Bandingkan Pinjaman Syariah

Bandingkan dan dapatkan pinjaman syariah online langsung cair dari berbagai perusahaan

Pinjaman Syariah Terbaik

DirekomendasikanDipilih 54.443 kali
  • Jumlah pinjaman hingga Rp8 juta
  • Pinjaman cair dalam 1 hari
  • Suku bunga rendah hanya 0.1% per hari
  • Terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK
Survei: Seberapa besar peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman tahun ini dibandingkan dengan tahun 2019?
Pilih
Survei: Seberapa besar peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman tahun ini dibandingkan dengan tahun 2019?
Pilih
Pinjaman Syariah

Seluk Beluk Pinjaman Syariah Yang Sebaiknya Dipahami

Perbankan memberikan banyak penawaran menarik untuk membantu keuangan masyarakat, salah satunya melalui pemberian pinjaman.

Terdapat banyak jenis pinjaman yang bisa Anda manfaatkan, salah satunya pinjaman syariah.

Jenis pinjaman ini merupakan kredit khusus yang dibuat berdasarkan hukum Islam. Pinjaman syariah hadir untuk memberi alternatif kepada masyarakat yang tidak ingin mengajukan pinjaman tanpa riba.

Kami dari Financer.com mengulas lengkap seputar Kredit Syariah untuk membantu Anda memilih pinjaman sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jadi, baca artikel ini sampai selesai ya, sobat Financer.

Dipilih 54.443 kali
  • Jumlah pinjaman hingga Rp8 juta
  • Pinjaman cair dalam 1 hari
  • Suku bunga rendah hanya 0.1% per hari
  • Terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK

Apa Beda Pinjaman Syariah dan Konvensional?

Tentu pertanyaan yang pertama kali muncul di benak masyarakat ketika mendengar tentang pinjaman syariah, yaitu beda pinjaman syariah dan konvensional.

Tidak dipungkiri, keduanya memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Beberapa perbedaan tersebut meliputi: dasar hukum, tujuan pinjaman, dan suku bunga.

Dasar Hukum

Seperti yang telah dijelaskan di awal, pinjaman syariah menggunakan dasar hukum Islam.

Untuk pinjaman konvensional, menggunakan dasar hukum keuangan internasional yang memang digunakan secara umum.

Hal ini merupakan perbedaan yang cukup signifiikan sebab dasar hukum yang berbeda akan menyebabkan syarat dan ketentuan yang muncul pun berbeda.

Tujuan Pinjaman

Pinjaman syariah bisa dikatakan sebagai pinjaman khusus terutama dilihat dari tujuan pinjaman.

Jika Anda ingin mengajukan pinjaman syariah, maka Anda harus menjelaskan tujuan penggunaan dana pinjaman tersebut.

Menurut prinsip syariah, dana dari pembiayaan syariah harus digunakan untuk hal dan kegiatan yang halal. Sedangkan pinjaman konvensional tidak secara spesifik menyebutkan hal tentang halal dan haram.

Jenis tertentu dari pinjaman konvensional, seperti Kredit Multiguna (KMG) bahkan tidak menanyakan tujuan penggunaan dana pinjaman.

Dipilih 752 kali
  • Pilihan kartu kredit ada 3, yaitu Citi Rewards, City Simplicity, dan Citi PremierMiles.
  • Mendapatkan voucher belanja senilai Rp1 juta
  • Potongan 10% biaya bunga apabila membayar tepat waktu
  • Akses gratis di 800 Airport Lounge di seluruh dunia.

Suku Bunga

Menurut prinsip syariah, bunga dari dana kredit tidak diperbolehkan karena termasuk riba. Oleh karena itu, pinjaman syariah online langsung cair tidak mengenal suku bunga.

Lalu apakah pengembalian dana jumlahnya sama seperti pinjaman awal? Tentu tidak. Untuk pinjaman syariah, bunga pinjaman digantikan dengan akad pinjaman.

Akad pinjaman terbagi menjadi 3 jenis akad yang diatur agar dapat mengembalikan dana. Nantinya akan dibahas lebih lanjut mengenai akad pinjaman syariah ini.

Untuk pinjaman konvensional sendiri tetap menggunakan bunga pinjaman, sehingga debitur diwajibkan mengembalikan dana pinjaman bersama dengan bunga yang besarannya sudah ditentukan di awal.

Akad Pinjaman Syariah

Pinjaman syariah tidak menggunakan sistem bunga ketika mengembalikan dana pinjaman, namun menggunakan sistem akad dalam prosesnya.

Terdapat 3 jenis akad yang ditawarkan pinjaman syariah, yaitu akad musyarakah mutanaqishah (akad jual beli), akad ijarah wa iqtina (akad sewa dengan perubahan kepemilikan), dan akad murabahah (akad jual beli).

Akad Musyarakah Mutanaqishah

Diartikan sebagai akad pembagian modal, akad musyarakah mutanaqishah ini menempatkan debitur dan pemberi pinjaman pada peran yang sama.

Keduanya sama-sama menaruh modal untuk membeli barang tertentu.

Contohnya, pembelian sebuah barang dilakukan dengan dana dari debitur sebesar 40% dan dari pihak pemberi pinjaman sebanyak 60%. Nantinya, debitur ini akan membeli porsi kepemilikian si pemberi pinjaman (sebesar 60%).

Akad Ijarah Wa Iqtina

Jenis akad selanjutnya, yaitu akad ijarah wa iqtina yang berarti akad sewa dengan perubahan kepemilikan.

