Kiat Memulai Investasi Bagi Pemula

Awalnya, mungkin terlihat bahwa investasi hanya untuk para bankir, ahli ekonomi, dan pengusaha. Siapa pun yang ingin menambah penghasilan bisa melakukannya. Baca lebih lanjut tentang cara mulai berinvestasi di laman ini bahkan jika Anda seorang pemula.

Platform Investasi Bagi Pemula

Jenis Investasi
  • Menyediakan akun demo yang tidak memerlukan registrasi
  • Mengikuti regulasi VFSC dan FMRRC
  • ExpertOption dapat dioperasikan di Windows, McOS, Android, dan juga iOS.
  • Pengguna harus mendepositkan dana sebesar $50 atau senilai Rp680.000
Ajukan Sekarang

Dipilih 134 kali

  • Tersedia untuk pengguna dari Indonesia
  • Tersedia dalam 6 mata uang kripto berbeda
  • Dapat membeli Bitcoin dengan kartu kredit atau kartu debit
  • Perusahaan yang aman dan transparan
Ajukan Sekarang

Dipilih 12 kali

  • Pegadaian Tabungan Emas tersedia di seluruh kantor cabang Pegadaian
  • Isi saldo Tabungan Emas dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital Service
  • Mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana Anda
  • Pembelian emas mulai dari berat 0,01 gram
Ajukan Sekarang

Dipilih 1 kali

Cara Memulai Investasi Bagi Pemula               

Uang tidak tumbuh begitu saja di pohon dan tidak ada cara instan menjadi kaya dalam semalam. Salah satu cara untuk melipat gandakan pundi-pundi uang Anda adalah dengan berinvestasi bukannya malah mengurangi pengeluaran Anda.

Meskipun hidup hemat dapat membantu keuangan Anda, namun berinvestasi adalah cara terbaik dan aman yang berpengaruh besar pada kondisi keuangan Anda, khususnya di masa yang akan datang. Dengan berinvestasi, pundi-pundi uang Anda akan meningkat setiap waktunya. Untuk memulai berinvestasi, Anda tidak harus menunggu sampai kaya dan memiliki banyak uang di rekening tabungan Anda. Kenyataannya, Anda dapat mulai berinvestasi dengan modal sedikit.

Mulai Investasi Dari Sekarang

Mulailah investasikan uang Anda seawal mungkin. Hal ini harus dilakukan agar Anda memperoleh pendapatan yang lebih banyak di masa depan. Contohnya, Anda punya uang Rp1.000.000 dan menyimpannya di celengan rumah Anda. Saat ini, uang Rp1.000.000 tersebut Anda dapat gunakan untuk membeli 1 gram perhiasan emas. Namun, 10 tahun ke depan uang Rp1.000.000 Anda mungkin hanya dapat membeli perhiasan dari bahan plastik. Hal ini dikarenakan inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan jika Anda menginvestasikan uang Anda, misalkan di bursa efek, deposito, peer to peer lending, atau reksadana, minimal bunga yang Anda peroleh per bulan adalah 5% (tergantung dari perusahaan atau bank yang dipilih untuk berinvestasi), sehingga menambah nilai uang Anda menjadi Rp1.050.000 setiap bulannya.

Jadi, mulailah berinvestasi dari sekarang untuk menghasilkan passive income dalam jangka panjang agar Anda dapat menikmati hasil investasi Anda di masa tua Anda.

Siapkan Modal Untuk Berinvestasi

Ingatlah fakta umum yang berlaku untuk setiap jenis investasi: Semakin banyak Anda berinvestasi, semakin lama Anda berinvestasi, maka semakin banyak pula penghasilan Anda. Nah, untuk memulai investasi, Anda sebaiknya menyiapkan bujet khusus. Bujet khusus disini adalah Anda harus menyisihkan uang lain di luar uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila Anda tidak dapat berinvestasi dalam jumlah besar karena keterbatasan dana, Anda dapat memulainya dalam jumlah kecil. Saat ini, investasi seperti reksadana atau peer to peer lending memungkinkan Anda memulai investasi dengan nominal Rp100.000.

