Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia

Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia 2022

  • Mei 20, 2022
  • 38 waktu baca
  • Read Icon1944 baca

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, kami membuat daftar 30 perempuan berpengaruh di Indonesia 2022.

Daftar tokoh perempuan Indonesia yang ditampilkan di artikel ini disusun berdasarkan urutan abjad.

Pemimpin, ahli keuangan, dan pengusaha ini tidak hanya sukses menjalankan instansi/perusahaan besar dan menghasilkan pundi-pundi kekayaan.

Namun, mereka juga berhasil memperkuat perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Daftar 30 Perempuan

Baca lebih lanjut daftar 30 Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia 2022 berdasarkan kriteria kami di bawah ini.

NamaProfil
Amanda Susanti Cole   
Arini Saraswati Subianto   
Armida Salsiah Alisjahbana   
Chrisanti Indiana   
Christina Lie   
Cynthia Chaerunnisa   
Destry Damayanti   
Dian Pelangi   
Emma Sri Martini   
Eileen Kamtawijoyo   
Jennifer Heryanto   
Junita Kartikasari   
Kadek Maharani Kemala Dewi   
Levana Sani   
Mari Elka Pangestu   
Marcellina Claudia Kolonas   
Marina Budiman   
Melia Winata   
Nabilah Alsagoff   
Najwa Shihab
Nashin Mahtani   
Nicke Widyawati   
Nurhayati Subakat   
Retno Dewati   
Susi Pudjiastuti   
Shandy Purnamasari   
Sri Mulyani Indrawati   
Tessa Wijaya   
Uma Hapsari   
Utari Octavianty

30 Perempuan Paling Berpengaruh di Indonesia 2022

Amanda Susanto Cole

Amanda Susanti Cole adalah CEO dan Founder Sayurbox, platform online untuk belanja buah, sayur, hingga daging segar langsung dari petani lokal.

Perempuan lulusan The University of Manchester ini awalnya bekerja di perusahaan swasta di Jakarta selama 2 tahun sebelum berhenti dan membangun bisnisnya sendiri.

Meskipun di tahun 2017 Sayurbox hampir tutup karena tidak mendapatkan pendanaan dari investor. Namun, dengan ketekunan dan kerja kerasnya, ia berhasil mendapatkan pendanaan dari Patamar Capital, senilai $200,000 – $300,000 pada 2018.

Ketika pandemi Covid-19 terjadi, Sayurbox pun mencapai momentumnya karena terjadi peningkatan permintaan 5 kali lipat lewat platformnya. Pada tahun 2021, ia juga berhasil mendapatkan pendanaan senilai $5 juta dari PT Astra Digital International.

Kini, Sayurbox telah bermitra dengan 300 peternakan, memiliki 50.000 pelanggan dan melakukan 1.000 pengiriman setiap hari. Dari keberhasilannya di Sayurbox, Amanda masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia.

Bisnis bertani kini bisa juga digeluti generasi milenial. Mereka yang tidak memiliki lahan bisa memberdayakan petani untuk memasarkan produk secara digital di Sayurbox.

Amanda Susanti Cole

Link Media Sosial:

Arini Saraswati Subianto  

Arini Saraswati Subianto adalah Presiden Direktur Persada Capital Investama, PT Tri Nur Cakrawala, dan PT Pandu Alam Persada yang bergerak di berbagai bidang, seperti pengolahan kayu, karet, batu bara, dan minyak sawit.

merupakan anak tertua dari pengusaha Benny Subianto. Pada saat Benny meninggal dunia pada 2017, Arini menjadi pewaris kerajaan bisnis Benny yang bernilai triliunan.

Perusahaannya juga menjadi pemegang saham minoritas di PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Arini juga aktif berinvestasi di sejumlah perusahaan startup di Indonesia.

Perempuan lulusan MBA Fordham University ini masuk dalam urutan 44 orang terkaya Indonesia dengan total aset sebesar $975 juta dolar AS atau sekitar Rp14 triliun.

Jika kita tidak memulai di suatu tempat, maka kita tidak akan sampai ke mana-mana.

