Bandingkan Kredit Multiguna (KMG)

Pelajari cara kerja kredit multiguna dan cara mendapatkannya hanya dengan jaminan BPKB kendaraan atau sertifikat rumah. Dapatkan dana pinjaman hingga miliaran rupiah!

Ingin dapat pinjaman dalam jumlah besar? Kredit Multiguna Jawabannya.

Seiring dengan semakin tingginya biaya hidup di Indonesia, khususnya di kota-kota besar membuat kebutuhan akan dana besar tidak dapat dibendung lagi. Banyak orang bahkan harus mencari pinjaman untuk menutupi kebutuhan hidupnya yang lain, seperti renovasi rumah, modal usaha, pengobatan, ataupun biaya pendidikan anak. Untungnya, semakin banyaknya bank dan lembaga keuangan yang beroperasi di Indonesia sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pinjaman dana dalam jumlah besar. Salah satu produk keuangan yang dapat diakses dan diajukan oleh masyarakat adalah Kredit Multiguna (KMG). Bahkan jumlah dana pinjamannya terbilang fantastis berkisar ratusan hingga miliaran rupiah. Tertarik ingin mengajukan Kredit Multiguna? Sebaiknya Anda membaca penjelasan di bawah ini!

Pengertian Kredit Multiguna

Kredit Multiguna (KMG) atau yang dikenal juga sebagai Kredit Dengan Agunan adalah salah satu jenis pinjaman yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan yang mana calon peminjam diwajibkan untuk menjaminkan sebuah aset berharga. Adapun aset berharga yang dapat dijadikan sebagai jaminan, antara lain: properti, kendaraan, logam mulia atau aset lainnya yang berharga menurut pemberi pinjaman. Umumnya, besaran jumlah pinjaman disesuaikan dengan taksiran harga aset yang dijaminkan. Jadi, semakin besar harga aset yang dijaminkan, maka akan semakin besar dana pinjaman yang diperoleh. Oleh karena itu, Kredit Multiguna lumayan berbeda dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Saat ini, kredit multiguna bukan hanya ditawarkan di bank-bank konvensional, tetapi juga di bank-bank syariah. Di bank-bank syariah, kredit multiguna dikenal dengan nama kredit multiguna syariah. Perbedaan mendasar dari kredit multiguna konvesional dan kredit multiguna syariah ini berada pada sistem kerja dimana kredit multiguna syariah menggunakan akad jual beli (murabhah) dan akad sewa (ijarah). Selain itu, jenis pembayaran kredit multiguna ini umumnya menawarkan angsuran fixed (tetap). Meskipun ada beberapa perbedaan pada sistem pengaplikasiannya, namun kredit multiguna konvensional dan kredit multiguna syariah sama-sama membutuhkan jaminan sebagai syarat pinjaman.

Cara Kerja Kredit Multiguna

Pada dasarnya, sistem kerja kredit multiguna hampir sama dengan pinjaman lainnya dimana peminjam harus melunasi cicilan pinjaman kepada pihak bank atau lembaga keuangan berdasarkan periode yang telah dipilih. Yang membedakan kredit multiguna dengan pinjaman lainnya ialah jaminan aset yang dijadikan sebagai tanggungan atas dana pinjaman. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi nilai aset yang dijaminkan, maka semakin cepat dan besar juga jumlah dana pinjaman yang akan diterima.

Seandainya ada peminjam (debitur) yang mengalami kredit macet dalam artian tidak dapat melunasi pinjaman, maka aset yang telah dijaminkan akan dijadikan sebagai pengganti untuk melunasi utang pinjamannya. Jadi, jaminan berfungsi sebagai alat pemenuhan kewajiban peminjam kepada pihak bank atau lembaga keuangan sampai masa jatuh tempo hutang piutangnya.

