Bandingkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Miliki rumah impian Anda dengan cepat, bunga rendah dan tanpa kendala dengan kredit pemilikan rumah (KPR)!

KPR Terbaik

  • Pinjaman cair dalam 3 hari
  • Jumlah pinjaman sampai Rp 300 juta
  • Jangka waktu pinjaman hingga 3 tahun
  • Pendaftar memiliki kartu kredit berumur 1 tahun dengan limit Rp6 juta
  • Pinjaman tunai online jangka pendek dan telah terdaftar OJK
  • Jumlah pinjaman hingga Rp5 juta
  • Pencairan pinjaman dalam 24 jam
  • Jangka waktu pinjaman sampai 30 hari
  • Jumlah pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta
  • Pelunasan awal tidak dikenakan biaya
  • Jangka waktu pinjaman hingga 20 bulan
  • Terima notifikasi pinjaman dalam 24 jam
  • Jangka waktu pinjaman hingga 6 bulan
  • Jumlah maksimal pinjaman yang dapat diberikan hingga Rp10 juta
  • Pencairan pinjaman dalam 24 jam
  • Potongan biaya jasa untuk pembayaran tepat waktu
  • Jumlah pinjaman hingga Rp8 juta
  • Pinjaman cair dalam 1 - 2 hari
  • Jangka waktu pinjaman sampai 6 bulan
  • Suku bunga rendah hanya 0,1% per hari

Ingin memiliki rumah impian tapi terkendala dana? Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah jawabannya!

Rumah adalah kebutuhan primer yang akan selalu menjadi kebutuhan setiap manusia. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk membeli rumah akibat keterbatasan ekonomi. Seiring meningkatnya harga properti setiap tahun, khususnya di kota-kota besar, membuat banyak orang tidak mampu membeli rumah atau properti secara tunai.

Karenanya, banyak orang mengontrak rumah atau menyewa kost atau apartemen agar memiliki tempat tinggal sementara. Bagi Anda yang ingin memiliki hunian pribadi namun tidak memiliki tabungan ratusan juta, tidak perlu khawatir! Dengan membeli rumah secara kredit melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Anda hanya perlu mengangsur rumah impian Anda setiap bulannya dengan jumlah uang yang tidak seberapa jika dibandingkan dengan membeli secara tunai.

Meskipun banyak orang di Indonesia telah mendengar dan memanfaatkan KPR untuk mewujudkan rumah impian mereka. Namun, hanya sebagian yang benar-benar mengerti perihal KPR dan cara kerja KPR. Melalui Financer.com, Anda dapat mempelajari seluk-beluk sistem KPR di Indonesia agar Anda dan orang sekitar Anda dapat membeli hunian impian kalian melalui KPR.

Apa itu KPR?

Kredit Pemilikan Rumah atau disingkat KPR adalah produk pinjaman atau pembiayaan yang disediakan oleh pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan yang diberikan kepada calon pembeli rumah yang diperuntukkan untuk membeli rumah atau properti. KPR ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan ruko, rukan, rusun, apartemen ataupun perumahan. KPR ini wajib dicicil pembayarannya setiap bulan sampai utang lunas.

Apa saja biaya-biaya KPR di Indonesia?

Pada dasarnya, membeli rumah melalui KPR pun harus menyiapkan dana awal untuk membayar sejumlah biaya sebelum membeli rumah. Biaya-biaya yang harus dikeluarkan, antara lain:

  • Uang Tanda Jadi (Booking Fee)

Uang tanda jadi ini adalah prasayarat yang diminta pihak penjual atau pengembang yang menjadi tanggungan pihak pembeli dan dibayarkan ke pihak penjual atau pengembang properti sebagai tanda bahwa Anda merupakan pembeli yang serius. Uang yang harus disetor berkisar 1% – 2% dari harga jual.

  • Uang Muka (Down Payment)

Uang muka adalah uang yang harus disiapkan untuk membeli properti dan menjadi tanggungan pembeli dan dibayar ke pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan. Pembayaran uang muka ini mengindikasikan bahwa Anda mampu membayar sisa angsuran selama jangka waktu pinjaman.

Penjual atau pengembang properti biasanya mematok besara uang muka sekitar 10% – 30% tergantung dari kondisi pasar. Namun, Bank Indonesia memberlakukan regulasi kenaikan uang muka “Loan To Value (LTV)”. Jika LTV 80% dari nilai total kredit, berati uang muka yang harus disiapkan minimal 20%.

  • Biaya Notaris

Biaya yang menjadi tanggungan pihak pembeli mencakup biaya cek sertifikat, surat akta jual beli (AJB), surat balik nama sertifikat tanah, dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan rumah.

  • Biaya Provisi

Biaya provisi adalah biaya balas jasa kepada bank atau perusahaan pembiayaan atas pinjaman yang disetujui. Rata-rata besaranya sekitar 1% dari nilai pinjamkan. Selain itu, penting juga menyiapkan dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.

