Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

  • Agustus 27, 2020
  • 10 min baca
  • 18779 membaca

Resiko Tidak Membayar Pinjaman Online

Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online 2

Beberapa tahun belakangan ini, marak kasus debitur yang memiliki pengalaman tidak membayar pinjaman online, sehingga kasus pinjaman online yang tidak berperikemanusiaan pun semakin banyak.

Hadirnya pinjaman online lewat fintech menjadi pilihan alternatif masyarakat di zaman milenial ini. Akses kredit yang dulu hanya terbatas di bank saja, kini lebih besar dengan kehadiran fintech.

Dengan bermodalkan smartphone dan KTP, setiap orang bisa mengajukan pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit. Terobosan ini juga yang mendorong bank-bank untuk menawarkan pinjaman online (pinjol) layaknya perusahaan fintech.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa pinjaman online akan tetap dikenakan bunga dan jika telat membayar angsuran sesuai tanggal yang telah ditentukan, maka akan didenda.

Dipilih 54.934 kali
  • Jumlah pinjaman hingga Rp8 juta
  • Pinjaman cair dalam 1 hari
  • Suku bunga rendah hanya 0.1% per hari
  • Terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK

Jika saat ini Anda sedang membaca artikel ini, berarti Anda sedang mengalami kredit macet atau sekedar iseng ingin tahu resiko tidak membayar pinjaman online.

Apapun alasannya, jika tujuannya hanya untuk mendapatkan informasi lengkap terkait pengalaman tidak membayar pinjaman online, maka pilihan Anda sangat tepat.

Jadi, sebaiknya Anda tidak hanya sekedar membaca artikel ini, namun juga harus memahami dan mengaplikasikannya. Bisa jadi, ini akan bermanfaat bagi Anda di kemudian hari.

Tanpa basa-basi lagi, langsung saja kita bahas pengalaman tidak membayar pinjaman online beserta solusinya.

1. Diberi Peringatan

Diberi Peringatan

Umunya, jika Anda mengajukan pinjaman online di fintech atau bank, Anda akan diberikan jadwal pembayaran cicilan sesuai kesepakatan di awal. Nah, biasanya pihak bank akan mengingatkan Anda 3 hari sebelum jatuh tempo.

Karena bersifat online, maka pihak bank mengingatkan Anda secara online juga, seperti lewat notifikasi email, SMS atau telepon.

Restrukturisasi Kredit

Namun, jika masih belum bisa membayar cicilan, maka Anda dapat melakukan solusi restrukturisasi kredit dengan pihak fintech atau bank, seperti:

  • Memperpanjang jangka waktu cicilan.
  • Mengurangi suku bunga pinjaman.
  • Mengurangi pokok utang.
  • Menambahkan dana pinjaman jika memiliki usaha yang dianggap bagus dan berpotensi.
  • Mengubah pinjaman menjadi modal sementara.

Perlu Anda ketahui cara di atas hanya berlaku untuk fintech atau bank yang legal (resmi) yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, pastikan dahulu sebelum mengajukan pinjaman.

Lantas, bagaimana jika terlanjur mendapatkan pinjaman online dari fintech ilegal?

Umumnya, fintech ilegal tidak terikat dengan OJK. Jadi, prosedur penagihannya pun tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

Nah, bisa jadi Anda akan diteror setiap hari atau bahkan sahabat dan keluarga Anda akan diteror juga, seperti kasus pinjaman online yang kini marak terjadi.

Dipilih 893 kali
  • Jumlah pinjaman mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta.
  • Hanya bermodalkan KTP untuk mengajukan pinjaman.
  • Ajukan pinjaman lewat smartphone Android.
  • Data diri dijamin aman karena Cairin telah diawasi dan terdaftar di OJK.

2. Dikenakan Denda Tambahan

Dikenakan Denda Tambahan

Jika Anda berpikir karena pengajuan kredit dilakukan secara online tanpa tatap muka, maka penagihan kredit tidak akan dilakukan. Anda salah besar!

Pasalnya, setiap utang yang tidak dibayar akan dikenakan denda 100% dari jumlah pokok utang di awal.

