Hasilkan uang dari orang ke orang melalui Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending adalah platform yang tepat untuk meningkatkan penghasilan Anda dengan cepat dan mudah. Pelajari lebih lanjut tentang seluk beluk Peer to Peer Lending agar sukses secara finansial.

Pilih skema investasi Anda

  • Mulai Rp100.000 Anda sudah bisa berinvestasi
  • Hasilkan investasi hingga 21,32% per tahun.
  • Dana investasi Anda mendapatkan Dana Proteksi hingga 100% dari modal investasi.
  • Telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Seluk Beluk Peer to Peer (P2P) Lending

Apakah Anda ingin memperoleh pinjaman namun sering ditolak oleh bank? Atau apakah Anda ingin membantu orang-orang dengan memberikan pinjaman untuk pengembangan usaha? Peer to peer (P2P) Lending mungkin cocok bagi Anda.

Financial technology (fintech) atau teknologi keuangan sebagai pelopor Peer to Peer Lending di Indonesia membuat Peer to Peer Lending menjamur dan mudah diakses oleh masyarakat. Sebab itu, Peer to Peer Lending dapat menjadi pertimbangan bagi peminjam dan investor pemula.

Di Peer to Peer Lending mengenal dua sistem, yaitu sebagai peminjam atau sebagai pemberi pinjaman (investor). Sistem apapun yang Anda ambil akan selalu memberikan manfaat bagi kondisi finansial Anda.

Perlu diingat bahwa investasi keuangan termasuk Peer to Peer Lending pasti memiliki keuntungan dan risiko, seperti bunga dari pinjaman yang diberikan atau risiko kehilangan dana investasi akibat kredit macet. Namun, selama Anda mengetahui dan memahami cara kerja, hal-hal yang terkait di dalamnya, dan bagian-bagian yang penting, maka Anda akan baik-baik saja.

Di dalam tulisan ini, Anda akan mengetahui lebih jelas tentang Peer to Peer Lending.

Pengertian Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending adalah suatu platform yang menghubungkan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur) secara online. Sama dengan Kredit Tanpa Agunan, Peer to Peer Lending tidak mensyaratkan jaminan atau agunan atas pinjaman dana yang diberikan. Peer to Peer Lending memungkinkan setiap individu mengajukan pinjaman atau memberikan pinjaman untuk berbagai kebutuhan tanpa menggunakan jasa dari lembaga keuangan, seperti bank atau koperasi sebagai perantara.

Perusahaan Fintech yang menawarkan Peer to Peer Lending berperan untuk menyediakan website sebagai platform yang digunakan peminjam untuk mengajukan pinjaman dan pemberi pinjaman untuk memberikan pinjaman. Peminjam akan memperoleh pinjaman dana setelah aplikasi pinjamannya dianalisis dan disetujui oleh tim analisis yang bekerja di perusahaan fintech tersebut. Oleh karena itu, Peer to Peer Lending juga dikenal sebagai pinjaman online.

Selain itu, Peer to Peer Lending juga sering disebut sebagai marketplace online karena menyediakan wadah bagi pihak peminjam untuk memperoleh pinjaman dana dari pihak pemberi pinjaman. Dan karena proses dan sistemnya yang mudah digunakan oleh orang-orang awam membuat banyak masyarakat mulai beralih mengajukan pinjaman melalui Peer to Peer Lending dibandingkan pinjaman melalui lembaga keuangan resmi, seperti bank, koperasi, jasa kredit ataupun pemerintah yang terkenal memiliki proses yang ribet dan kompleks.

Cara Kerja Peer to Peer Lending 

  • Sebagai Pemberi Pinjaman (Investor)

Apabila Anda telah memilih untuk menjadi pemberi pinjaman atau investor, Anda akan mendapatkan akses untuk menelusuri data-data pengajuan pinjaman di akun yang telah disediakan. Selain itu, Anda juga akan melihat semua data yang berkaitan dengan pengajuan pinjaman, khususnya data peminjam yang mendapatkan dana pinjaman dari Anda, seperti riwayat keuangan, pendapatan, tujuan pinjaman, dan hal-hal lainnya.

Jadi, ketika Anda telah memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda pada pengajuan pinjaman, maka Anda dapat langsung memberi sejumlah dana sesuai dengan pilihan Anda. Peminjam yang memperoleh pinjaman dana dari Anda akan mencicil dana yang telah dipinjamkan setiap bulannya. Anda akan memperoleh keuntungan berupa dana pokok dan bunga yang telah dipinjamkan sebelumnya.

  • Sebagai Peminjam

Apabila Anda ingin menjadi peminjam di Peer to Peer Lending, maka yang harus Anda lakukan adalah mengunggah dokumen-dokumen yang disyaratkan oleh platform Peer to Peer Lending, seperti mengisi formulir data diri, dokumen berisi laporan keuangan, dan tujuan pengajuan pinjaman.

Setelah Anda melengkapi persyaratan yang diminta oleh pihak Peer to Peer Lending, maka aplikasi pengajuan Anda akan dianalisis oleh pihak Peer to Peer Lending dan Anda tinggal menunggu apakah permohonan pinjaman Anda akan disetujui atau ditolak.

Apabila permohonan pinjaman Anda ditolak, maka Anda harus memperbaiki segala hal dan dokumen yang membuat permohonan Anda ditolak agar pengajuan pinjaman selanjutnya dapat disetujui.

Namun, jika permohonan pinjaman Anda disetujui, maka akan ada suku bunga pinjaman yang akan dibebankan pada pinjaman Anda dan data suku bunga tersebut akan ditampilkan ke dalam website Peer to Peer Lending tersebut agar semua investor dalam melihan pengajuan dan transaksi pinjaman Anda.

