Bandingkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Miliki rumah impian Anda dengan cepat, bunga rendah dan tanpa kendala dengan kredit pemilikan rumah (KPR)!

Keluarga dapat membeli rumah dengan KPR

KPR Terbaik

DirekomendasikanDipilih 67.317 kali
  • Jumlah pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga Rp20 juta
  • Pelunasan awal tidak dikenakan biaya
  • Jangka waktu pinjaman hingga 20 bulan
  • Terima notifikasi pinjaman dalam 24 jam

Ingin Punya Rumah Impian Tapi Tidak Punya Uang Cukup? Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Solusinya!

KPR

Rumah adalah kebutuhan primer yang menjadi kebutuhan setiap manusia. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk membeli rumah akibat keterbatasan ekonomi.

Seiring meningkatnya harga properti setiap tahun, khususnya di kota-kota besar membuat banyak orang tidak mampu membeli properti secara tunai. Oleh karena itu, banyak orang mengontrak rumah atau menyewa kost agar memiliki tempat tinggal sementara.

Bagi Anda yang ingin memiliki hunian pribadi tetapi tidak punya uang cukup, Anda tidak perlu khawatir! Dengan membeli rumah secara KPR, Anda cukup mengangsur cicilan rumah setiap bulan dengan jumlah uang yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan membeli secara tunai.

Meskipun banyak orang di Indonesia telah mendengar dan memanfaatkan KPR untuk membeli rumah impian mereka. Namun, hanya sebagian yang benar-benar mengerti cara kerja KPR.

Di Financer.com, Anda dapat mempelajari seluk-beluk sistem KPR di Indonesia agar Anda dan orang sekitar Anda dapat membeli hunian impian kalian melalui KPR.

Tanya Jawab KPR

Apa itu KPR?

KPR adalah kepanjangan dari Kredit Pemilikan Rumah yang merupakan produk pinjaman atau pembiayaan yang disediakan oleh pihak perbankan yang diberikan kepada calon pembeli untuk membeli properti.

KPR dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan ruko, rukan, rusun, apartemen ataupun perumahan. KPR ini wajib dicicil pembayarannya setiap bulan sampai utang lunas

Dokumen yang diterima setelah akad kredit KPR?

Pihak pembeli akan mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sertifikat tanah, sertifikat pajak, dan Surat Tanda Terima Dokumen yang menunjukkan bahwa dokumen rumah atau properti telah berpindah tangan.

Apa itu KPR Syariah?

KPR Syariah adalah kredit properti yang mengaplikasikan aturan Islam dan sumber dananya dari Bank Syariah.

Apa itu KPR Bersubsidi?

KPR Bersubsidi adalah Kredit properti yang sumber pendanaanya berasal dari pemerintah Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Pelaksana, seperti Bank Konvesional atau Bank Syariah.

Tujuannya untuk membantu dan memudahkan masyarakat membeli rumah dengan harga terjangkau

Biaya KPR

Pada dasarnya, jika seseorang membeli rumah lewat KPR, maka orang tersebut harus menyiapkan sejumlah uang muka, seperti DP dalam jumlah minimal tertentu.

  • Uang Tanda Jadi (Booking Fee)

Uang tanda jadi adalah uang yang dibayarkan ke pihak penjual atau pengembang properti sebagai tanda jadi untuk menunjukkan Anda pembeli serius. Uang tanda jadi yang harus disetor sekitar 1% – 2% dari harga jual.

  • Uang Muka (Down Payment)

Uang muka atau yang sering disebut DP adalah uang yang harus disiapkan untuk membeli properti dan menjadi tanggungan pembeli dan dibayar ke pihak perbankan. Uang muka ini menunjukkan kalau Anda mampu membayar sisa angsuran selama jangka waktu pinjaman.

  • Biaya Notaris

Biaya yang menjadi tanggungan pihak pembeli mencakup biaya cek sertifikat, surat akta jual beli (AJB), surat balik nama sertifikat tanah, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan rumah.

  • Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya balas jasa kepada bank atau lembaga keuangan atas pinjaman yang disetujui. Rata-rata besarannya sekitar 1% dari nilai pinjaman. Selain itu, penting juga menyiapkan dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

  • Biaya Administrasi

Biaya administrasi adalah biaya pendaftaran yang jumlahnya kurang lebih sama dengan biaya provisi KPR.