Misalnya, Anda berutang Rp10 juta dan tidak membayar sesuai kesepakatan, maka utang akan dikalikan dua kali lipat menjadi Rp20 juta, dan akan terus bertambah sampai Anda dapat melunasinya.

Perlu diingat, utang yang tidak dilunasi tidak akan hilang! Namun, akan menjadi bumerang, seperti kasus yang dialami oleh Melia, warga asal Surabaya yang memiliki pengalaman tidak membayar pinjaman online di 30 perusahaan fintech.

Melia mengaku awalnya berutang Rp1,5 juta di satu fintech saja. Namun, karena tidak mampu membayar tagihan, sehingga ia meminjam ke fintech lain untuk menutupi utangnya tersebut. Ternyata, aksi gali lubang tutup lubang ini malah membuat Melia jadi buntung. Akhirnya, utang yang awalnya Rp1,5 juta itu mencapai Rp30 juta. Semoga Anda bukan menjadi korban selanjutnya.

Solusi Yang Dapat Dilakukan

  • Ajukan jumlah dana sesuai dengan kemampuan Anda untuk melunasinya.
  • Pinjam di saat keadaan darurat saja.
  • Gunakan kredit online sebagai pilihan terakhir jika tak ada solusi lain lagi.
Dipilih 806 kali
  • Pilihan kartu kredit ada 3, yaitu Citi Rewards, City Simplicity, dan Citi PremierMiles.
  • Mendapatkan voucher belanja senilai Rp1 juta
  • Potongan 10% biaya bunga apabila membayar tepat waktu
  • Akses gratis di 800 Airport Lounge di seluruh dunia.

3. Keluarga atau Kerabat Dekat Diteror

Jika Anda tidak merespon dan menghindar ketika dihubungi oleh pihak fintech atau bank, maka bersiaplah menghadapi mereka. Sebab, mereka tidak akan berhenti begitu saja.

Hal pertama yang akan dilakukan adalah menghubungi keluarga atau kerabat dekat. Bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor telepon keluarga atau kerabat Anda?

Jadi, saat pertama kali Anda mengajukan kredit online, Anda biasanya dimintai nomor keluarga atau kerabat. Nah, dari situlah mereka mengetahuinya.

Mungkin tidak hanya sekali tetapi mereka akan terus menerus menghubungi keluarga, kerabat, atau teman Anda sampai Anda menghubungi pihak fintech atau bank kembali.

Jangan sampai Anda dikeluarkan dari tempat bekerja atau bahkan dimusuhi oleh orang-orang yang Anda sayangi hanya karena tidak mampu melunasi utang.

Seperti kasus yang dialami Dona yang harus kehilangan pekerjaan karena teman-teman kerjanya terus menerus diteror oleh penagih utang (debt collector). Tidak hanya itu saja, berdasarkan data dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, ada korban pinjol illegal yang diceraikan pasangan karena tidak ingin diteror terus.

Jika terlilit utang pinjol, jangan pendam sendiri karena bisa jadi akan menyulitkan Anda kelak. Apabila masih punya keluarga, Anda bisa menceritakan hal yang Anda alami karena siapa tahu keluarga Anda bisa memberikan solusi dengan cara memberikan tambahan dana untuk meringankan beban utang.

4. Terus Menerus Ditagih

Terus Menerus Ditagih

Jangan kira karena kredit dilakukan secara online, maka cara penagihan pun dilakukan secara online. Layanan pinjol juga menggunakan debt collector apabila ada nasabah yang tidak membayar cicilan setelah jatuh tempo. Ini sah saja selama prosedur yang dilakukan masih sesuai dengan aturan yang diberlakukan AFPI.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa cara menagih utang antara fintech ilegal dan fintech ilegal tentunya berbeda. Pasalnya, debt collector yang berasal dari fintech resmi memiliki sertifikat untuk melakukan penagihan yang dikeluarkan oleh AFPI.

Selain itu, debt collector hanya boleh menagih utang saat debitur sudah 90 hari telat membayar pinjol. Jadi, saat keterlambatan pembayaran tersebut masih kurang dari 90 hari, maka penagih utang belum boleh turun tangan.

Namun, jika fintech ilegal, maka cara menagih utang pun akan cenderung kasar. Karena tidak ada aturan pasti untuk fintech ilegal, bisa saja preman yang disewa untuk menagih utang tersebut akan terus menerus meneror Anda, datang ke rumah atau kantor Anda setiap hari, atau bahkan menggunakan cara kekerasan.