Arini Saraswati Subianto  

Link Media Sosial:

Armida Salsiah Alisjahbana

Armida Alisjahbana adalah Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (ESCAP). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional. Beliau juga pernah menjadi Gubernur Pengganti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia.

Doktor Ekonomi lulusan University of Washington ini juga adalah Guru Besar Ekonomi Universitas Padjadjaran. Ia juga aktif menjadi peneliti dan konsultan berbagai Universitas dan proyek PBB, Bank Pembagunan Asia, Komisi Eropa, Organisasi Buruh Internasional, dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Seperti Mari Elka, Armida juga memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Adiprana, Anugerah Padjajaran Utama, Leadership Award, dan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia.

Saat kita pulih dari pandemi, teknologi yang muncul telah menunjukkan potensi untuk membangun kembali dengan lebih baik di seluruh sektor ekonomi dan sosial negara.

Armida Alisjahbana

Link Media Sosial:

Chrisanti Indiana

Chrisanti Indiana adalah pendiri Sociolla atau Social Bella, platform e-commerce yang menjual produk kecantikan dan kebugaran. Tidak hanya itu, bisnisnya juga hadir dalam bentuk ritel fisik dan telah berekspansi hingga Vietnam.

Perempuan lulusan Billy Blue College of Design Australia ini juga berhasil mendapatkan pendanaan dari Venture Capital, seperti EV Growth dan Temasek senilai $52 juta dolar AS pada 2018 hingga 2019.

Karena keberhasilannya membangun dan mengembangkan Socialla, ia masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2020.

Fokus kami adalah customer experience dan seamless shopping experience. Melalui feedback dan customer behavior data yang kami miliki di ekosistem Social Bella, inovasi dan fitur yang akan kami kembangkan berpusat pada konsumen.

Chrisanti Indiana

Link Media Sosial:

Christina Lie

Christina Lie adalah pengusaha bisnis fashion online dari 101red.com. Sebelum sukses dengan bisnis fashionnya, Christina sempat menjalankan beberapa bisnis aksesoris impor dan stock option trading yang menyebabkannya kehilangan Rp3 miliar.

Belajar dari kegagalannya, ia merubah bisnisnya menjadi fashion grosir online 101red.com dan berhasil mempekerjakan dan memberdayakan banyak perempuan sebagai reseller dari bisnisnya.

Selain sibuk sebagai pengusaha, Christina juga aktif sebagai Content Creator dan membagikan ilmunya seputar bisnis dan digital marketing kepada masyarakat Indonesia lewat akun Youtube dan Instagram-nya.

Pebisnis yang sukses itu adalah ketika dia jatuh, dia cepat bangkit lagi.

Christina Lie

Link Media Sosial:

Cynthia Chaerunnisa

Cynthia Chaerunnisa adalah Co-Founder dan Chief Marketing Officer Kopi Kenangan. Kopi Kenangan adalah perusahaan yang bergerak di bidang minuman kopi kekinian. Sebelum merintis bisnisnya, Cynthia pernah berkarir di Uber, Sephora ASEAN dan Shopee Indonesia.

Berkat kerja kerasnya membangun Kopi Kenangan, kini perusahannya menjadi salah satu Unicorn di bidang makanan dan minuman (f&B) pertama di Asia Tenggara dengan nilai valuasi menembus $1 Miliar Dolar AS.

Tidak heran public figure terkenal seperti Jay Z, Serena Williams, Caris LeVert, Jonathan Neman dan Venture Capital ternama dunia berinvestasi pada Kopi Kenangan.

Teruslah berjuang, jangan biarkan kegagalan mematahkan semangatmu. Biarkan kegagalan tersebut memotivasi dan membuat Anda semakin lapar untuk sukses.

Cynthia Chaerunnisa

Link Media Sosial:

Destry Damayanti

Destry Damayanti adalah Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Beliau mengawali karirnya sebagai peneliti di Harvard Institute for International D

evelopment. Setelah itu, ia bekerja di berbagai perusahaan BUMN, seperti Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Kepala Ekonom Bank Mandiri, peneliti dan pengajar Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat (LPEM-UI), dan Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.