Memilih Investasi Sesuai Kondisi Keuangan

Saat melakukan aktivitas investasi, ada tiga faktor yang berpengaruh pada optimal atau tidaknya pengembalian (return) investasi Anda ke depannya. Ketiga faktor tersebut adalah modal (capital), risiko (risk), dan tujuan (objective).

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, modal digunakan untuk memulai berbagai jenis investasi. Jenis investasi ini dapat berupa bursa efek, deposito, obligasi, peer to peer lending, dan lainnya.

Kemudian ada risiko. Sebelum memulai berinvestasi, calon investor sebaiknya mengetahui seluk beluk tentang investasi yang ingin dilakukan agar dapat mengambil keputusan bijak berdasarkan seberapa besar risiko yang berani diambil. Akan tetapi, perlu diingat bahwa sikap bijak dalam hal ini adalah mampu memperkecil risiko kerugian yang mungkin akan terjadi ke depannya bukan malah mengambil risiko yang besar demi pengembalian atau hasil (return) yang besar juga.

Selanjutnya adalah tujuan. Sebelum melakukan investasi, tentukan terlebih dahulu tujuan investasi Anda. Jadi, dengan mengetahui berapa besar target yang diinginkan, lama jangka waktu yang dimiliki, dana investasi ingin digunakan untuk naik haji, dana pensiun atau pendidikan anak akan memudahkan Anda untuk mengalokasikan hasil investasi Anda. Namun, perlu digarisbawahi bahwa investasi membutuhkan pengorbanan di masa sekarang untuk hasil yang berlebih di masa depan. Jadi, Anda harus banyak bersabar dan konsisten dengan investasi Anda.

Seberapa Berisiko Investasi Itu?

Sebagian besar ketakutan terbesar setiap orang adalah kehilangan uang. Dapat dipahami bahwa berinvestasi tidak 100% aman. Namun, Anda tidak perlu takut kehilangan uang Anda.

Salah satu langkah yang Anda dapat lakukan untuk menghindari risiko kerugian atau kehilangan uang investasi Anda adalah tidak menaruh semua tabungan Anda dalam satu investasi sekaligus. Berikut risiko-risiko yang umumnya dikaitkan dengan investasi:

  • Risiko Pasar

Risiko pasar disebabkan oleh krisis ekonomi. Ketidakstabilan pasar diakibatkan oleh nilai aset dasar negara menurun sehingga produktivitas investasi menurun.

  • Risiko Emiten

Risiko emiten adalah keadaan yang mempengaryhi aktivitas ekonomi perusahaan, seperti kebangkrutan, perubahan manajemen, perubahan preferensi konsumen, dan lain-lain. Dan nilai aset dasar dapat berubah dan harga sekuritas dapat berubah sesuai dengan risiko emiten tersebut.

  • Risiko Hukum dan Politik

Pada dasarnya risiko ini dikarenakan berinvestasi di wilayah yang tidak stabil secara hukum dan politik. Risiko hukum ini terkait dengan perubahan dalam undang-undang, peraturan dan sebagainya yang berpotensi mengurangi keuntungan atas investasi.

  • Risiko Likuiditas

Membeli dan menjual sekuritas perusahaan kecil jauh lebih berisiko daripada proses beli dan jual perusahaan yang terkenal dan besar. Oleh karena itu, pertimbangan harus diberikan pada kemungkinan perubahan harga sekuritas, tergantung pada nilai sekuritas perusahaan tertentu.

  • Risiko Suku Bunga

Suku Bunga adalah dewa yang ditunggu-tunggu oleh investor. Nilai dan keuntungan investasi tergantung pada perubahan suku bunga.

  • Risiko Mata Uang

Naik turunnya nilai tukar mata uang mempengaruhi nilai dan keuntungan investasi.