Persyaratan Kredit Multiguna

Ada beberapa persyaratan umum yang harus dilakukan untuk mengajukan kredit multiguna, antara lain:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di Indonesia.
  • Memiliki aset yang dijadikan sebagai jaminan lengkap dengan dokumen pendukungnya.
  • Pemohon pinjaman berusia minimum 21 tahun saat mengajukan pinjaman.
  • Pemohon pinjaman berusia 55 – 60 tahun pada saat masa pelunasan.
  • Memiliki pendapatan bulanan sekitar Rp6 – Rp8 juta atau yang sesuai dengan produk kredit multiguna yang dipilih.

Adapun dokumen pelengkap yang diperlukan untuk mengajukan kredit multiguna sebagai berikut:

DokumenKaryawanProfesionalWiraswasta
Formulir aplikasi pinjaman yang telah diisi

 

Slip Gaji / SKP / SPT

 

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)

 

Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

 

Fotokopi Kartu Keluarga

 

Fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir
Fotokopi rekening listrik 6 bulan terakhir atau pajak bumi bangunan 2 tahun terakhir
Fotokopi rekap penghasilan – catatan penjualan 3 bulan terakhir
Fotokopi surat izin profesi
Fotokopi akta pendirian / SIUP / TDP
Fotokopi usaha atau tempat praktek
Fotokopi akta nikah / akta cerai / akta kematian (bagi yang berstatus janda atau duda)

 

Kriteria Kredit Multiguna yang Baik

 Ada berbagai kriteria kredit multiguna yang harus Anda perhatikan sebelum memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan Anda:

  • Plafon (Jumlah) Pinjaman Besar

Pertimbangkan mencari kredit multiguna yang memiliki plafon pinjaman besar. Semakin besar plafon pinjaman yang ditawarkan, maka semakin menguntungkan Anda apalagi jika Anda berencana meminjam dalam jumlah yang besar.

  • Jangka Waktu (Tenor) Lama

 Umumnya, jangka waktu kredit multiguna berkisar 5 sampai 15 tahun. Jadi, semakin lama tenor produk kredit multiguna yang dipilih, maka semakin kecil jumlah cicilan per bulan yang harus dibayarkan.

  • Biaya (Fee) Rendah

Apabila bunga yang ditawarkan bank atau lembaga keuangan semakin kecil, maka cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan juga akan kecil. Jadi, sebaiknya Anda memilih produk kredit multiguna yang suku bunganya agar Anda mampu membayar dalam jangka panjang.

  • Waktu Pencairan Dana Cepat 

Waktu pencairan dana pada setiap kredit multiguna bervariasi, seperti 1, 2, 3, 5,6 hingga 14 hari. Jadi, semakin cepat waktu pencairan dana akan semakin baik bagi calon peminjam yang sedang membutuhkan dana.

  • Tidak Ada Penalti Ketika Pelunasan Lebih Cepat

Umumnya, biaya penalti karena telat membayar pinjaman sebesar 2% sampai 3%. Semakin rendah biaya penalti yang ditawarkan bank atau lembaga keuangan akan semakin baik produk kredit multiguna tersebut.

  • Bebas Biaya Lain

Setiap produk kredit multiguna membebankan berbagai biaya yang harus dibayarkan setiap bulan. Biaya-biaya lain tersebut meliputi biaya jasa notaris, biaya provisi, materai dan appraisal. Jadi, kredit multiguna akan semakin baik apabila biaya lain yang harus dibayarkan semakin sedikit.

Suku Bunga Kredit Multiguna

Suku bunga kredit multiguna adalah suku bunga efektif. Bunga kredit multiguna ini mirip dengan KPR yang dihitung berdasarkan sisa jumlah nilai pokok utang bukan dari nilai pokok pinjaman. pinjaman pokok setiap bulan, Jadi, nilai bunga akan berkurang seiring berkurangnya pokok utang. Adapun suku bunga ini memiliki 2 periode, antara lain periode bunga tetap (fixed rate) dan periode bunga mengambang (floating rate).