Destry meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikan Magister Sains dari Cornell University.

Sistem pembayaran, digitalisasi harus bisa dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang berpendapatan rendah dan UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan.

Destry Damayanti

Link Media Sosial:

Dian Pelangi

Dian Pelangi yang memiliki nama lengkap Dian Wahyu Utami adalah pelopor fashion hijab pertama di Indonesia, yaitu Dian Pelangi Fashion.

Perempuan lulusan sekolah mode ESMOD ini menjadi perempuan pertama yang memasarkan produk fashion hijab di Indonesia hingga muncullah tren hijab modern dan elegan di masyarakat Indonesia.

Dian rajin mengikuti pameran-pameran internasional untuk memasarkan produknya, seperti New York Fashion Week, Australian Fashion Week, dan sebagainya.

Berkat kerja kerasnya, kini Dian telah memiliki butik hijab di berbagai negara, seperti United Arab Emirates, Malaysia, dan Indonesia.

Siapa pun kita, apa pun pekerjaan kita, kerjakan sebaik mungkin. Niatkan ibadah biar capeknya gak sia-sia.

Dian Pelangi

Link Media Sosial:

Emma Sri Martini

Emma Sri Martini adalah Direktur Keuangan PT. Pertamina yang diangkat langsung oleh Menteri BUMN, Erick Tohir.

Sebelum menjabat di Pertamina, beliau telah lama berkecimpung di berbagai perusahaan BUMN, seperti PT. Telkomsel, PT. Sarana Multi Infrastruktur Persero, Badan Penyehatan Perbankan Nasional dan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Saat menjabat sebagai Direktur Utama PT. Sarana Multi Infrastruktur Persero selama 10 tahun, beliau berhasil mencetak keuntungan sebesar Rp1,73 triliun dan meningkat 39,51% setiap tahunnya.

Emma menyelesaikan pendidikan S1 dari ITB di Jurusan Teknik Informatika pada 1993. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan Master-nya di Universitas Harvard Jurusan Infrastruktur dan Ekonomi Pasar.

Kita perlu lagi meng-encourage pekerja, khususnya perempuan yang sebetulnya punya talenta yang tidak kalah hebat dan tidak kalah kuat dari laki-lakinya.

Emma Sri Martini

Link Media Sosial:

Eileen Kamtawijoyo

Eileen Kamtawijoyo adalah pendiri dari Populix, platform survey konsumen yang menghubungkan peneliti dengan responden dari beragam industri di seluruh Indonesia.

Perempuan lulusan Cambridge ini awalnya bekerja di Djarum Group selama 4 tahun.

Kemudian, ia mendirikan Populix pada tahun 2018.Dengan teknologi Populix, bisnis UKM bisa melakukan riset pasar dengan lebih efisien dan terjangkau.

Saat ini, Populix adalah salah satu dari 10 startup yang dipimpin perempuan dan berhasil terpilih untuk gelombang kedua Xcelerate Unicorn Indonesia.

Startupnya juga berhasil mendapatkan pendanaan dari Intudo Ventures sebesar $2,3 juta dollar AS. Tidak heran, ia masuk dalam deretan Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2020.

Populix tentunya bisa diterima di masyarakat, walaupun memang industri riset ini pemainnya sudah senior-senior dan klien yang sudah terbiasa dengan ‘the status quo’ jadi memerlukan waktu untuk mengedukasi layanan ataupun produk seperti Populix. Saat ini, kami menjalankan proyek-proyek yang nantinya dapat digunakan sebagai ‘case study‘ yang dibawa untuk menarik klien lainnya

Eileen Kamtawijoyo

Link Media Sosial:

Jennifer Heryanto

Jennifer Heryanto adalah Co-Founder dan CEO SKK Jewels, perusahaan induk yang mengembangkan brand perhiasan Hala Gold, Sandra Dewi Gold, dan ILY Gold.