Persyaratan Peer to Peer Lending Bagi Peminjam

Untuk memperoleh pinjaman, calon peminjam harus melengkapi persyaratan berikut ini:

  • Melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Kartu Keluarga (KK)
  • Melampirkan Laporan Keuangan
  • Melampirkan bukti penghasilan
  • Melampirkan fotokopi rekening tabungan 6 bulan terakhir.

Biaya-Biaya di Peer to Peer Lending Bagi Peminjam

Berikut biaya-biaya yang umumnya perusahaan Peer to Peer Lending akan bebankann kepada calon peminjam:

DeskripsiJumlah
Suku BungaMulai dari 0,75%
Jangka Waktu PinjamanSampai 24 bulan
Limit PinjamanSampai Rp500 juta
Proses Pengajuan Dana3 – 4 Hari Kerja
Proses Pencairan Dana6 – 14 Hari Kerja
PembayaranCicilan per bulan
Biaya Administrasi3% – 5%, dan ada juga Rp100.000
Persetujuan Pinjaman2% – 4%
Asuransi Jiwa0,24%
Biaya KeterlambatanTergantung Ketentuan Platform

Peer to Peer Lending Sebagai Platform Tepat Bagi Siapa Saja

Untuk dapat mengetahui apakah Peer to Peer Lending tepat bagi Anda, tentunya berdasarkan kebutuhan finansial Anda, baik itu sebagai peminjam maupun sebagi investor.

Apabila Anda memilih menjadi calon peminjam, maka Peer to Peer Lending dapat menjadi platform yang tepat untuk mendapatkan pinjaman dana cepat tanpa memerlukan jaminan.

Namun, jika Anda memutuskan menjadi investor dan memiliki dana berlebih yang ingin diinvestasikan tetapi tidak tahu harus diinvestasikan kemana, maka Peer to Peer Lending adalah platform yang berguna untuk meningkatkan pendapatan Anda sekaligus membantu orang-orang mendapatkan pinjaman dana untuk pengembangan usaha atau keperluan penting lainnya.

Kekurangan dan Kelebihan Peer to Peer Lending Untuk Investor

 Kekurangan

  • Anda tidak dapat menarik uang yang telah Anda investasikan di Peer to Peer Lending kapan pun Anda inginkan layaknya mengambil uang dari rekening bank Anda. Sebab, dana yang telah Anda investasikan telah digunakan oleh peminjam yang Anda ingin berikan pinjaman.
  • Adanya kemungkinan peminjam mengalami kredit macet yang menyebabkan peminjam tidak dapat mengembalikan uang pinjaman sehinggan Anda akan kehilangan dana yang telah diinvestasikan di Peer to Peer Lending.

 Kelebihan

Kekurangan dan Kelebihan Peer to Peer Lending Untuk Peminjam

 Kekurangan

  • Pinjaman Peer to Peer Lending lebih cocok untuk pinjaman jangka pendek karena semakin lama jangka waktu pinjamannya, maka akan semakin banyak cicilan yang harus Anda bayarkan.
  • Apabila Anda telat membayar, maka tagihan yang harus dibayarkan akan meningkat. Dan jika Anda gagal membayar pinjaman, maka jumlah yang harus Anda bayar juga akan meningkat tinggi.
  • Suku bunga pinjaman Peer to Peer Lending akan meningkat tinggi ketika kelayakan kredit atau skor kredit Anda jatuh.
  • Tidak ada jaminan bahwa permohonan jumlah pinjaman yang Anda telah ajukan dapat terpenuhi secara menyeluruh. Contohnya, Anda memerlukan pinjaman dana sebesar Rp100 juta tetapi dana yang terhimpun cuma Rp50 juta saja, maka pengajuan pinjaman Anda termasuk gagal dan dana yang sudah terkumpul akan dikembalikan lagi ke pihak investor.

Kelebihan

Pahami dan Pertimbangkan Peer to Peer Lending

Setiap aktivitas meminjam atau berinvestasi pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, termasuk Peer to Peer Lending. Bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman, sebaiknya memastikan riwayat kredit Anda tidak dalam daftar hitam atau bermasalah karena perusahaan fintech tidak akan merisikokan diri mereka untuk menyetujui permohonan pinjaman dari calon peminjam yang bermasalah. Adapun jika Anda tertarik untuk menjadi investor dalam Peer to Peer Lending, sebaiknya mempelajari dan mengetahui seluk beluk Peer to Peer Lending agar memudahkan Anda untuk memulai dan mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut. Selamat mencoba dan semoga berhasil di platform Peer to Peer Lending.

Tetap terhubung dengan Financer.com

Ikuti kami di Facebook

Financer privacy settings

With using financer.com you acknowledge our terms and conditions as well as our data privacy policy. We use Cookies to analyze and track the usage of our website in order to improve our services. Certain Cookies require your active consent in order for us to collect this data. You can inform yourself about the third-party-services we use as well as withdraw your consent anytime in our Cookie-Settings.

Facebook Marketing

SEO Solutions Ltd. (we) as the provider of the website financer.com is using the Facebook-Pixel to promote our content and services to our visitors on Facebook as well as track the results from these marketing activities. This data is anonymised for us and serves for statistical purposes only. Facebook can connect the data collected from the Facebook Pixel with your Facebook profile (Name, E-mail, etc.) and use this for its own advertising purposes. you can view and control the data Facebook is collecting about your Facebook privacy settings.