  • Premi Asuransi

Bank atau lembaga keuangan umumnya mewajibkan debitur untuk memiliki asuransi jiwa. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko buruk ketika debitur mengalami kecelakaan dan terjebak kredit macet, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terbebani utang.

Apakah KPR memerlukan agunan atau jaminan?

  • KPR Multiguna atau Refinancing merupakan KPR yang menggunakan rumah atau properti yang telah dimiliki sebagai agunan atau jaminan.
  • KPR Pembelian merupakan KPR yang menggunakan properti yang akan dibeli sebagai jaminan, sehingga jika tidak mampu melunasi pinjaman, maka properti tersebut akan disita oleh pihak bank.

Penjual atau pengembang properti biasanya mematok besaran uang muka sekitar 10% – 30% tergantung dari kondisi pasar.

Namun, Bank Indonesia memberlakukan regulasi kenaikan uang muka “Loan To Value (LTV)”. Jika LTV 80% dari nilai total kredit, berati uang muka yang harus disiapkan minimal 20%.

Jenis KPR

Ada 3 jenis KPR yang disediakan oleh bank atau perusahaan pembiayaan, yaitu KPR Syariah, KPR Konvensional, KPR Bersubsidi dan In-house KPR.

  • KPR Syariah adalah kredit properti yang berdasarkan aturan-aturan dalam Islam dan berasal dari bank syariah.
  • KPR Konvensional adalah kredit properti yang diperuntukkan bagi semua orang. Jumlah pinjaman dan suku bunga ditetapkan sesuai kebijakan masing-masing bank atau perusahaan pembiayaan.
  • KPR Bersubsidi adalah kredit properti yang mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah yang diperuntukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Sayangnya, jumlah KPR ini terbatas.
  • In-house KPR adalah fasilitas kredit properti yang disediakan oleh pihak pengembang properti, dan pembelian propertinya dicicil secara bertahap.

Ketentuan dan Syarat KPR

Ketentuan dan syarat KPR yang diberlakukan oleh bank atau lembaga keuangan relatif hampir sama, mulai dari tahap administrasi hingga penentuan pinjamannya.

Berikut ketentuan dan syarat kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan untuk mengajukan KPR.

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia
  2. Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (karyawan) atau 65 tahun (wiraswasta).
  3. Memiliki penghasilan tetap untuk wiraswasta dari bisnis yang telah berjalan selama 2 tahun.
  4. Memiliki pekerjaan tetap untuk karyawan dengan masa kerja minimal 1 tahun.
  5. Memiliki penghasilan tetap Rp3 juta per bulan tergantung dari wilayahnya.

Kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan untuk mengajukan KPR, antara lain:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri (jika sudah menikah)
  • Slip gaji 3 bulan terakhirPengajuan KPR
  • Buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Laporan keuangan (bagi pengusaha)
  • SPT PPh Pribadi (pinjaman diatas Rp50 juta)
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pribadi (pinjaman di atas Rp100 juta)
  • Salinan sertifikat (jika membeli dari perorangan)
  • Salinan sertifikat induk atau pecahan (jika membeli dari pengembang properti)
  • Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Mengisi formulir pengajuan KPR dari bank atau lembaga keuangan yang dipilih

Suku Bunga KPR

Saat mengajukan KPR sebagai debitur, Anda harus mengetahui beberapa macam suku bunga yang akan dikenakan oleh pihak bank atau lembaga keuangan. Tujuannya agar KPR tidak melebihi budget yang disiapkan untuk pembelian properti.

  • Suku Bunga Mengambang

Tolak ukur besaran biaya bunga berdasarkan suku bunga di pasar uang domestik dan internasional. Jadi, ketika suku bunga di pasar uang sedang turun, maka biaya bunga yang harus dibayar pun menurun, begitu pun sebaliknya.

  • Suku Bunga Anuitas (Annuity Interest Rate)

Biaya bunga yang harus dibayarkan sama tetapi komposisi bunga dan pokok angsuran berubah secara periodik. Jadi, semakin dekat jatuh tempo pelunasan, maka suku bunga pun semakin menurun.

  • Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate)

Bunga efektif atau yang sering dikenal dengan istilah “sliding rate” ini memiliki perhitungan angsuran berdasarkan sisa pokok utang. Jadi, perhitungan biaya bunga dan utang pokok akan selalu berubah setiap periode meskipun besar angsuran setiap bulannya sama.