Ada berbagai macam jenis investasi yang dapat ditemukan dan diinvestasikan di era milenial ini. Saham, reksadana, rekening tabungan deposito, obligasi, emas, peer to peer lending atau properti adalah contoh investasi yang telah tersedia di Indonesia dan dapat Anda akses secara mudah. Nah, tinggal Anda memilih jenis investasi mana yang sesuai dengan bujet dan tujuan Anda. Setiap investasi memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Kisaran harga dan risikonya pun tentunya berbeda-beda. Jadi, siapkan mental dan bujet Anda untuk berinvestasi untuk masa depan Anda yang lebih baik. Mari kita simak berbagai jenis investasi yang dapat Anda lakukan dari sekarang!

Investasi Deposito

Saat ini, rekening tabungan tidak lagi dianggap hanya sebagai tempat simpanan uang semata. Rekening tabungan umumnya telah memiliki fitur deposito. Deposito adalah salah satu produk penyimpanan uang di bank yang penarikannya hanya bisa dilakukan setelah melewati waktu yang telah dipilih. Suku bunga deposito ini lebih tinggi daripada suku bunga rekening tabungan biasa. Dalam deposito, Anda harus memilih seberapa lama dana Anda ingin disimpan, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun dan seterusnya.

Rekening tabungan atau deposito termasuk salah satu jenis investasi yang stabil karena adanya jaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), lembaga pemerintah yang mengawasi dan mengatur simpanan nasabah di bank.

Jika Anda tertarik menginvestasikan uang Anda di deposito, sebaiknya mempelajari seluk beluk perhitungan bunga deposito terlebih dahulu. Dengan menyisihkan pendapat Anda setiap bulannya, Anda akan memperoleh keuntungan. Semakin besar jumlah uang yang diinvestasikan, maka akan semakin besar keuntungan yang akan dihasilkan.

Saat ini ada beberapa rekening tabungan dan deposito yang telah kami kumpulkan di alat perbandingan kami di Financer.com yang dapat Anda lihat dan akses lebih lanjut di laman ini.

Deposito pada umumnya adalah cara investasi yang tersedia untuk setiap orang kapan saja terlepas dari pendapatan dan ambisi berinvestasi. Ada baiknya Anda mencoba menginvestasikan uang Anda di rekening tabungan atau deposito untuk menambah pendapatan Anda di masa depan. Selain itu, menginvestasikan uang Anda di deposito atau rekening tabungan membantu Anda menghindari inflasi dengan adanya suku bunga daripada Anda menyimpan uang Anda di bawah kasur.

Investasi Forex

Berinvestasi forex atau valuta asing (valas) di pasar mata uang dapat menjadi hobi yang mengasyikkan dan sumber pendapatan yang menggiurkan. Tahukah Anda, setiap hari ada sekitar $5 triliun valas yang diperdagangkan. Anda dapat memulai investasi valas dengan beberapa ratus dollar $100 – $200 saja. Anda tentunya dapat membayangkan keuntungan yang dapat diperoleh tanpa menggunakan banyak modal pada investasi awal.

Di pasar valas, uang diperoleh dari naik turunnya (fluktuasi) harga mata uang asing seperti dollar atau euro dan Anda harus memprediksi di mana mata uang akan berfluktuasi agar Anda dapat melakukan proses jual beli, dan dari situlah Anda memperoleh keuntunganKedengarannya asyik bukan? Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu. Anda perlu memiliki kemampuan analisis yang baik untuk memahami investasi yang aman dan memahami berbagai indikator statistik. Sebab, ini bukan prediksi taruhan kartu, tetapi aktivitas yang memerlukan analisis yang tepat dan akurat.

Perdagangan valuta asing berlangsung 24 jam setiap hari, dan fluktuasi mata uang datang dari keputusan bank sentral, peristiwa dunia dan segala sesuatu yang dapat mengguncang perekonomian.

Salah satu cara termudah untuk memulai perdagangan di pasar valuta asing adalah menginvestasikan waktu Anda untuk mengikuti pelatihan valuta asing untuk pemula. Saat ini banyak kursus pelatihan perdagangan valas yang dapat ditemukan di internet. Umumnya, perusahaan broker valas juga menyediakan rekening demo sebelum menginvestasikan modal Anda. Dengan rekening demo tersebut, Anda bisa memperoleh gambaran tentang proses perdagangan valas dan dasar yang baik untuk memulai perdagangan valas. Jika hasil perdagangan valas Anda bagus dengan rekening demo, berarti Anda cocok untuk melakukan investasi ini dan Anda pun dapat membuka rekening valas yang sesungguhnya. Salah satu platform trading forex yang recommended untuk Anda coba adalah ExpertOption.

