SLIK OJK

Serba-Serbi SLIK OJK

  • Juli 21, 2020
  • 9 min baca
  • 47111 membaca

Serba Serbi SLIK OJK

Bank

Dahulu pihak debitur dan kreditur harus menggunakan layanan Sistem Informasi Debitur (SID) yang juga dikenal sebagai BI Checking yang dikelola oleh Bank Indonesia.

Namun, sejak 1 Januari 2018, layanan SID ini berubah menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang kemudian dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sejak layanan skor kedit beralih menjadi SLIK, Bank Indonesia (BI) berhenti melayani kegiatan operasional SID atau BI Checking kepada seluruh pelapor SID dan masyarakat pada 31 Desember 2017. Jadi, masyarakat atau pelapor SID yang ingin melakukan pengecekan skor kredit dapat melakukannya melalui SLIK yang dilaksanakan oleh OJK.

Sedikit informasi mengenai SID terdahulu, SID adalah sistem yang mempertukarkan informasi peminjam dan fasilitas kredit dari bank atau lembaga keuangan. Peran SID disini adalah menghimpun seluruh data dan pembayaran pinjaman atau pembiayaan lain yang pernah diambil, baik yang lampau maupun yang baru.

Selain itu, SID mencatat pola pembayaran Anda, seperti apakah Anda pernah menunggak pembayaran atau melakukan pembayaran dengan lancar. Apabila nama Anda bersih, maka besar kemungkinan Anda memperoleh pinjaman lagi dari bank atau lembaga keuangan.

Nah, untuk mengecek skor kredit melalui SLIK di OJK, sebaiknya Anda mengetahui seluk beluk mengenai SLIK terlebih dahulu.

SLIK Menghubungkan OJK, BI dan LPS

Sebelum layanan skor kedit ditangani oleh OJK, Bank Indonesia (BI) berperan dalam mengelola, mengatur dan mengembangkan sistem informasi antar bank secara bertahap.

Butuh empat (4) tahun, mulai dari 31 Desember 2013 sampai 31 Desember 2017 untuk mengembangkan sistem aplikasi SLIK sehingga sistem aplikasi SLIK tidak langsung diterapkan pada saat itu.

Dengan terbitnya UU No.21 Tahun 2011 tentang peralihan fungsi dari Bank Indonesia (BI) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK bersama BI sama-sama memiliki wewenang untuk mengatur sistem informasi debitur demi menjaga kesehatan dan kestabilan bank.

Selain itu, Otoritas Jasa Keungan (OJK) bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saling terhubung karena diaplikasikannya SLIK.

Jadi, ketiga lembaga tersebut dapat saling bertukar dan mengakses informasi mulai dari informasi bank atau lembaga keuangan, laporan keuangan bank atau lembaga keuangan, laporan hasil pemerikasaan bank atau lembaga keuangan yang disusun oleh OJK, BI, dan LPS, dan informasi lainnya.

SLIK untuk Mengurangi Risiko

Skor Kartu Kredit

Semenjak SID beralih ke SLIK, SLIK dari OJK akhirnya memiliki fungsi sebagai sistem layanan informasi bagi nasabah atau debitur untuk pelaku industri keuangan, seperti bank, lembaga keuangan, atau bank perkreditan rakyat, baik di masa lampau maupun sekarang.

SLIK OJK ini memiliki wewenang penuh untuk menghimpun dan merekam seluruh data yang berguna bagi bank atau lembaga keuangan dalam menyetujui aplikasi pinjaman nasabahnya.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko, khususnya risiko kredit sehingga membantu pihak kreditur, seperti bank atau lembaga keuangan menurunkan tingkat risiko kredit bermasalah.

Jadi, dari informasi yang dihasilkan oleh SLIK akan membantu bank atau lembaga keuangan untuk memutuskan layak atau tidaknya calon peminjam diberikan pinjaman.

Manfaat SLIK bagi Kreditur

  • Pemberi kredit, seperti bank atau lembaga keuangan dapat menilai performa calon peminjam sebagai pengganti atau pelengkap jaminan.
  • Mengefisiensikan biaya operasional.
  • Mendorong transparansi pengelolaan kredit.
  • Mengurangi ketergantungan pelapor atau pemberi kredit kepada jaminan konvensional.
  • Membantu percepatan proses analisis dan pengambilan keputusan dalam memberikan pinjaman.
  • Mengurangi risiko kredit bermasalah di masa depan.

Bagi yang belum tahu, pelapor SLIK tidak hanya berasal dari industri perbankan tetapi juga dari lembaga keuangan ataupun lembaga non-keuangan yang ikut serta sebagai pelapor dalam sistem SLIK.

Data yang dihimpun dari OJK menunjukkan bahwa pelapor SLIK pada bulan Desember 2017 berjumlah 1.6748. Pelapor-pelapor tersebut berasal dari bank umum, bank syariah, bank perkreditan rakyat (BPR), bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), koperasi simpan pinjaman, fintech, lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan dan sebagainya.