  • Suku Bunga Flat (Flat Interest Rate)

Perhitungan suku bunga ini paling mudah di KPR karena setiap bulan angsuran, bunga dan cicilan pokok yang harus dibayarkan tetap sama atau flat. Besaran bunga dan plafon kredit di suku bunga flat akan dihitung secara proporsional sesuai jangka waktu pinjaman.

Faktor Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Ketika Mengajukan KPR?

  • Pastikan sertifikat yang ada tidak bermasalah dan juga memiliki IMB sesuai kondisi bangunan.
  • Jika jumlah uang muka yang dibayarkan semakin kecil, maka jumlah plafon yang diambil akan semakin besar.
  • Besaran plafon pinjaman yang ditawarkan oleh pihak bank atau lembaga keuangan maksimal 90%.
  • Kenali reputasi penjual, baik perorangan atau pengembang properti.
  • Penalti pelunasan awal biasanya diberikan oleh pihak bank jika total pinjaman dilunasi dalam kurun waktu tertentu, termasuk jika Anda melakukan refinancing dengan bank lainnya.
  • Pada saat mengajukan KPR, ada beberapa biaya yang harus ditanggung sendiri oleh debitur seperti Biaya Administrasi, Biaya Notaris, Uang Muka, Uang Tanda Jadi, Premi Asuransi dan sebagainya.
  • Hindari melakukan transaksi jual beli di bawah tangan karena bank atau lembaga keuangan tidak mengakui transaksi yang atas dasar kepercayaan dan bukti kwitansi biasa.
  • Jika properti yang akan dibeli masih dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan pinjaman segera dan buat akte jual beli di hadapan notaris.

Prosedur Pengajuan KPR

Berikut prosedur untuk mengajukan KPR, antara lain:

  1. Memilih properti yang akan dibeli lewat KPR.
  2. Menentukan bank atau lembaga keuangan yang menawarkan layanan KPR di Financer.com.
  3. Mengisi formulir dan melampirkan dokumen yang diperlukan.
  4. Membayar uang tanda jadi atau booking fee.
  5. Melunasi uang muka atau down payment.
  6. Permohonan KPR akan dianalisa oleh tim analis bank, seperti kesanggupan melunasi cicilan dan jumlah plafon pinjaman yang diambil.
  7. Pihak bank akan mengevaluasi harga rumah yang akan dibeli menggunakan internal dan eksternal appraisal.
  8. Pihak bank atau lembaga keuangan akan menghubungi Anda untuk verifikasi data, maka jawab pertanyaan dengan jujur agar tidak menimbulkan masalah kedepannya.
  9. Pihak bank atau lembaga keuangan akan menghubungi penjual untuk meminta alamat rumah secara lengkap.
  10. Akad kredit akan dilakukan jika seluruh persyaratan dan dokumen telah dilengkapi.
  11. Pada akad kredit ini, pihak legal bank atau lembaga keuangan, notaris, pembeli, penjual atau pengembang properti dan saksi-saksi bertemu dan menandatangani dokumen akad kredit.
  12. Setelah penandatanganan, Anda sudah resmi mendapatkan KPR dan memiliki rumah idaman Anda dari bank atau lembaga keuangan.
  13. Bayar angsuran KPR setiap bulan.

Jenis Properti Apa Yang Dapat Diajukan Melalui KPR?

KPR membantu masyarakat untuk mengajukan pinjaman pada berbagai jenis properti seperti:

  • Apartemen
  • Ruko
  • Rukan
  • Rumah
  • Office Space
  • Rusun

Apa Yang Terjadi Jika Saya Tidak Dapat Melunasi KPR?

Pihak bank atau lembaga keuangan akan menyita dan mengambil alih properti Anda jika tidak dapat melunasi cicilan KPR. Kemudian, bank atau lembaga keuangan akan menjual atau melelang properti Anda agar dapat melunasi sisa pinjaman yang belum dibayar.

Keuntungan KPR

Kekurangan KPR

  • Lalai memberikan satu dokumen akan menghambat proses pencairan KPR
  • Pihak bank umumnya menunjuk notaris, sehingga harga jasa notaris bisa lebih mahal tetapi Anda bisa mengusulkan notaris yang sesuai budget Anda.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari pinjaman dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.


Sumber: http://pembiayaan.pu.go.id/faq/p/category/kpr-bersubsidi-flpp-ssb-dan-sbum

Penulis Mentari

Investor keuangan dan pegiat organisasi kemanusiaan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial.

Bagikan di
Diterbitkan: Juli 4, 2018
(Terakhir Diperbarui: Juni 28, 2020)