Mulai Investasi Forex Anda Sekarang

Investasi saham

Masih banyak masyarakat awam yang memiliki pandangan bahwa hanya investor yang memiliki modal besar yang dapat berinvestasi saham. Tapi sebaiknya hilangkan pikiran ini karena investor yang memiliki modal minim juga sudah dapat memulai investasi di bursa efek. Jadi, pasar saham bukan hanya untuk investor yang memiliki kocek yang besar.

Dengan modal awal sekitar ratusan ribu rupiah, Anda sudah dapat membeli saham sebuah perusahaan. Secara otomatis, Anda juga akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan karena uang Anda digunakan untuk perkembangan perusahaan. Ketika Anda berinvestasi di perusahaan tersebut dalam jangka waktu panjang dan perusahaannya berkembang maju dan menghasilkan banyak keuntungan, maka keuntungan yang Anda terima juga akan meningkat karena perusahaan membagikan keuntungannya dalam bentuk dividen.

Apabila Anda memiliki uang Rp5-10 juta, Anda dapat memulai investasi dengan memiliki sebuah rekening di broker saham online. Bagi investor pemula, Anda sebaiknya memilih saham-saham blue chip (LQ45). Blue chip disini adalah perusahaan besar yang keuntungannya stabil, ramai diperdagangkan dan sudah ada di bursa efek dalam jangka waktu lama.

Namun, jika Anda tidak yakin dan memiliki banyak waktu dalam mengelola dana investasi saham Anda, Anda dapat menggunakan jasa pialang saham yang disediakan oleh setiap perusahaan broker saham. Tentunya, ada komisi yang Anda harus berikan kepada pialang saham apabila Anda sukses mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi saham milik Anda.

Perdagangan bursa efek atau pasar saham mungkin merupakan cara pertama berinvestasi untuk semua orang. Meskipun bursa efek memerlukan beberapa riset dan seseorang harus berhati-hati, berinvestasi di pasar saham adalah salah satu cara paling menguntungkan untuk menumbuhkan uang Anda.

Bagi Anda yang tertarik untuk memulai investasi saham tetapi masih bingung bagaimana cara memulainya, Anda dapat mengikuti kursus gratis tentang saham di Sekolah Pasar Modal yang diselenggarakan oleh Indonesia Stock Exchange (IDX).

Baca Lebih Lanjut Tentang Saham

Investasi Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan sebagai bentuk peminjaman uang dan sebagai janji untuk membayar kembali pokok utang beserta bunganya yang biasa disebut “kupon”.

Apabila Anda menginvestasikan dana di investasi obligasi, maka Anda tidak mempunyai kepemilikan atas apa yang Anda investasikan seperti saham. Anda hanya berperan sebagai pemberi pinjaman kepada pemerintah atau perusahaan. Jadi, uang pokok yang Anda pinjamkan akan dikembalikan kepada Anda beserta bunganya.

Sejauh ini, investasi obligasi terbilang salah satu jenis investasi yang cukup aman tetapi keuntungan yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan investasi saham.

Investasi Reksadana

Reksadana merupakan wadah pengelolaan dana yang diperuntukan investor untuk berinvestasi di saham atau obligasi dari berbagai perusahaan yang tersedia di pasar modal. Apabila Anda investor pemula pada Reksadana, Anda dapat memulainya dengan modal kecil, mulai dari Rp100.000.

Prosedur investasi di reksadana termasuk mudah. Anda cukup memilih produk reksadana yang sesuai dengan keadaan finansial Anda, lalu memilih manajer investasi, membaca prospektusnya, kemudian melakukan pembelian (subscription) dan terakhir mentransfer dana. Anda dapat membeli reksadana lewat agen bank yang ditunjuk atau melalui manajer investasi.

