Bursa Efek

Pelajari cara berinvestasi di bursa efek dengan modal sedikit dan mulailah investasi saham hari ini.

Berinvestasi di Bursa Efek

  • Menyediakan akun demo yang tidak memerlukan registrasi
  • Mengikuti regulasi VFSC dan FMRRC
  • ExpertOption dapat dioperasikan di Windows, McOS, Android, dan juga iOS.
  • Pengguna harus mendepositkan dana sebesar $50 atau senilai Rp680.000

Cara Memulai Investasi di Bursa Efek

Tahukah Anda tentang bursa efek? Walaupun hanya segelintir orang yang tahu cara kerja bursa efek, namun sudah banyak orang di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan yang mengetahui tentang investasi ini. Sejauh ini, banyak orang yang beranggapan bahwa bursa efek memberikan peluang besar untuk menghasilkan uang yang banyak tetapi juga memberikan risiko besar akan kehilangan uang. Namun, bursa efek dapat menjadi investasi yang sangat menguntungkan apabila Anda tahu cara berinvestasi dengan bijak dan strategis.

Dalam laman ini, kami akan mengulas secara lengkap semua hal yang perlu Anda ketahui sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi di bursa efek. Namun, perlu Anda ketahui bahwa bursa efek saat ini termasuk bentuk investasi yang lumayan kompleks daripada dulu. Jadi, sebaiknya Anda mempelajarinya secara menyeluruh atau mengambil kursus online agar dapat memperkuat landasan pengetahuan seputar bursa efek sebelum memulai mengeinvestasikan dana Anda di pasar saham.

Oleh karena itu, kami menyarankan Anda untuk menginvestasikan dana Anda di perusahaan bursa efek resmi atau website bursa efek profesional sebelum memulai investasi Anda.

Pengertian Bursa Efek

 Berdasarkan Undang Undang Nomor 8 tahun 1995, Bab 1, Pasal 5 menyatakan bahwa Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek. Jadi, bursa efek sama dengan bursa saham.

 Bursa efek atau bursa saham adalah sebuah pasar yang menjadi sumber uang eksternal bagi investor untuk membeli atau menjual saham dan produk keuangan lainnya kepada individu, perusahaan, atau pemerintah. Kata pasar kerap digunakan dalam proses perdagangan konvensional yang menunjukkan produk secara fisik. Sedangkan kata bursa digunakan dalam proses perdagangan yang tidak melibatkan produk secara fisik.

Umumnya, efek atau saham yang dijual di bursa efek sudah go public atau kerap dikenal dengan perusahaan publik. Pada proses pembelian dan penjualan saham selalu difasilitasi oleh pialang yang bertindak sebagai perantara antara investor dan perusahaan sehingga membuat proses membeli dan menjual mudah.

Sederhananya, bursa efek adalah pasar yang terorganisir dimana setiap perusahaan dapat mempromosikan dan menjual produk mereka kepada calon investor. Investor dapat melihat, membandingkan dan membeli produk yang sesuai dengan keinginan investor. Sebab itu, sistem bursa efek termasuk aman dan transparan karena baik perusahaan dan investor dapat memonitor proses jual beli setiap saat.

Awalnya, bursa efek hanya terdapat di suatu lokasi pusat yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan pencatatan transaksi jual beli yang telah dilakukan ke dua belah pihak. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, aktivitas pencatatan pada bursa efek pun ditinggalkan dan berpindah pada bursa efek yang terhubung dengan jaringan elektronik dan internet yang tentunya menguntungkan, baik dari biaya transaksi maupun segi kecepatan. Saat ini, harga saham pada bursa efek bergantung pada faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi proses permintaan dan penawaran pada harga saham tersebut.

Cara Kerja Bursa Efek

Sesungguhnya logika di balik bursa efek lebih mudah dipahami daripada yang sering dibayangkan oleh banyak orang. Bagi perusahaan yang ingin bertansformasi menjadi perusahaan besar perlu untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, infrastruktur, produk dan lain-lain. Nah, tentunya aktivitas peningkatan kualitas tersebut memerlukan modal yang banyak. Sayangnya, untuk mengembangkan suatu perusahaan menjadi perusahaan besar tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan pinjaman karena nilai pinjaman yang diberikan bank umumnya terbatas.

Salah satu alasan yang melatarbelakangi perusahaan untuk go public adalah untuk mengumpulkan modal agar dapat mencapai potensi maksimal sebagai perusahaan besar. Bursa efek hadir sebagai cara cepat bagi perusahaan untuk mengumpulkan modal yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Jadi, jangan heran apabila Anda menemukan perusahaan yang sedang mendominasi pasar global, seperti Google, Apple, Gojek, Facebook dan sebagainya menjual saham mereka di bursa efek.