  • Biaya Administrasi adalah biaya pendaftaran yang kurang lebih sama dengan biaya provisi.
  • Premi Asuransi

Pada umumnya, bank atau perusahaan pembiayaan mewajibkan peminjam yang mengajukan KPR untuk memiliki asuransi jiwa yang telah ditentukan oleh pihak bank atau perusahaan pembiayaan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko buruk ketika peminjam mengalami kecelakaan dan tidak mampu melunasi KPR, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak terbebani utang.

Apakah KPR ini memerlukan agunan atau jaminan?

  • KPR Multiguna atau Refinancing merupakan KPR yang menggunakan rumah atau properti yang telah dimiliki sebagai agunan atau jaminan.
  • Sedangkan KPR Pembelian merupakan KPR yang menggunakan rumah atau properti yang akan dibeli sebagai agunan atau jaminan sehingga jika Anda tidak mampu melunasi pinjaman, maka properti tersebut akan disita oleh pihak bank atau perusahaan pembiayaan.

Ada berapa jenis KPR?

Ada 3 jenis KPR yang disediakan oleh bank atau perusahaan pembiayaan, yaitu KPR Syariah, KPR Konvensional, KPR Bersubsidi dan In-house KPR.

  • KPR Syariah adalah pinjaman kepemilikan properti yang berdasarkan aturan-aturan dalam Islam dan berasal dari bank syariah.
  • KPR Konvensional adalah pinjaman kepemilikan properti yang diperuntukan bagi semua orang. Jumlah pinjaman dan suku bunga ditetapkan sesuai kebijakan masing-masing bank atau perusahaan pembiayaan.
  • KPR Bersubsidi adalah pinjaman kepemilikan properti yang mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah yang diperuntukan kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Sayangnya, jumlah KPR ini terbatas. Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan KPR ini adalah lokasi rumah, cara pembayaran, gaji pokok dan durasi pemakaian rumah.
  • In-house KPR adalah fasilitas pinjaman kepemilikan properti yang disediakan oleh pihak pengembang properti dan pembelian propertinya dicicil secara bertahap

Ketentuan dan Persyaratan KPR

Rata-rata ketentuan dan persyaratan KPR yang diberlakukan oleh bank atau perusahaan pembiayaan relatif hampir sama, mulai dari tahap administrasi hingga penentuan pinjamannya. Berikut ketentuan dan syarat kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan untuk mengajukan KPR.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia
  • Berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun (karyawan) atau 65 tahun (wiraswasta).
  • Memiliki penghasilan tetap untuk wiraswasta dengan masa bisnis telah berjalan selama 2 tahun
  • Memiliki pekerjaan tetap untuk karyawan dengan masa kerja minimal 1 tahun
  • Jumlah penghasilan tetap perbulan alah Rp3 juta, tergantung dari wilayahnya.

 

Adapun kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan untuk mengajukan KPR, antara lain:

  • Kartu keluarga (KK)
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami dan istri (jika sudah menikah)
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Laporan keuangan (bagi pengusaha)
  • SPT PPh Pribadi (pinjaman diatas Rp50 juta)
  • Nomor Pemberitahuan Wajib Pajak (NPWP) Pribadi (pinjaman diatas Rp100 juta)
  • Salinan sertifikat (jika membeli dari perorangan)
  • Salinan sertifikat induk atau pecahan (jika membeli dari pengembang)
  • Salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Mengisi formulir pengajuan KPR dari bank atau perusahaan pembiayaan yang dipilih

Ada Berapa Macam Suku Bunga KPR?

 Ketika ingin mengajukan KPR, sebagai peminjam Anda juga harus mengetahui beberapa macam suku bunga yang dikenakan oleh pihak bank atau perusahaan pembiayaan. Tujuannya agar KPR tidak melebihi budget yang disiapkan untuk pembelian properti.

  • Suku Bunga Mengambang (Floating Interest Rate)

Tolak ukur besaran biaya bunga berdasarkan suku bunga di pasar uang domestik dan internasional. Jadi, ketika suku bunga di pasar uang sedang turun, maka biaya bunga yang harus dibayar pun menurun, begitu pun sebaliknya.

  • Suku Bunga Anuitas (Annuity Interest Rate)

Biaya bunga yang harus dibayarkan selalu tetapi tetapi komposis bunga dan pokok angsuran berubah secara periodik. Jadi, semakin mendekati deadline pelunasan, pembayaran bunganya pun semakin menurun.

  • Suku Bunga Efektif (Effective Interest Rate)

Bunga efektif atau yang sering dikenal dengan istilah “sliding rate” ini memiliki perhitungan angsuran berdasarkan sisa pokok utang. Jadi, perhitungan biaya bunga dan utang pokok akan selalu berubah dalam setiap periode meskipun besar angsuran setiap bulannya sama.

Suku bunga efektif lebih rendah dan cocok diaplikasikan pada jenis pinjaman KPR jangka panjang karena tidak perlu dilunasi dengan terburu-buru. Oleh sebab itu, bunga dihitung berdasarkan sisa utang pokok yang belum dibayarkan sehingga biaya bunga per bulan akan semakin mengecil berdasarkan nilai pokok pinjaman yang terhutang.

