WIKI

Buku Bank

Yuk, Kenali Kategori BUKU Bank Di Indonesia!

Pernah dengar istilah BUKU Bank?

Bank

Eitss, BUKU Bank yang dimaksud di sini bukanlah lembar kertas yang berjilid atau catatan transaksi pemasukan dan pengeluaran perbankan Anda di suatu bank, seperti di kamus KBBI. BUKU adalah kepanjangan dari Bank Umum Kegiatan Usaha.

Seperti yang telah kita ketahui bank-bank resmi yang berada di bawah pengawasan (BI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan dana masyarakat dalam bentuk rekening tabungan dan mengembalikannya lagi ke masyarakat dalam bentuk kredit atau pinjaman.

Selain itu, kegiatan usaha atau aktivitas bisnis bank sangatlah luas, meliputi investasi, perdagangan valuta asing (forex), saham, obligasi, layanan internet banking, modal usaha untuk bisnis, dan masih banyak lagi.

Jadi, apa sih kegunaan dari BUKU ini? Apakah dana tabungan dimana Anda menabung aman? Bagaimana pengaruh harga saham pada bank tempat menabung?

Kabar baiknya, di artikel Financer.com kali ini membahas lengkap seputar BUKU bank. Jadi, baca artikel ini hingga selesai ya, sobat Financer!

Apa itu BUKU Bank?

Seperti yang dijelaskan di atas, BUKU adalah kepanjangan dari Bank Umum Kegiatan Usaha.

BUKU ini lahir dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/26/PBI/2012 pada tanggal 27 Desember 2012 dan kemudian diperbarui dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 6/POJK.03/2016 yang membahas tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank.

Intinya, BUKU adalah sistem pengelompokan bank berdasarkan modal inti bank yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing perbankan nasional.

Sistem BUKU ini tidak hanya berlaku pada bank konvensional tetapi juga berlaku untuk bank syariah.

Dalam sistem BUKU bank, modal inti yang dimiliki bank dibagi dalam 4 BUKU, antara lain Bank BUKU 1, Bank BUKU 2, Bank BUKU 3, dan Bank BUKU 4.

Untuk mengetahui lebih lengkap setiap pengelompokannya, simak penjelasan di bawah ini:

Bank BUKU 1

Bank BUKU 1 adalah jenis bank yang memiliki modal inti paling kecil karena jumlah dananya kurah atau mencapai Rp 1 triliun.

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, bank-bank yang masuk kategori Bank BUKU 1 hanya dapat melakukan kegiatan, antara lain:

  • Kegiatan penghimpunan dana yang merupakan produk atau aktivitas dasar.
  • Kegiatan penyaluran dana yang merupakan produk atau aktivitas dasar.
  • Kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance).
  • Kegiatan dengan cakupan terbatas untuk keagenan dan kerjasama.
  • Kegiatan sistem pembayaran dan electronic banking dengan cakupan terbatas.
  • Kegiatan penyertaan modal sementara dalam rangka penyelamatan pembiayaan dan jasa lainnya.
  • Kegiatan sebagai pedagang valuta asing.
  • Kegiatan lainnya yang digolongkan sebagai produk atau aktivitas dasar dalam Rupiah yang lazim dilakukan oleh Bank yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum yang telah berlaku sejak 17 Maret 2020, maka modal inti Bank BUKU 1 akan berubah paling sedikit Rp3 triliun pada tahun 2022.

Tujuan peraturan OJK terbaru pada Bank BUKU 1, antara lain:

  • Meningkatkan skala bisnis dan modal inti bank-bank yang masuk kategori Bank BUKU 1.
  • Meningkatkan daya saing bank skala kecil dalam hal belanja teknologi.
  • Menyesuaikan perkembangan ekosistem perbankan Indonesia
  • Tercipta struktur bank yang lebih besar, lebih inovatif, dan lebih kontributif dan memiliki daya tahan yang baik.
  • Tercipta ekosistem perbankan yang berdaya saing dengan modal inti kuat.