Seiring tahun, jumlah pelapor akan meningkat sehubungan dengan cakupan pelapor wajib SLIK yang akan meluas, antara lain:

  • Bank perkreditan rakyat (BPR), bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), dan perusahaan pembiayaan yang belum menjadi pelapor wajib menjadi pelapor SLIK paling lambat tanggal 31 Desember 2018.
  • Perusahaan pembiayaan infrastruktur (PPI), perusahaan modal ventura, dan pegadaian yang belum menjadi pelapor wajib menjadi pelapor SLIK selambatnya pada tanggal 31 Desember 2022.

Adapun lembaga peer to peer lending, lembaga keuangan mikro, dan lembaga non-jasa keuangan, seperti koperasi simpan pinjam dapat menjadi pelapor SLIK setelah memenuhi persyaratan dan disetujui oleh OJK.

Dapatkan Data Pinjaman Debitur di SLIK

Persyaratan

Hadirnya SLIK OJK sangat bermanfaat bagi nasabah atau debitur karena sistem ini membantu Anda memperoleh informasi yang akurat tentang skor kredit, data pinjaman yang masih berjalan, tunggakan pinjaman, dan jaminan pinjaman di bank atau lembaga keuangan.

Adapun informasi yang tersedia di SLIK yang dapat Anda dapatkan, seperti plafon kredit, data pokok debitur, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran, denda atau penalti pinjaman.

Berikut beberapa manfaat SLIK bagi masyarakat:

  • Memotivasi penerima kredit untuk menjaga skor kreditnya
  • Mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan pinjaman.
  • Calon debitur baru yang merupakan pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memperoleh akses modal usaha lebih luas dari pemberi pinjaman dengan mengandalkan skor kreditnya tanpa harus bergantung lagi pada kemampuan untuk menyediakan jaminan.

Cara Mengajukan Informasi Debitur Individual (IDI) Secara Offline di SLIK OJK

Anda dapat mengunjungi kantor OJK baik di pusat maupun di daerah untuk mengajukan Informasi Debitur Individual (IDI) SLIK, mulai dari hari senin sampai jumat dengan waktu operasional dari jam 09.00 – 15.00 WIB. Informasi mengenai alamat kantor-kantor OJK dapat dilihat di www.ojk.go.id

Saat ini, SLIK OJK telah berjalan di 37 kota di Indonesia dan telah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan atau layanan jasa keuangan lainnya. Namun, jika masih bingung dengan alamat kantor terdekat, Anda dapat menghubungi call centre OJK di nomor 157 atau 1-500-655.

Pada saat mengunjungi kantor OJK yang terdekat dari rumah Anda, sebaiknya membawa kartu identitas lebih dari dua, seperti KTP dan SIM. Sebab, memasuki gedung perkantoran OJK biasanya pengunjung diharuskan untuk menitipkan kartu identitas sebagai jaminan.

Sementara untuk badan usaha, Anda harus membawa tanda daftar badan usaha, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) badan usaha, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), KTP asli pengurus badan usaha, dan Surat Kuasa dengan materai Rp6.000.

Selain itu, permintaan IDI dapat diwakilkan oleh orang lain yang dapat dipercaya dengan memenuhi persyaratan, seperti KTP pemberi kuasa, KTP penerima kuasa, surat kuasa dengan materai Rp6.000, dan fotokopi identitas badan usaha yang terdiri dari akta pendirian badan usaha, perubahan anggaran dasar terakhir yang memuat susunan dan kewenangan pengurus.

Cara Mengajukan Informasi Debitur Individual (IDI) Secara Online di SLIK OJK

  • Ketik www.ojk.go.id di browser (google atau bing) Anda
  • Setelah terbuka situs OJK, pilih kolom “Perbankan”, kemudian pilih “Permintaan IDI Historis”
  • Di layar Anda akan tampil laman “Permintaan IDI Historis”. Silahkan scroll ke bawah dan cari kalimat “Mengisi formulir yang disediakan”, dan klik kata “formulir”.
  • Kemudian akan muncul laman formulir dengan judul “Biro Informasi Kredit”. Lengkapi seluruh formulir, lalu klik “Kirim formulir”.
  • Terakhir, dapatkan konfirmasi dari Bank Indonesia (BI) di email Anda.

Kelebihan SLIK dibandingkan SID

SLIK Memudahkan Masyarakat Mendapatkan Pinjaman

Pinjaman online

Tidak dapat dimungkiri peralihan dari BI Checking menjadi SLIK membawa banyak perubahan salah satunya membantu dalam mengefisiensikan waktu proses persetujuan pinjaman.

Di sisi lain, kesempatan mendapatkan pinjaman bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbuka lebih lebar dengan mengandalkan skor kredit tanpa harus bergantung lagi pada kemampuan untuk menyediakan jaminan.

Ditambah lagi masyarakat akan termotivasi untuk menjaga skor kreditnya dengan adanya SLIK sehingga masyarakat akan lebih mudah mendapatkan pinjaman berkat hadirnya SLIK OJK.

Jangan lupa bandingkan dan ajukan pinjaman dan produk keuangan lainnya hanya di Financer.com 🙂

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari pinjaman dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Sumber: https://www.ojk.go.id

Penulis Mentari

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
47111 membaca
Terakhir Diperbarui: Juli 21, 2020

Jelajahi topik kami