Ada dua periode suku bunga pada kredit multiguna, antara lain:

1. Periode Bunga Tetap (Fixed Rate)

Periode bunga fixed adalah periode bunga yang bersifat tetap dan sama untuk waktu tertentu. Misalnya, kredit multiguna yang Anda pilih memiliki bunga tetap 5% selama 3 tahun, maka nasabah dapat menikmati bunga sebesar 5% selama 3 tahun pertama. Setelah periode bunga tetap usai, pihak bank atau lembaga bank akan menerapkan suku bunga mengambang.

2. Periode Bunga Mengambang (Floating Rate)

Periode bunga mengambang adalah periode bunga yang berubah-ubah dan dimodifikasi dari perhitungan anuitas. Modifikasi ini harus dilakukan karena bunga pinjaman bisa berubah setiap tahunnya mengikuti keadaan pasar yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Apabila Bank Indonesia memutuskan uuntuk menaikkan suku bunga pasar, maka bunga yang peminjam harus bayar juga akan naik. Meskipun begitu, pihak bank atau lembaga keuangan dapat mengkaji ulang dan mengubah bunga setiap 3 atau 6 bulan berdasarkan ketentuan masing-masing.

Jenis Jaminan Kredit Multiguna

Di bank atau lembaga keuangan Indonesia terdapat berbagai jenis aset yang dianggap layak untuk dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit multiguna, seperti:

  • Jaminan Kendaraan Bermotor

Hampir setiap keluarga di Indonesia memiliki minimal satu kendaraan bermotor pribadi sehingga kendaraan bermotor sangat umum dijadikan sebagai jaminan untuk kredit multiguna. Seringkali pinjaman ini dikenal sebagai Gadai BPKB Mobil atau Gadai BPKB Motor. Biasanya kendaraan bermotor yang dijaminkankan seperti mobil, motor, truk, dan sebagainya.

Umumnya, bank atau lembaga keuangan memberi taksiran untuk mobil sekitar Rp100 juta dengan jangka waktu maksimal selama 5 tahun. Bank atau lembaga keuangan sangat jarang memberi nilai taksiran lebih dari Rp100 juta untuk mobil karena nilai mobil yang akan terus menurun dari tahun ke tahun. Jadi, bank atau lembaga keuangan biasanya meminta BPKB Asli, STNK, dan kunci kendaraan. Umur mobil yang dijadikan sebagai jaminan tidak boleh lebih dari 10 tahun.

  • Jaminan Properti

Properti merupakan salah satu agunan yang paling banyak digunakan masyarakat setelah kendaraan bermotor. Ada berbagai jenis properti yang dapat dijadikan jaminan di Indonesia, seperti rumah, tanah, gudang, ruko, apartemen atau gedung. Nilai taksiran yang ditawarkan dengan jaminan properti sekitar Rp100 juta sampai Rp2 miliar dengan jangka waktu bervariasi dari 2 sampai 10 tahun.

  • Jaminan Logam Mulia

Salah satu jaminan yang juga sering digunakan di Indonesia adalah logam mulia, khususnya emas. Masyarakat biasanya menjaminkan emasnya ke pegadaian milik pemerintah untuk mendapatkan dana pinjaman. Menggadaikan emas tergolong cepat dan menguntungkan karena suku bunganya ringan dan mudah diuangkan. Akan tetapi jika Anda menggadaikan mas kawin, nilai taksirannya sekitar 70-80% dari harga asli karena pegadaian hanya menghitung berat emas.

  • Jaminan Kapal dan Pesawat Terbang

Umumnya pengajuan kredit multiguna dengan menjaminkan kapal dan pesawat terbang ini dilakukan antara bank dan perusahaan untuk transaksi berskala besar. Biasanya, kapal dan pesawat terbang yang dijadikan jaminan adalah yang memiliki volume bruto minimal 20 meter kubik dan memiliki bobot volume maksimal 20 meter kubik.

  • Jaminan Mesin Pabrik

Selain pesawat terbang, perusahaan biasanya menjadikan mesin pabrik sebagai jaminan. Bank atau lembaga keuangan mensurvei umur dan kelayakan mesin. Bank atau lembaga keuangan memberi nilai taksiran pada aset mesin pabrik ini di atas Rp5 miliar, tergantung ukuran dan nilai mesin pabrik yang diagunkan.