Dengan fasilitas manufaktur yang canggih dan didukung lebih dari 250 pekerja, perusahaannya menjadi perusahaan perhiasan emas dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Perempuan lulusan Universitas Indonesia ini juga adalah pendiri The Wisemen & Company, sebuah perusahaan manajemen merek yang fokus pada barang-barang konsumsi, kecantikan, kemewahan, gaya hidup, dan industri lembaga keuangan.

Arahkan mata Anda pada bintang-bintang dengan kaki tetap berpijak pada tanah.

Jennifer Heryanto

Link Media Sosial:

Junita Kartikasari

Junita Kartikasari adalah Founder dan CEO dari PT Lumina Kaya Indonesia (Kaya.id), inkubator bisnis yang membantu bisnis UKM menjadi merek terkenal yang dapat bersaing di pasar lokal dan internasional.

Sebelum merintis inkubatornya, ia bekerja di berbagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) selama 14 tahun, seperti Loreal, P&G, dan Combiphar.

Dari pengalaman bekerja di industry FMCG, Nita pun membuat buku berjudul “Viral: Gebrakan Kekinian Public Relations di Era Digital untuk berbagai pengalaman dan kiat-kiat pentingnya media sosial dan digital PR untuk meningkatkan penjualan“.

Merek seperti nama untuk seseorang. Itu adalah nama yang akan diingat oleh pelanggan Anda. Pikirkan branding dan pemasaran sebagai investasi Anda (bukan pengeluaran) untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan bisnis Anda secara berkelanjutan

Junita Kartikasari

Link Media Sosial:

Kadek Maharani Kemala Dewi  

Kadek Maharani Kemala Dewi adalah salah satu pendiri kosmetik kecantikan MS Glow dan juga CEO Urban Company. Di lini bisnis Urban Company, ia menjalankan bisnis penyewaan helikopter, properti, bank, dan manufaktur produk kosmetik.

Sebelum berhasil menjadi pengusaha sukses, ia sempat menjadi reseller produk kecantikan Shandy Purnamasari dan dari situlah ia bertemu dan bekerjasama dengan Shandy untuk membangun produk kosmetik MS Glow.

Dari kerja kerasnya, ia memperoleh penghargaan bergengsi Indonesia Women Award kategori Women in Beauty dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia dan juga memecahkan rekor MURI sebagai penjualan kosmetik tertinggi di Indonesia.

Kata orang hidupku beruntung, iya memang beruntung. Saya harus akui itu. Tapi tanpa kerja keras, tanpa keputusan cepat, tepat semuanya tidak akan bisa seperti ini. Tanpa team yang handal juga akan sia-sia segalanya. Karena kita tidak bisa mewujud segalanya hanya seorang diri.

Kadek Maharani Kemala Dewi

Link Media Sosial:

Levana Sani

Levana Sani adalah pendiri dan CEO Nalagenetics, perusahaan bioteknologi yang berbasis di Singapura. Di Nalagenetics, ia mengembangkan tes genetik yang berfokus pada populasi lokal dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah dipahami oleh masyarakat di Indonesia dan Asia.

Perusahaannya juga mengembangkan tes farmakogenomik, yaitu tes genetik untuk melihat respon tubuh terhadap banyak jenis obat, sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis pengobatan sesuai profil genetik pasien guna menghindari reaksi obat yang merugikan. 

Perusahaan startupnya juga berhasil mendapatkan pendanaan senilai $4,4 dolar AS dari East Ventures. Berkat kontribusinya dalam bisnis bioteknologi, Levana masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia.

Levana menempuh pendidikan S1 dalam jurusan Biokimia di University of Southern California dan memperoleh gelar magister MBA dari Harvard Business School.

Saya ingin mendobrak status quo dan tantangan struktural pelayanan kesehatan, sembari kembali memposisikan pasien dan masyarakat sebagai penerima manfaat utama sebuah inovasi.

Levana Sani

Link Media Sosial:

Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu adalah Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia. Sebelum menjabat sebagai Direktur Pelaksana di Bank Dunia, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan (2004-2011) dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (2011-2014) di Indonesia.