Daftar Bank BUKU 1

Bank BUKU 1Modal Inti
Bank Yudha BhaktiRp904 miliar
Bank Artos IndonesiaRp658 miliar
Bank Harda InternasionalRP279 miliar
Bank Kesejahteraan EkonomiRp336 miliar
Prima Master BankRp325 miliar
Bank Fama InternasionalRp275 miliar
Bank Bisnis InternasionalRp456 miliar
BPD SultengRp814 miliar
BPD BantenRp190 miliar
Bank BPD BaliRp722 miliar
Bank LampungRp697 miliar
BJB SyariahRp653 miliar
Bank BengkuluRp815 miliar

Bank BUKU 2

Bank BUKU 2 adalah jenis bank yang memiliki modal inti, mulai dari Rp1 triliun hingga Rp5 triliun.

Bank-bank yang masuk dalam kategori Bank BUKU 2 dapat melakukan aktivitas bisnis yang lebih luas dibandingkan bank kategori Bank BUKU 1.

Berikut kegiatan usaha yang dapat dilakukan Bank BUKU 2, antara lain:

  • Kegiatan penghimpunan dana sebagaimana dilakukan dalam BUKU 1.
  • Kegiatan penyaluran dana sebagaimana dilakukan dalam BUKU 1 dengan cakupan yang lebih luas.
  • Kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance).
  • Kegiatan treasury secara terbatas yang mencakut spot dan derivatif.
  • Kegiatan sebagai pedagang valuta asing.
  • Kegiatan dengan cakupan terbatas untuk keagenan dan kerjasama.
  • Kegiatan sistem pembayaran dan electronic banking dengan cakupan terbatas.
  • Kegiatan penyertaan modal sementara dalam rangka penyelamatan pembiayaan dan jasa lainnya.
  • Kegiatan lainnya yang digolongkan sebagai produk atau aktivitas dasar dalam Rupiah yang lazim dilakukan oleh Bank yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Bank yang masuk kategori Bank BUKU 2 bisa turun atau naik kelas tergantung dari modal inti yang dimiliki apakah turun atau naik.

Apabila keuntungan yang diperoleh Bank BUKU 2 turun dan berdampak pada modal inti yang dimiliki, maka bank tersebut bisa turun menjadi Bank BUKU 1.

Namun, jika keuntungan naik dan berdampak pada bertambahnya modal inti, maka bank tersebut bisa naik kelas menjadi Bank BUKU 3.

Daftar Bank BUKU 2

Bank BUKU 2 Modal Inti
Rabo Bank Internasional IndonesiaRp1,027 triliun
Bank Jasa JakartaRp1,446 triliun
BPD Maluku dan Maluku UtaraRp1,025 triliun
Bank Ina PerdanaRp1,199 triliun
Bank National NobuRp1,326 triliun
Bank AgrisRp1,186 triliun
Bank Maspion IndonesiaRp1,173 triliun
Bank Panin Dubai SyariahRp1,154 triliun
Bank Mega SyariahRp1,142 triliun
Bank JTrust IndonesiaRp1,428 triliun
Bank MNC InternasionalRp1,111 triliun
Bank Oke IndonesiaRp1,378 triliun
Bank GaneshaRp1,095 triliun
BPD Sulawesi TenggaraRp1,130 triliun
Bank of India IndonesiaRp1,049

Bank BUKU 3

Bank BUKU 3 adalah jenis bank yang memiliki modal inti, mulai dari Rp5 triliun hingga Rp30 triliun. Kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank BUKU 3 juga lebih beragam dan luas.

Bank BUKU juga diizinkan untuk membuka cabang usaha di luar negeri tetapi hanya terbatas pada kawasan ASIA saja dengan menyertakan modal sebesar 25%.