Langkah pertama yang perusahaan harus lakukan adalah menjual bagian dari perusahaan yang disebut “saham” di bursa efek. Dari penjualan saham di bursa efek, perusahaan dapat meningkatkan kualitas dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memperbesar skala perusahaan tersebut. Investor yang membeli salah satu saham perusahaan secara otomatis menjadi mitra perusaahaan karena telah berpartisipasi dalam menguntungkan perusahaan. Dalam beberapa peristiwa, investor yang membeli saham perusahaan diajak untuk rapat dan memberikan suara dalam keputusan manajemen perusahaan. Jadi, bursa efek memungkinkan proses penjualan dan pembelian saham oleh perorangan, perusahaan atau pemerintah.

Ada syarat listing atau pencatatan saham yang harus dilakukan pada kegiatan jual beli saham. Perusahaan yang ingin go public harus memenuhi syarat listing tersebut agar dapat menjual sahamnya di bursa efek. Salah satu persyaratannya adalah dengan melaksanakan Due Diligence atau Uji Tuntas untuk umum. Due Diligence merupakan proses investigasi terhadap kelayakan bisnis suatu perusahaan meliputi legalitas, ukuran dan omset perusahaan.

Apabila perdagangan saham dikembangkan di Indonesia, maka perekonomian Indonesia dapat maju layaknya negara-negara, seperti di Jepang, Amerika Serikat, Cina, Australia dan sebagian besar negara di benua Eropa. Oleh karena itu, sangat penting diadakan sosialisasi pengenalan bursa efek di wilayah-wilayah Indonesia untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menginvestasikan dana mereka ke bursa efek.

Saham di Bursa Efek

Umumnya, istilah “saham” di bursa efek mewakili bagian dari modal saham perusahaan. Jadi, saham adalah bagian dari perusahaan yang dijual yang wujudnya berupa selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan yang menyatakan nama yang tercantum di kertas adalah pemilik perusahaan sesuai dengan berapa banyak saham yang dibeli. Terlepas banyak atau sedikitnya saham yang dibeli seorang investor, namun investor tersebut secara otomatis menjadi mitra perusahaan.

Setiap mitra perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan sesuai dengan jumlah sahamnya. Sebab itu, semakin besar investasi dalam saham perusahaan, maka akan semakin besar keuntungan yang diperoleh. Meskipun begitu, risiko juga dapat terjadi pada investasi saham. Tidak heran banyak orang yang menjadi milyuner melalui investasi di pasar saham dan ada juga yang bangkrut.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah sebelum membeli saham, Anda perlu memahami dan mengerti situasi pasar, perekonomian negara, kondisi perusahaan, dan faktor-faktor lainnya. Sebelum Anda membeli saham, Anda harus memastikan potensi pertumbuhan perusahaan tersebut dalam jangka waktu panjang.

Fungsi Broker atau Pialang

Broker atau Pialang adalah perantara yang memiliki izin dan wewenang untuk melakukan jual beli efek yang tercatat di bursa saham. Investor saham membutuhkan pialang untuk membantu proses jual beli saham di bursa efek. Misalnya Anda ingin membeli mie, Anda dapat membelinya di pasar atau supermarket yang terdekat dari rumah dan tidak perlu jauh-jauh ke pabrik mie untuk membeli. Begitu pula cara membeli saham di suatu perusahaan. Anda dapat membeli saham melalui pialang sehingga Anda tidak harus pergi ke perusahaan tersebut.

Pertimbangkan Memilih Broker

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, broker atau pialang berfungsi sebagai perantara transaksi jual beli saham. Broker atau pialang tidak hanya membantu dalam hal membuka rekening di awal investasi saham tetapi juga membantu proses transaksi jual beli saham Anda. Oleh karena itu, Anda harus selalu berkomunikasi dengan broker yang menangani transaksi Anda. Berikut hal-hal penting yang harus dipertimbangkan saat memilih broker atau pialang:

  • Jumlah Setoran Awal

Jumlah setoran awal untuk berinvestasi di bursa efek lumayan bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp10.000.000. Adanya perusahaan sekuritas yang membidik pasar anak muda dan perusahaan yang membidik pasar pekerja profesional membuat jumlah setoran awal bervariasi. Sebaiknya Anda mencari perusahaan sekuritas yang menawarkan fasilitas deposit dan penarikan dana yang mudah dan cepat.

  • Broker atau Pialang Terdaftar Sebagai Anggota

Perusahaan sekuritas yang berprofesi sebagai broker wajib terdaftar di bursa efek Indonesia sebagai anggota bursa dan memiliki sertifikat perantara pedagang efek. Broker merupakan perwakilan dari perusahaan sekuritas yang Anda pilih. Sebab itu, Anda harus mengecek dan memastikan bahwa broker Anda bersertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek).

  • Komisi Transaksi Broker atau Pialang

Komisi transaksi broker adalah biaya yang harus dibayar oleh investor setiap terjadi transaksi, baik transaksi jual maupun beli. Di sistem bursa efek, komisi penjualan umumnya lebih besar 0,1% daripada komisi pembelian. Komisi penjualan berkisar di antara 0,2% sampai 0,4%. Adapun komisi pembelian berada pada kisaran 0,1% hingga 0,3%.