Ketika Anda setuju untuk melakukan investasi reksadana, uang yang diinvestasikan akan dikelola oleh Manajer Investasi. Pilihan produk reksadana termasuk beragam, mulai dari reksadana saham, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana indeks, reksadana campuran, dan reksadana ETF.

Membuka rekening reksadana hampir sama dengan membuka rekening tabungan di bank. Anda wajib menyiapkan dana investasi, mengisi formulir, dan melampirkan fotokopi identitas diri. Investasi reksadana dihitung berdasarkan unit penyertaan (UP) dan nilai aktiva bersih (NAB). Contohnya, jika Anda membeli reksadana XYZ sebanyak 1.000 unit dengan harga NAB sebesar Rp1.300. Jadi, Anda harus menyetor dana Rp1,3 juta beserta komisi.

Ketika harga NAB perusahaan XYZ naik menjadi Rp1.500 di akhir tahun dan Anda memutuskan untuk menjualnya, maka keuntungan yang akan Anda peroleh adalah Rp200.000 (belum komisi dan pajak). Sebaliknya, jika harga NAB turun menjadi Rp1.000, maka Anda akan rugi Rp300.000 (beserta komisi dan pajak). Setiap bulan, manajer investasi pilihan Anda akan mengirimkan laporan investasi reksadana. Laporan tersebut merupakan bukti atas kepemilikan reksadana Anda.

Investasi Emas

Investasi emas masih menjadi primadona di mata masyarakat Indonesia. Dengan modal yg tidak banyak dan kemampuan melihat harga pasar, siapa pun dapat memperoleh keuntungan dari investasi emas ini. Untuk memulai investasi emas, Anda dapat membeli emas dalam satuan yang terkecil. Seiring waktu, Anda dapat menambahkan emas Anda dan menggunakan berbagai strategi untuk memperoleh keuntungan lebih banyak. Contohnya dengan menjual emas Anda saat harga pasar sedang tinggi. Keuntungan dari penjualan emas dapat digunakan untuk menambahkan investasi emas Anda.

Sayangnya, investasi emas masih kurang menguntungkan dibandingkan investasi lain, seperti saham, obligasi, properti, peer to peer lending dan reksadana. Sebaiknya Anda tidak memiliki lebih dari 10-15% investasi emas. Hal ini dikarenakan harga emas hanya naik ketika terjadi krisis, perang, atau bencana. Selain itu, emas tidak memberikan cashflow lancar layaknya investasi lain. Anda hanya dapat memperoleh keuntungan ketika menjual emas Anda lagi.

Apabila Anda tertarik berinvestasi emas, sebaiknya Anda berinvestasi dalam bentuk fisik. Anda dapat membeli dari toko logam mulia PT. Antam atau toko-toko emas resmi. Hindari membeli emas dalam bentuk surat, membeli lewat pihak ketiga seperti MLM, atau membeli emas dengan mencicil karena harga emas bisa turun kapan saja. Belilah emas yang resmi yang dilengkapi dengan sertifikat. Simpanlah emas Anda di tempat yang aman atau menyewa brankas di bank.

Jika Anda ingin memperoleh keuntungan dalam jangka waktu panjang, ada baiknya membeli emas dalam bentuk batangan. Emas batangan yang berukuran kecil seperti 50 gram umumnya lebih “mahal” dibandingkan emas batangan yang ukuran besar di atas 50 gram. Namun, menjual emas batangan ukuran kecil lebih mudah karena pasarnya lebih luas. Anda akan memperoleh keuntungan lebih jika menjual emas Anda langsung kepada pembeli seperti anggota keluarga atau teman daripada menjual ke toko emas.

Investasi Properti

Tidak dapat dimungkiri, investasi properti adalah salah satu investasi yang memiliki prospek bagus di masa depan. Hal ini karena harga properti cenderung naik 10-20% per tahun.