Mari menempuh pendidikan S1 dan S2 di Australian National University. Kemudian, ia melanjutkan Pendidikan Doktoralnya di bidang Perdagangan Internasional dan Ekonomi Makro di University of California Davis.

Sebelum berkiprah di pemerintahan, Mari pernah menjadi profesor Ekonomi Internasional di Universitas Indonesia, peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS), asisten profesor di Lee Kuan Yew Public School dan Australian National University.

Mari juga memiliki sederet prestasi gemilang, seperti penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang ditujukan untuk orang yang memberikan layanan terbaik bagi negara. Ia juga memperoleh penghargaan seumur hidup pada bidang kepemimpinan dalam World Chinese Forum di Cina.  

Saya rasa kita jangan lupa dengan teknologi. Bagian dari meningkatkan produktivitas itu harus dari teknologi dan tentunya kearifan lokal juga jangan dilupakan.

Mari Elka Pangestu

Link Media Sosial:

Marcellina Claudia Kolonas

Marcellina Claudia Kolonas adalah pendiri dan CEO Pluang, aplikasi investasi multi aset, seperti emas digital, kripto, micro E-Mini S&P 500, dan reksadana.

Perusahaan startup-nya juga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar $20 juta dari Openspace Ventures. Pendanaan yang diperoleh perusahaannya membantu mendapatkan tambahan 1 juta pengguna baru setiap bulannya.

Marcellina meraih gelar S1 dari Occidental College California dan menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Bisnis dari Harvard Business School.

Kami memiliki misi untuk mempermudah akses produk finansial pada seluruh masyarakat Indonesia dan terus meningkatkan jumlah investor di Indonesia, sehingga lebih banyak orang yang merdeka akan finansial.

Marcellina Claudia Kolonas

Link Media Sosial:

Marina Budiman

Marina Budiman adalah pendiri dan juga Presiden Komisaris perusahaan pusat data PT DCI Indonesia Tbk. PT DCI Indonesia telah menjadi perusahaan publik dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham perusahaanya (DCII) naik drastis 400% yang harga awalnya Rp420 per lot, kemudian saat penawaran saham perdana (IPO) menjadi  Rp39,500 per lot.

Marina memulai karirnya sebagai Bankir di Bank Bali. Kemudia, beliau mendirikan perusahaan penyedia jasa internet pertama di Indonesia bernama Indonet. Pada saat yang sama, ia juga bekerja di PT. Sigma Cipta Caraka sampai tahun 2010.

Pada tahun 2011, ia bersama temannya Otto Sugiri dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia yang kemudian berkembang menjadi operator pusat data Tier IV pertama di Asia Tenggara.

Alhasil DCII mengantarkan Marina menjadi Perempuan Terkaya di Indonesia dengan total harta $1,5 miliar dollar AS. Ia juga berada pada peringkat 30 orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Anda tidak akan pernah bosan dengan sektor teknologi. Perubahan menjadi konstan. Inovasi semakin cepat.

Marina Budiman

Melia Winata

Melia Winata adalah pendiri Du Anyam, perusahaan sosial yang memberdayakan perempuan dengan memproduksi dan mendistribusikan kerajinan anyaman rotan.

Saat ini, Melia telah memberdayakan lebih dari 1,100 pekerja perempuan yang tersebar di 50 desa di Indonesia. Ia juga memiliki tujuan untuk mempopulerkan dan melestarikan anyaman rotan sebagai kerajinan asli Indonesia.

Selama perhelatan Asian Games di Indonesia, bisnisnya Du Anyam ditunjuk sebagai merchandiser resmi. Dari kerja kerasnya, ia berhasil meraih meraih CECT Sustainability Award untuk Best Social Enterprise in Creative Industry dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia tahun 2020.

Sukses bagi saya adalah ketika saya bisa terus menerus membawa dampak positif bagi kehidupan orang lain. Du Anyam adalah kendaraan saya saat ini yang akan membawa saya ke definisi kesuksesan saya dengan memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesehatan dan mata pencaharian perempuan dan anak-anak di daerah pedesaan di Indonesia.