Solusi yang dapat dilakukan adalah mulai hidup hemat untuk mengurangi pengeluaran berlebihan agar tagihan cicilan dapat terlunasi. Jadi, tidak ada salahnya jika dari sekarang Anda menyampingkan keinginan belanja pakaian, tas, sepatu dan lain-lain selama masih punya angsuran pinjol.

5. Pelaporan SLIK OJK

Pelaporan SLIK OJK

Debitur yang tidak dapat melunasi utang setelah ditagih debt collector akan langsung masuk dalam daftar hitam SLIK OJK. Ini artinya, Anda tidak akan bisa mengajukan pinjaman di fintech ataupun bank mana pun.

Namun, hal ini tentu berbeda jika Anda menggunakan fintech ilegal karena mereka akan melakukan berbagai cara untuk menagih utang bahkan dengan cara yang melanggar hukum sekali pun.

Solusi

Saat ini, ada banyak kerja sampingan yang memerlukan modal usaha kecil bahkan tidak sama sekali membutuhkan modal usaha. Misalnya, kerja sebagai pengemudi ojek online (ojol), penulis lepas, atau jualan online untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Pilihlah kerja sampingan yang sesuai skill dan hobi Anda agar tidak cepat bosan dan hasilnya memuaskan.

6. Pelecehan Nama Baik

Pelecehan Nama Baik

Kini semakin marak pelecehan nama baik yang dilakukan oleh fintech ilegal. Biasanya hal ini disebabkan oleh debitur yang tidak mampu melunasi utangnya.

Bahkan tidak sedikit yang melakukan teror hingga kekerasan saat melakukan penagihan.Pengalaman tidak membayar pinjaman online tentunya tidak diharapkan oleh siapa pun.

Sayangnya, masih banyak calon debitur yang belum tahu dan bijak dalam memilih fintech atau bank. Tidak heran, jumlah korban pinjol ilegal ini semakin bertambah.

Jika Anda menerima perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti teror, kekerasan, atau pelecehan nama baik. Alangkah baiknya Anda segera melaporkan perlakuan buruk tersebut ke pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian. Selain lapor polisi, Anda juga dapat melaporkan perlakuan buruk ke OJK, AFPI, atau YLKI.

Kontak Lembaga Yang Dapat Dihubungi:

  • YLKI: konsumen@ylki.or.id
  • OJK: https://konsumen.ojk.go.id/FormPengaduan
  • AFPI: pengaduan@afpi.or.id

Ajukan Kredit Mobil Di Sini

7. Penyitaan barang

Penyitaan barang

Jika Anda tidak bisa melunasi utang, tentunya pihak fintech atau bank tidak mau rugi. Artinya, mereka akan mencari cara lain agar uang yang dipinjamkan kembali.

Salah satu cara yang biasanya dilakukan oleh pihak fintech atau bank adalah dengan menyita harta benda debitur.

Tidak heran kalau pengusaha-pengusaha terkadang gulung tikar atau bangkrut karena rumah atau kantornya disita oleh bank. Hal itu terjadi karena terlilit utang dengan bunga yang banyak.

Jika Anda mengalami hal ini, solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak fintech atau bank untuk menurunkan bunga kredit. Dengan cara ini, jumlah utang dapat berkurang dan lebih mudah untuk dilunasi.

Kesimpulan Pengalaman Tidak Membayar Pinjaman Online

Nah itu dia pengalaman tidak membayar pinjaman online yang sobat Financer dapat alami. Semoga sobat Financer lebih bijak lagi dalam memanfaatkan dana pinjaman.

Jika Anda memiliki utang di salah satu fintech atau bank, prioritaskan untuk melunasi utang daripada memenuhi kebutuhan lain yang tidak terlalu penting. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari pinjaman dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Sumber:
https://www.merdeka.com/uang/ngerinya-cara-tagih-pinjaman-online-ilegal-hingga-buat-korban-jual-ginjal.html”

Penulis Mentari

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
18779 membaca
Terakhir Diperbarui: Agustus 27, 2020

Jelajahi topik kami