan kami, Anda dapat mengetahui cara mengatur keuangan dan memaksimalkan keterampilan Anda dalam mengelola keuangan. Semoga bermanfaat.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari pinjaman dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Penulis Mentari

Investor keuangan dan pegiat organisasi kemanusiaan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial.

Bagikan di
Terakhir Diperbarui: Agustus 4, 2020