Melia Winata

Link Media Sosial:

Nabilah Alsagoff

Nabilah Alsagoff adalah Co-Founder dan Chief Operations Officer DOKU, perusahaan fintech pembayaran elektronik dengan 1 juta pelangga

Sebelum mendirikan DOKU, Nabilah bekerja sebagai PNS di Kementerian Pariwisata Indonesia. Namun, panggilan hatinya menjadi pebisnis yang mendorongnya untuk keluar dari zona nyaman dan mendirikan DOKU.

Dari kerja kerasnya, kini DOKU menjadi salah satu dari 10 besar e-Wallet yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Beliau juga berhasil mendapatkan pendanaan $32 juta dolar AS atau Rp458 miliar dari Apis Growth Fund untuk mengembangkan DOKU.

Perempuan berada pada bawah sumber daya yang dimanfaatkan, dan saya ingin membantu mereka maju dalam industri teknologi.

Nabilah Alsagoff

Link Media Sosial:

Najwa Shihab

Najwa Shihab adalah jurnalis terkenal Indonesia dan pendiri Narasi TV. Ia merintis karirnya sebagai reporter lapangan, kemudian menjadi news anchor, dan hingga akhirnya memiliki acara talk show sendiri, yakni “Mata Najwa”.

Hampir semua tokoh-tokoh terkenal pernah menjadi bintang tamu di acara “Mata Najwa” termasuk Presiden Indonesia.Setelah berkecimpung sebagai jurnalis selama 20 tahun, Najwa pun akhirnya mendirikan perusahaan media digitalnya bernama Narasi TV pada tahun 2017.

Perusahaan medianya berhasil mendapatkan sejumlah suntikan dana dari Google News Initiative, GDP Venture, dan Go-Ventures. Saat ini, telah mempekerjakan 170 lebih karyawan.

Najwa menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikan Magister Hukum Media di University of Melbourne.

Ia juga memperoleh beragam penghargaan internasional, seperti Young Global Leader dari World Economic Forum, Most Progressive Figure oleh Forbes, Best Talkshow Presenter oleh Asian Television Awards, dan lain-lain.

Tak akan ada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan, tanpa melibatkan perempuan.

Najwa Shihab

Link Media Sosial:

Nashin Mahtani

Nashin Mahtani adalah direktur Yayasan Peta Bencana, lembaga non-profit berbasis di Asia Tenggara yang fokus mengembangkan infrastruktur perangkat lunak untuk mendukung bantuan bencana, yaitu PetaBencana.id.

Dari platform yang dikembangkannya, pengguna bisa memetakan bencana alam yang terjadi, seperti kebakaran, banjir, atau gempa bumi secara langsung dengan bantuan bot yang telah menggunakan kecerdasan artifisial (Artificial Intellegence).

Platformnya telah membantu lebih dari 50 juta warga di Indonesia dan juga bisa melayani lebih dari 350 juta orang di Asia Tenggara untuk mendapatkan peringatan darurat bencana.

Dari kerja kerasnya, ia berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, seperti Inovator Wanita oleh Dana Inovasi Masyarakat Informasi, Penghargaan Kepemimpinan Pemuda Global Citizen Prize 2019, Pemimpin Wanita Asia Tenggara oleh YSEALI 2020, dan masuk dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia.

Semua orang dapat mengambil tindakan untuk meminimalkan risiko dan kerugian dan hanya melalui tindakan kolektif, bahaya dapat dikurangi dna pemulihan dapat meningkat untuk negara secara keseluruhan.

Nashin Mahtani

Link Media Sosial:

Nicke Widyawati

Nicke Widyawati adalah Direktur Utama PT. Pertamina. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan berhasil mendapatkan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar per tahun.

Beliau juga berhasil melewati 3 tantangan global, yaitu jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi di 2020.

Sebelumnya, beliau menjabat di beberapa perusahaan BUMN, seperti PT Rekayasa Industri, PT Mega Eltra dan PT. PLN. Tidak heran, beliau menempati urutan ke-25 dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes 2020.