Sebagai investor mungkin Anda mencari broker dengan komisi rendah tetapi hal ini akan mempengaruhi strategi mendapat keuntungan dari investasi saham karena broker tersebut memiliki batas minimal komisi per hari.

Sebenarnya investor dapat bernegosiasi dengan broker untuk mendapatkan komisi rendah. Apabila jumlah dana investasi Anda lumayan besar, maka Anda dapat memperoleh broker dengan komisi rendah. Anda juga dapat berinvestasi dengan sistem online trading karena komisi transaksinya relatif rendah.

  • Fasilitas Transaksi

Saat ini, ada dua fasilitas transaksi yang ditawarkan oleh perusahaan sekuritas, yaitu fasilitas konvensional dan fasilitas online trading. Apabila Anda memilih fasilitas konvensional, maka transaksi saham dilakukan di kantor broker yang dipesan oleh investor lewat telepon. Namun, apabila Anda menginginkan keleluasaan dalam bertransaksi, Anda dapat mempertimbangkan perusahaan sekuritas yang melayani fasilitas online trading yang terintegrasi dengan internet, baik melalui laptop atau smartphone.

  • Rekomendasi dan Update Informasi Saham oleh Broker

Broker yang baik akan selalu memberikan rekomendasi saham yang menguntungkan yang berdasarkan analisis pasar dan teredukasi. Selain itu, broker yang baik selalu mengupdate informasi dan berkomunikasi dengan baik ke investor tentang risiko saham yang investor miliki. Jadi, apabila Anda tidak sempat melakukan analisis saham, maka rekomendasi dan update informasi yang diberikan oleh broker akan sangat membantu dan berguna untuk mengetahui perkembangan investasi saham Anda.

  • Menyediakan Fasilitas Bunga Margin

Strategi trading Anda dapat berjalan optimal apabila tersedia fasilitas margin. Sebaiknya, Anda mencari perusahaan yang memberi bunga margin rendah dengan limit trading yang besar. Dengan trading limit yang besar, maka Anda dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Langkah-langkah Membeli Saham di Bursa Efek

1. Membuka rekening saham

Untuk memulai membeli saham, Anda harus membuka rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas (perusahaan broker atau pialang saham). Saat ini, perusahaan sekuritas menawarkan investasi saham dengan membuka rekening saham yang jumlahnya tidak besar, sekitar Rp5 juta. Untuk mengetahui lebih jelas tentang minimal saldo awal untuk membuka rekening saham, sebaiknya Anda menghubungi perusahan sekuritas yang Anda tertarik. Adapun data dan informasi pribadi yang diperlukan untuk membuka rekening saham, antara lain:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotokopi buku rekening tabungan
  • Informasi alamat tempat tinggal
  • Informasi pekerjaan atau usaha
  • Informasi ahli waris

2. Memilih Saham

Setelah membuka rekening saham dan menyetor dana awal yang disyaratkan oleh perusahaan sekuritas, maka Anda dapat memulai bertransaksi saham. Namun, sebelum memulai bertransaksi saham, sebaiknya Anda memilih dan menganalisa kondisi perusahaan yang Anda akan beli sahamnya sebelum melakukan pembelian. Hal ini bertujuan agar Anda mendapatkan keuntungan besar dari hasil investasi saham.

3. Membeli Saham

Setelah Anda melakukan riset tentang saham yang akan And abeli, maka langkah yang harus Anda lakukan adalah membeli sahabat tersebut.

Saat ini, ada dua cara yang dapat Anda lakukan untuk membeli saham:

  • Melalui broker atau pialang. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa Anda dapat menghubungi broker Anda melalui telepon.
  • Membeli langsung saham melalui online trading. Broker atau pialang umumnya telah menyediakan fasilitas online agar investor dapat memasukkan langsung order beli maupun order jual saham. Fasilitas ini berupa software yang harus diinstall terlebih dahulu di gadget Anda, seperti smartphone, laptop, ataupun tablet.

4. Menjual Saham

Apabila Anda telah membeli saham, maka langkah selanjutnya adalah menjual saham. Jadi, Anda harus memantau pergerakan harga dan grafik saham-saham yang telah Anda beli. Jika harga saham lebih tinggi dari harga beli saham Anda, maka Anda dapat menjual saham tersebut untuk memperoleh keuntungan yang kerap disebut sebagai Take Profit atau Profit Taking. Anda juga dapat membeli dan menjual saham pada hari yang sama (day trader), atau menunggu antara 1 dan 2 minggu. Uang hasil penjualan saham akan ditransfer secara otomatis ke rekening saham Anda.

Kekurangan Investasi di Bursa Efek

  • Pasar saham cenderung tidak stabil dan dapat berubah sesuai dengan kondisi politik-ekonomi suatu negara.
  • Investor harus terus memperbarui pengetahuan dan informasi, khususnya pada kondisi ekonomi, keuangan dan politik suatu negara.
  • Investasi saham dianggap sebagi investasi dengan risiko sehingga tidak ada jaminan pengembalian dana apabila salah dalam mengambil keputusan jual beli saham.

Keuntungan Investasi di Bursa Efek

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.