Berikut kegiatan usaha yang dapat dilakukan Bank BUKU 3, antara lain:

  • Kegiatan penghimpunan dana yang merupakan produk atau aktivitas dasar.
  • Kegiatan penyaluran dana yang merupakan produk atau aktivitas dasar.
  • Kegiatan pembiayaan perdagangan (trade finance).
  • Kegiatan transaksi valuta asing di kawasan Asia.
  • Kegiatan dengan cakupan terbatas untuk keagenan dan kerjasama.
  • Kegiatan sistem pembayaran dan electronic banking.
  • Kegiatan penyertaan modal sementara dalam rangka penyelamatan pembiayaan dan jasa lainnya.
  • Kegiatan lainnya yang digolongkan sebagai produk atau aktivitas dasar dalam Rupiah yang lazim dilakukan oleh Bank yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Daftar Bank BUKU 3

Bank BUKU 3Modal Inti
Bank DKI JakartaRp7,7 triliun
Bank PermataRp21 triliun
Bank Tabungan Negara (BTN)Rp21 triliun
Maybank IndonesiaRp21 triliun
Bank DBS IndonesiaRp7,6 triliun
Bank MegaRp14 triliun
HSBC IndonesiaRp14 triliun

Bank BUKU 4

Bank BUKU 4 adalah jenis bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp30 triliun. Bisa dibilang Bank BUKU 4 ini adalah tingkatan paling tinggi di seluruh kategori BUKU bank.

Bank-bank yang masuk kategori Bank BUKU 4 dapat menyertakan modal sebesar 35%, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menariknya, bank-bank BUKU dapat melakukan kegiatan usaha di seluruh dunia.

Daftar Bank BUKU 4

Bank BUKU 4Modal Inti
Bank Negara Indonesia (BNI)Rp139,35 triliun
Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rp159 triliun
Bank Central Asia (BCA)Rp179,16 triliun
CIMB NiagaRp40,2 triliun
Bank MandiriRp179,16 triliun
Bank DanamonRp32,18 triliun
Bank PaninRp35,51 triliun

Target Penyaluran Kredit

Sistem buku bank juga tidak hanya terbatas pada modal inti tetapi juga pada target penyaluran kredit dan modal usaha UMKM sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh OJK dan BI. Berikut besaran target penyaluran kredit.

  • Bank BUKU 1 harus menyalurkan kredit atau pembiayaan sebesar 55% kepada UMKM dari jumlah pinjaman yang diberikan.
  • Bank BUKU 2 harus menyalurkan kredit atau pembiayaan sebesar 60% kepada UMKM dari jumlah pinjaman yang diberikan.
  • Bank BUKU 3 harus menyalurkan kredit atau pembiayaan sebesar 65% kepada UMKM dari jumlah pinjaman yang diberikan.
  • Bank BUKU 2 harus menyalurkan kredit atau pembiayaan sebesar 70% kepada UMKM dari jumlah pinjaman yang diberikan.

Pentingnya Kategori BUKU Bank

Ulasan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahhwa modal inti adalah seluruh modal yang dimiliki oleh Bank untuk kegiatan operasional dan menjalankan usaha.

Modal usaha bank ini terdiri dari modal awal ditambah dengan keuntungan yang didapatkan oleh bank. Adanya modal inti ini membantu mengembangkan kegiatan bisnis bank.

Jadi, jika modal inti suatu bank terbatas, maka kegiatan usaha dan jangkauan bisnis bank tersebut juga terbatas. Sebaliknya, jika modal inti besar, maka semakin besar kegiatan usaha dan jangkauan bisnisnya.

Selain itu, semakin besar modal inti suatu bank akan membuat akuntabilitas dan kredibilitasnya suatu bank dalam menjamin keamanan tabungan nasabah semakin terjamin.

Umumnya, bank-bank dalam kategori bank BUKU 4 memberikan bunga tabungan dan deposito dalam jumlah kecil.

Sedangkan, bank-bank yang masuk kategori bank Buku lebih kecil akan memberikan bunga tabungan dan deposito lebih besar.

Hal ini karena adanya perbedaan kemampuan setiap bank dalam mengganti tabungan nasabah jika terjadi keadaan di luar dari kekuasaan seseorang (force majeure).

Namun, perlu diingat bahwa bank-bank yang masuk dalam kategori Bank BUKU 1,2,3, dan 4 bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari naik atau turunnya modal inti bank.

Demikian informasi lengkap seputar kategori Bank Buku. Semoga bermanfaat.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari kredit dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Pelajari lebih lanjut

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
Read Icon352 reads
Terakhir Diperbarui: Juli 31, 2021

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.