Anda dapat memulai investasi properti dengan mencari rumah bekas dikisaran harga Rp500 juta ke bawah. Selain Anda dapat mengontrakkan properti Anda juga lebih mudah untuk mendapatkan pembeli dengan harga tersebut.

Ketika Anda membeli properti untuk investasi, carilah properti yang berada di kawasan yang sudah “hidup” bukan di daerah yang masih sepi. Selain itu, pilihlah area yang dekat dengan fasilitas transportasi, sekolah, kamus, dan perbelanjaan. Sebelum membeli properti Anda, pastikan orang yang menjual atau developer tempat Anda ingin membeli terpercaya dengan menyertakan dokumen-dokumen penting, seperti Akta Jual Beli, Sertifikat Hak Milik, Izin Membangun Bangunan, Girik dan sebagainya.

Anda juga dapat menggunakan pembiayaan dari KPR untuk mencicil properti yang diinginkan apabila dana Anda sekarang belum cukup untuk melunasi properti.

Cek KPR untuk Investasi Properti

Peer to Peer Lending (P2P)

Last but not least, investasi Peer to Peer Lending (P2P). Investasi Peer to Peer Lending ini termasuk terobosan investasi yang baru dan unik karena menghubungkan investor atau pemberi pinjaman kepada pelaku bisnis dan masyarakat umum secara online.

Hampir mirip dengan investasi obligasi, Peer to Peer Lending ini memberikan pinjaman uang kepada pelaku bisnis untuk modal usaha atau pengembangan usaha. Namun, Anda tidak mempunyai kepemilikan atas apa yang Anda investasikan seperti saham.

Umumnya, keuntungan yang diperoleh dari investasi peer to peer lending bersifat jangka pendek. Hal ini dikarenakan Anda hanya bisa berinvestasi dalam rentan waktu 6 bulan, 12 bulan, 18 bulan dan 24 bulan. Dengan modal mulai dari Rp10.000 Anda sudah dapat berinvestasi di Crowde. Atau jika Anda ingin memperoleh bunga lebih tinggi, Anda dapat mencoba berinvestasi di Koinworks dengan modal mulai dari Rp100.000

Baca Lebih Lanjut Tentang P2P

Untung – Rugi Investasi

Dalam setiap kegiatan investasi, tidak ada jaminan bahwa seseorang akan rugi atau untung. Bahkan investasi yang memberikan banyak keuntungan juga dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, pentingnya untuk mengetahui seluk-beluk investasi.

Untuk memulai, tidak perlu berpikir banyak dan berhitung-hitung. Seperti slogan Nike, Just Do It! Lakukan Saja! Apabila Anda masih pemula, mulailah berinvestasi dengan modal yang kecil dulu sebagai ongkos belajar. Jadi, jangan takut rugi!

Untuk memperkecil risiko kerugian, Anda dapat mendiversifikasikan dana investasi Anda. Diversifikasi disini adalah investor melakukan investasi lebih dari satu jenis investasi. Contohnya, uang Anda yang menganggur digunakan untuk berinvestasi saham, properti, obligasi, emas dan lainnya. Atau saham yang diinvestasikan ke lebih dari satu perusahaan. Seiring berjalannya waktu, Anda juga akan menemui komisi, pajak, pengembalian, rugi dan hal menarik lainnya. Apabila masih kurang cocok, Anda dapat melakukan penyesuaian. Jadi, fokuslah pada proses belajar dan mendapatkan pengalaman dan pada akhirnya keuntungan akan datang dengan sendirinya. Namun, jangan lupa juga manajemen keuangan sehari-hari Anda agar segala aspek berjalan seimbang dan stabil.

Demikian penjelasan lengkap kami seputar cara memulai investasi dari. Untuk memulai investasi Anda, Anda dapat melihat berbagai jenis investasi di Financer.com. Di Financer.com, Anda dapat membandingkan dan melihat ulasan beserta jabaran kekurangan dan keuntungan dari investasi-investasi yang kami tampilkan dalam alat perbandingan kami. Jadi, Anda lebih mudah untuk memilih investasi yang sesuai dengan kondisi finansial Anda saat ini.

Tentang Penulis

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook