Tips Aman Mengajukan Pinjaman Online di Fintech

4 menit

Semakin Anda bertambah dewasa, sudah tentu kebutuhan Anda akan semakin banyak. Apalagi jika Anda telah memutuskan untuk menikah, lalu punya anak. Disamping harus memiliki persiapan mental, Anda juga harus memiliki persiapan finansial. Sebab, jika Anda telah memutuskan untuk menikah, Anda harus memikirkan kebutuhan keluarga Anda nantinya. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan, tentu saja Anda sangat membutuhkan yang namanya uang.

Untuk mendapatkan uang, artinya Anda harus bekerja. Dan sering kali, gaji yang didapatkan dari pekerjaan tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga Anda. Anda pun harus memutar otak untuk mendapatkan tambahan pemasukan agar kebutuhan keluarga Anda terpenuhi.

Untuk mendapatkan tambahan pemasukan, salah satu jalan yang biasanya ditempuh adalah dengan mengajukan pinjaman online. Mengajukan pinjaman bisa dilakukan melalui bank, fintech, atau lembaga keuangan lainnya.

Mau pinjam ke bank tetapi sering kali kita agak malas karena persyaratannya yang terkadang sangat rumit. Nah, untuk mendapatkan uang tambahan (atau sebagai uang cadangan), Anda bisa memilih untuk mendapatkan kredit online melalui Financial Technology atau lebih kerap disebut Fintech.

Dengan akses yang mudah dan persyaratan yang tidak ribet, pinjaman online di fintech memang bisa menjadi solusi bagi Anda yang berencana untuk menutupi ‘bolong’-nya keuangan Anda. Namun, pinjaman cepat cair tentu bukan sekadar urusan ‘pencet-pencet’ layar ponsel dan mendapatkan uang saja. Tentu ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum seseorang memilih pinjaman online.

Nah, dalam tulisan ini, kami akan berbagi beberapa tips untuk mengajukan pinjaman di fintech yang kami rangkum untuk sobat-sobat Financer yang sedang mencari pinjaman dana tunai. Hal ini bertujuan agar sobat Financer bisa lebih bijak dan pandai menggunakan aplikasi atau meminjam online agar tidak rugi di kemudian hari.

Cek izin usaha

Banyaknya perusahaan fintech yang tidak memiliki surat izin usaha sudah tentu sangat meresahkan. Jika Anda ingin meminjam uang ke fintech, pastikan dulu perusahaan atau lembaga keuangan tersebut memiliki izin di OJK atau tidak.

Mengenai hal ini, Anda bisa mengecek legalitas perusahaan pemberi pinjaman melalui kontak OJK 157 atau di website OJK atau bisa juga dicek di website Financer.com. Di Financer.com, Anda bisa membandingkan dan melihat berbagai pilihan pinjaman online ojk yang sesuai kebutuhan Anda.

Lihat persyaratan

Tips lainnya yang harus diperhatikan saat mengajukan pinjaman uang online adalah melihat persyaratan. Sangat penting memperhatikan persyaratan agar pengajuan pinjaman tidak ditolak. Selain itu, jangan sampai persyaratan-persyaratan pinjaman yang ingin Anda ajukan membebani dan menyulitkan Anda memperoleh dana online.

Umumnya, fintech hanya mensyaratkan calon debitur untuk melampirkan kartu identitas, seperti kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), atau surat izin mengemudi (SIM). Beberapa pinjaman juga mensyaratkan memiliki kartu kredit untuk mempelajari transaksi keuangan agar tidak mengalami kredit macet. Digibank KTA adalah salah satu contoh kredit tanpa agunan yang mensyaratkan memiliki kartu kredit untuk pengajuan dana.

Perlu diingat juga bahwa jika ada fintech yang meminta syarat-syarat aneh, seperti memberikan data atau foto kartu kredit bagian depan dan belakang, jangan pilih fintech tersebut. Sebab, nomor kartu kredit bagian depan dan belakang, khususnya nomor CVV (tiga digit nomor dibelakang kartu kredit) harus dijaga kerahasiannya karena bisa jadi kartu kredit Anda dibobol dan Anda harus menanggung kerugian tersebut.

Perhatikan proses pencairan dana

Setiap pinjaman menawarkan proses pencairan dana yang berbeda-beda. Ada yang proses pencairan dananya kurang dari 24 jam dan ada juga yang membutuhkan 1-3 hari. Di Financer.com, Anda bisa membandingkan dan memilih pinjaman yang menawarkan proses pencairan mulai dari 1 hari hingga 3 hari. Hindari memilih kredit online yang proses pencairannya berbelit-belit.

Ketahui bunga dan denda

Sebelum meminjam, yang perlu Anda ketahui adalah besaran suku bunga dan denda jika ada kemungkinan Anda telat untuk melunasinya. Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu tentang besaran bunga dan denda yang ditetapkan oleh pihak fintech.

Setelah itu, Anda sebaiknya melakukan perbandingan dan survei, pilihlah pinjaman online yang menawarkan besaran pinjaman bunga rendah dan denda yang ringan, ini dapat membantu untuk meringankan cicilan. Untuk mengetahui besaran bunga dan denda pinjaman online, Anda bisa cek di Financer.com.

Pahami surat perjanjian

Segala sesuatu yang berkaitan dengan pinjam-meminjam, pasti ada yang namanya surat perjanjian. Bahkan mengajukan kartu kredit, KPR, kredit mobil, kredit motor, asuransi dan membuka rekening tabungan pun mengharuskan setiap nasabah untuk membaca dan menandatangani surat perjanjian. Baca dan teliti kontrak perjanjian yang ditawarkan, dan jangan malu untuk bertanya jika Anda merasa belum paham. Seperti kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan.

Pinjam untuk kebutuhan primer (sesuai kebutuhan)

Agar Anda tidak terlilit utang, pastikan uang yang dipinjam dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan primer atau untuk kegiatan yang produktif, seperti modal usaha, KPR, kredit mobil untuk bisnis, biaya pengobatan, dan lain-lain. Jadi, jangan pinjam uang online untuk memenuhi keperluan konsumtif Anda.

Usahakan meminjam tidak melebihi 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan Anda. Jangan lakukan gali lubang tutup lubang. Artinya, jangan membayar pinjaman dengan pinjaman yang baru. Dan jangan jadikan sebagai pola hidup. Utamakan pinjaman yang bersifat penting, yaitu kebutuhan primer.

Pertimbangkan jumlah uang yang dipinjam

Sepertinya ini memang terdengar agak sepele, akan tetapi, sebenarnya ini juga tidak bisa dikesampingkan. Sebelum mengajukan pinjaman dana, sebaiknya pertimbangkan berapa jumlah uang yang dipinjam atau cicilan yang harus dibayarkan ke depannya. Terkadang, orang-orang karena saking butuhnya uang langsung mengajukan pinjaman dalam jumlah besar.

Padahal pinjam uang dalam jumlah besar dapat membuat Anda kesulitan membayar hingga pada akhirnya Anda mengalami kredit macet. Hal ini juga akan mempengaruhi skor kredit Anda sehingga ke depannya akan susah untuk Anda mendapatkan pinjaman lagi karena Anda sudah memiliki skor kredit buruk.

Oleh karena itu, ajukan jumlah pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Hal ini untuk membantu Anda mengalokasikan uang setelah menerima gaji dan membantu Anda melunasi utang.

Lunasi cicilan tepat waktu

Jika Anda tidak ingin mendapatkan denda, maka setelah mendapatkan pinjaman online langsung cair, sebisa mungkin lunasi cicilan tepat waktu. Begitu gaji Anda cair, atau Anda sudah mempunyai uang, segera sisihkan khusus untuk membayar utang.

Jangan gunakan uang yang sudah Anda alokasikan untuk membayar utang untuk keperluan lainnya. Dengan begitu, saat waktu membayar utang telah tiba, Anda tidak perlu pusing lagi mendapatkan uang. Dan untuk menghindari lupa membayar, tandai tanggal di kalender. Pertimbangkan juga tanggungan atau cicilan lain yang harus Anda bayar.

Itulah beberapa tips tentang mengajukan pinjaman online di fintech. Sebagai masyarakat yang melek teknologi sudah seharusnya juga melek informasi. Untuk mendapatkan informasi seputar pinjaman online, Anda bisa mengeceknya di sini. Dan, untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya penipuan, maka berhati-hatilah, telitilah, dan pahamilah. Semoga bermanfaat.

×

Tolong beri nilai Tips Aman Mengajukan Pinjaman Online di Fintech

  • Nilai
  • Ulasan
  • Masukkan

Nilai

Bagaimana Anda menilai layanan dan produk Tips Aman Mengajukan Pinjaman Online di Fintech?

Kembali

Ulasan

Bagaimana layanannya? Apakah Anda menemukan masalah? Apakah perusahaan memenuhi harapan Anda? Jangan pergi tanpa meninggalkan apa pun - kami ingin mengetahui semua yang baik dan semua yang buruk!

Masukkan

Satu langkah lagi untuk mengirimkan ulasan Anda

Masuk dengan email Anda
Buat akun baru di bawah ini
 Ulasan Anda sedang tertunda. Silakan periksa email Anda dan klik tautan konfirmasi.