Melalui akad ini, pemberi pinjaman telah membeli barang tertentu yang diinginkan oleh debitur.

Setelah itu, debitur akan menyewa barang tersebut dengan rentang waktu yang ditentukan. Setelah waktu yang ditentukan terlewati, maka barang tersebut boleh dibeli oleh debitur.

Contohnya, pemberi pinjaman membeli sebuah ruko, kemudian menyewakannya pada debitur selama setahun. Setelah satu tahun, ruko tersebut boleh dibeli oleh debitur.

Akad Murabahah

Akad murabahah disebut juga akad jual beli. Jika debitur memilih akad ini, maka pihak pemberi pinjaman akan berperan sebagai pembeli barang tertentu yang diinginkan oleh debitur.

Contohnya: debitur ingin membeli mobil, maka pihak pemberi pinjaman membeli mobil tersebut.

Setelahnya, pemberi pinjaman menjual mobil pada debitur menggunakan margin harga (beli Rp200 juta kemudian dijual Rp220 juta) dan dibayar dengan sistem angsuran dengan batas waktu tertentu.

Persyaratan Kredit Syariah

Untuk bisa mendapatkan KTA syariah terdapat berbagai syarat dan ketentuan yang berlaku. Dari segi syarat sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dari pinjaman konvensional.

Syarat khusus untuk pengajuan pinjaman online syariah, yaitu penggunaan dana harus untuk hal yang halal, debitur seorang muslim, serta biasanya wajib memiliki tabungan bank berjenis syariah.

Untuk syarat dokumen secara umum, antara lain:

NoPersyaratan DokumenIndividuPerusahaan
1Identitas Diri KTP
2Kartu Keluarga
3Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4Surat Nikah Bagi Yang Telah Menikah
5Akta Pendirian Usaha
6KTP Pengurus
7Legalitas Usaha
8Laporan Keuangan 3 Tahun Terakhir
9Data Obyek Pembiayaan
10Rekening Koran/Tabungan 3 Bulan Terakhir

Kelebihan Pembiayaan Syariah

Anda tidak perlu ragu menggunakan pinjaman syariah karena banyak kelebihan yang bisa didapatkan. Berikut beberapa kelebihan dari pembiayaan syariah.

  • Mudah Digunakan

KTA syariah tergolong mudah digunakan. Asalkan tujuan penggunaan sudah jelas dan dijamin halal, maka kredit ini akan bisa langsung diproses.

Dari segi persyaratan dokumen, pembiayan syariah hampir mirip dengan pinjaman konvensional.

  • Sistem Jaminan Halal

Menurut hukum Islam, bunga pinjaman merupakan hal yang dikategorikan sebagai haram. Dengan begitu, banyak yang ragu atau bahkan tidak mau mengajukan pinjaman konvensional sebab sistem yang digunakan.

Oleh karena itu, sistem jaminan halal merupakan salah satu kelebihan dari pinjaman syariah.

  • Minim Risiko

Keuntungan lain menggunakan kredit syariah, yaitu lebih minim risiko. Mengapa demikian? Pada pinjaman konvensional, debitur sepenuhnya bertanggung jawab jika dana yang dipinjam tidak dikembalikan.

Sedangkan pada pinjaman syariah, pihak pemberi pinjaman akan ikut menanggung sebagian risiko dana yang dipinjam.

Hal itu dikarenakan, pihak pemberi pinjaman terlibat langsung dan bersedia berpartisipasi menanggung kerugian yang muncul. Debitur pun hanya diwajibkan mengembalikan pinjaman pokoknya saja.

Kekurangan Pinjaman Syariah

Semua hal tentu memiliki dua sisi. Pinjaman bank syariah memiliki kelebihan tertentu namun juga memiliki kekurangan tersendiri.

Berikut beberapa kekurangan pinjaman syariah.

  • Hanya Untuk Kalangan Tertentu

Pinjaman Syariah Tanpa Agunan ini sayangnya hanya diperuntukan bagi kalangan tertentu. Jika Anda bukan seorang muslim, maka tidak diperbolehkan mengajukan pinjaman bank syariah ini.

Hal ini tentu menjadi kekurangan karena pinjaman konvensional sendiri bisa digunakan oleh siapa saja.

  • Terbatas Penggunaannya

Pinjaman syariah mewajibkan dana digunakan untuk kepentingan yang halal. Hal tersebut menyebabkan penggunaan dana kredit syariah menjadi lebih terbatas.

Misalnya, Anda ingin membangun kafe yang menjual bir, maka Anda otomatis tidak bisa menggunakan dana pinjaman bank syariah.

Daftar Pinjaman Syariah Online

Selain bank, terdapat beberapa pinjaman syariah online yang telah tercatat pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi Anda yang tidak terlalu suka mengajukan kredit di bank, pilihan ini bisa digunakan.

Beberapa nama pinjaman online syariah yang telar terdaftar di OJK, yaitu Investree, Ammana, Alami, Duha Syariah, Dana Syariah, Bsalam, Ethis, Berkah Fintek Syariah (BFK), Papitupi Syariah, dan Qazwa.

Pastikan Anda mencari tahu dan membandingkan produknya di Financer.com sebelum mengajukan.

Demikian seluk beluk pinjaman syariah. Apabila Anda merasa lebih cocok menggunakan pinjaman online syariah, maka Anda bisa mencobanya.

Selain itu, kini hampir semua bank di Indonesia telah menawarkan pinjaman bank syariah. Anda hanya perlu memilih sesuai dengan kebutuhan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba 🙂

Penulis Mentari

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
Terakhir Diperbarui: Oktober 1, 2020