  • Suku Bunga Flat (Flat Interest Rate)

Perhitungan jenis suku bunga ini paling mudah karena setiap bulan angsuran, bunga dan cicilan pokok yang harus dibayarkan sama atau flat. Dala KPR dengan suku bunga flat, besaran bunga dan plafon kredit dihitung secara proporsional sesuai jangka waktu pinjaman.

Faktor Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Ketika Mengajukan KPR?

  • Memastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan juga memiliki IMB sesuai kondisi bangunan.
  • Plafon pinjaman merupakan besaran pinjaman yang ditawarkan dalan bentuk persentase dari harga properti yang ingin dibeli. Jumlah uang muka yang dibayarkan akan semakin kecil, jika jumlah plafon yang diambil semakin besar. Besaran plafon pinjaman yang ditawarkan oleh pihak bank atau perusahaan pembiayaan maksimal 90%. Hal ini dinilai dari faktor-faktor seperti umur peminjam, pendapatan peminjam, tipe properti, lokasi properti, kerja sama dengan pengembang dan persyaratan lain yang ditetapkan pihak bank atau perusahaan pembiayaan.
  • Kenali reputasi penjual, baik perorangan atau pengembang properti.
  • Penalti pelunasan awal biasanya diberikan oleh beberapa bank atau perusahaan pembiayaan jika total pinjaman dilunasi dalam kurun waktu tertentu, termasuk jika Anda melakukan refinancing dengan bank lainnya.
  • Pada saat mengajukan pinjaman KPR, ada beberapa biaya yang harus ditanggung sendiri oleh peminjam seperti Biaya Administrasi, Biaya Notaris, Uang Muka, Uang Tanda Jadi, Premi Asuransi dan lain sebagainya.
  • Hindari melakukan transaksi jual beli di bawah tangan karena bank atau perusahaan pembiayaan tidak mengakui transaksi yang atas dasar kepercayaan dan bukti kwitansi biasa. Jika properti yang akan dibeli masih dalam status jaminan bank atau perusahaan pembiayaan, maka lakukan pengalihan pinjaman segera dan buat akte jual beli di hadapan notaris.

Bagaimana Prosedur Pengajuan KPR?

Berikut prosedur-prosedur yang harus dilalui ketika mengajukan KPR, antara lain:

  1. Memilih properti yang akan dibeli atau diajukan KPR
  2. Menentukan bank atau perusahaan pembiayaan yang menawarkan layanan KPR
  3. Mengisi formulir dan melampirkan dokumen yang diperlukan
  4. Membayar uang tanda jadi atau booking fee
  5. Melunasi uang muka atau down payment
  6. Kemudian, permohonan KPR Anda akan dianalisa oleh tim analis bank atau perusahaan pembiayaan seperti kesanggupan menyicil dan jumlah plafon pinjaman yang diambil. Karena itu, alangkah baiknya jika Anda menjawab dengan jujur pertanyaan analis agar tidak menimbulkan masalah kedepannya.
  7. Setelah itu, pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan mengevaluasi harga rumah yang Anda ingin beli menggunakan internal dan eksternal appraisal. Jadi, bank atau perusahaan pembiayaan akan menghunungi penjual untuk meminta alamat rumah secara lengkap.
  8. Selanjutnya adalah akad kredit. Akad kredit akan dilakukan apabila seluruh persyaratan dan dokumen dilengkapi. Pada akad kredit ini, pihak legal bank atau perusahaan pembiayaan, notaris, pembeli, penjual atau pengembang properti dan saksi-saksi bertemu dan menandatangani dokumen akad kredit. Setelah penandatanganan, Anda sudah remsi mendapatkan KPR dan memiliki rumah idaman Anda dari bank atau perusahaan pembiayaan.
  9. Membayar angsuran KPR setiap bulan

Jenis Properti Apa Yang Dapat Diajukan Melalui KPR?

KPR membantu masyarakat untuk mengajukan pinjaman pada berbagai jenis properti seperti:

  • Apartemen
  • Ruko
  • Rukan
  • Rumah
  • Office Space
  • Rusun

Apa Saja Kelebihan KPR?

Apa saja kekurangan KPR?

  • Lalai memberikan satu dokumen akan menghambat proses pencairan KPR
  • Kebanyakan notaris dalam KPR dipilihkan oleh bank atau perusahaan pembiayaan sehingga bisa saja biaya notarisnya kemahalan. Akan tetapi, Anda bisa mengusulkan notaris sendiri yang sesuai budget

Apa Yang Terjadi Jika Saya Tidak Dapat Melunasi KPR?

Pihak bank atau perusahaan pembiayaan akan menyita dan mengambil alih properti Anda jika tidak dapat melanjutkan pembayaran cicilan KPR. Kemudian, bank atau perusahaan pembiayaan akan menjual atau melelang properti Anda agar dapat melunasi sisa pinjaman yang belum dibayar.

 

 

Pemberi pinjaman tahun ini

Kami ingin menunjukkan pemberi pinjaman yang paling populer. Perusahaan-perusahaan pinjaman ini yang paling terpercaya dan dinilai tinggi berdasarkan ulasan pelanggan.

Bandingkan semua pemberi pinjaman

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.