  • Jaminan Kebun dan Ternak

Pihak bank atau lembaga keuangan memberlakukan jaminan aset hasil kebun dan ternak untuk petani dan peternak saja. Untuk perkebunan, hasil komoditi yang dapat diterima bank atau lembaga keuangan adalah kopi. Tetapi komoditi yang diterima hanya yang berkualitas tinggi seperti Arabika Gayo. Jangka waktu yang diberikan maksimal 3 bulan dan dapat diperpanjang apabila jumlah kopinya minimal 1 ton.

Sedangkan untuk peternakan, yang biasa dijadikan jaminan adalah sapi. Akan tetapi sapi yang hanya diterima adalah sapi betina produktif dan ada juga yang menerima sapi hamil dan siap hamil. Umumnya peternak yang mencari kredit multiguna iini untuk membiayai usaha pembibitan sapi.

Cara Pembayaran Cicilan Kredit Multiguna

Setiap bank atau lembaga keuangan tentunya memiliki cara berbeda untuk memudahkan nasabah untuk membayar cicilan, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Transfer antarbank
  • Setoran otomatis dari rekening peminjam
  • Setoran manual melalui teller
  • Melalui layanan e-channel bank, seperti ATM, mobile banking dan internet banking

Keuntungan Kredit Multiguna

Bank atau lembaga keuangan dapat memberikan jangka waktu lebih panjang untuk kredit multiguna mencapai lebih dari 10 tahun karena aset yang dijaminkan memiliki nilai tinggi. Hal ini berbanding terbalik dengan kredit tanpa agunan (KTA) yang maksimal jangka waktunya hanya 5 tahun.

Pada dasarnya, kredit multiguna ini menggunakan jaminan aset untuk memperoleh dana pinjaman, karena itu jumlah dana yang dapat diberikan pun juga besar bisa mencapai miliaran rupiah. Limit pinjamannya juga tergantung pada nilai aset jaminan. Jadi, pihak kreditur seperti bank atau lembaga keuangan memiliki resiko kerugian yang lebih rendah ketika peminjam mengalami kredit macet.

Karena nama pinjaman ini adalah kredit multiguna sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, mulai dari konsumsi pribadi, KPR rumah, hingga modal usaha. Tidak sama dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang terkadangan hanya dapat dimanfaatkan untuk tujuan konsumsi.

Kerugian Kredit Multiguna

  • Proses Aplikasi Lama

Berhubung kredit multiguna ini mensyaratkan jaminan aset sehingga bank atau lembaga keuangan membutuhkan waktu untuk menilai aset yang Anda jaminkan sudah sesuai nilainya dengan dana yang diajukan. Apabila belum sesuai, maka pihak kreditur akan meminta aset lain untuk menutupi hingga selisih dana yang diajukan dengan nilai jaminan sesuai.

  • Aset Melayang Ketika Tidak Melunasi Pinjaman

Anda akan terancam kehilangan aset jika tidak dapat melunasi cicilan pinjaman. Sebaiknya Anda mengatur pengeluaran keuangan dan cicilan utang dengan rinci setiap bulannya agar utang Anda tidak tertunggak.

  • Tidak Ada Jaminan Maka Tidak Bisa Meminjam

Salah satu penghalang orang-orang kesulitan untuk mengajukan kredit multiguna karena mereka tidak memiliki aset yang dapat dijaminkan. Apabila Anda tidak memiliki aset berharga yang dapat dijadikan jaminan, maka Anda tidak dapat memperoleh dana pinjaman. Akan tetapi, Anda dapat mempertimbangkan pinjaman lain sebagai alternatif, seperti kredit tanpa agunan atau pinjaman karyawan.

Pemberi pinjaman tahun ini

Kami ingin menunjukkan pemberi pinjaman yang paling populer. Perusahaan-perusahaan pinjaman ini yang paling terpercaya dan dinilai tinggi berdasarkan ulasan pelanggan.

Bandingkan semua pemberi pinjaman

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.