Nicke juga terus mendukung transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk memberikan energi bersih bagi Indonesia di masa depan. Dari hasil kerjanya, beliau berhasi menurunkan risiko dampak lingkungan Pertamina yang awalnya mendapatkan skor 41,6 menjadi 28,1.

Tantangan masa depan energi sudah di depan mata, dan kami tetap memprioritaskan pengabdian pada bangsa, pelayanan masyarakat, dan menjawab tantangan energi global. Posisi ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen di Pertamina dan juga dukungan seluruh stakeholder dan bangsa Indonesia.

Nicke Widyawati

Link Media Sosial:

Nurhayati Subakat

Nurhayati Subakat adalah pengusaha sukses kosmetik yang mendirikan PT Paragon Technology and Innovation, yang memproduksi kosmetik halal, seperti Wardah, Make Over, Emina, Instaperfect, Crystallure, Kahf, Labore, Biodef, dan perawatan rambut Putri dan IX.

Perusahaannya yang menaungi merek-merek kosmetik unggulan ini telah mempekerjakan 10,000 karyawan dan memiliki luas pabrik sebesar 20 hektar. Produk kosmetiknya juga sudah bisa dibeli di luar negeri, seperti Malaysia, Bangladesh, Australia, Turki, dan Timur Tengah.

Perempuan lulusan ITB ini juga masuk dalam jajaran 25 pebisnis berpengaruh di dunia bisnis versi Forbes dan memenangkan ASEAN Business Award.

Beliau juga sangat peduli dengan Pendidikan dan selama puluhan tahun ia memberikan beasiswa kepada anak-anak kurang mampu di Indonesia, menyediakan fasilitas Pendidikan, dan memberikan pelatihan gratis untuk guru-guru dan orangtua.

Indahnya berbagi membuat hidup lebih bermakna dan bersemangat.

Nurhayati Subakat

Retno Dewati

Retno Dewati adalah Principal dari Access Ventures, perusahaan modal ventura asal Hongkong yang fokus mendanai perusahaan teknologi di wilayah Asia Tenggara.

Perjalanan karirnya di berbagai Venture Capital, Fenox, Pegasus Tech Ventures, BlueChilli Group, dan Access Venture telah mengantarkannya meraih berbagai penghargaan, seperti Forbes Indonesia 30 Under 30 dan beasiswa non-degree dari Australia Awards.

Bekerjalah sesuai passion Anda. Tidak masalah jika latar belakang Anda bukan dari bidang keuangan atau bisnis. Semuanya bisa dipelajari. Yang paling penting sebenarnya adalah mindset Anda.

Retno Dewato

Link Media Sosial:

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti adalah mantan menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, pemilik maskapai penerbangan Susi Air, dan perusahaan ekspor makanan laut PT ASI Pudjiastuti.

Meskipun hanya lulusan SMP, namun ia berhasil menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia dengan bisnis ekspor makanan laut dan maskapainya.

Dari kerja kerasnya, beliau meraih berbagai penghargaan bergengsi dunia, seperti penghargaan Leaders for A Living Planet WWF, Peter Benchley Ocean Awards, Seafood Champion Award, dan 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi BBC.

Orang yang meraih kesuksesan tidak selalu orang yang pintar, tapi orang yang selalu meraih kesuksesan adalah orang yang gigih dan pantang menyerah. Bagaimana caranya mewujudkan impian agar sukses, kunci suksesnya adalah komitmen dengan apa yang kita jalani.

Susi Pudjiastuti

Link Media Sosial:

Shandy Purnamasari

Shandy Purnamasari adalah pengusaha brand kosmetik MS Glow, PT Kosmetika Global dan Klinik Estetik MS Glow. Bisnis Shandy diawali dari menjadi reseller produk kecantikan dokter yang menjadi tetangganya.

Dari bisnisnya tersebut, akhirnya ia berkenalan dengan mitra bisnisnya Kadek Maharani Kemala Dewi dan bersama-sama merintis brand dengan inisial nama mereka, M dan S menjadi MS Glow pada tahun 2013.

Seiring waktu bisnisnya pun berhasil memecahkan rekor MURI sebagai penjualan kosmetik tertinggi di Indonesia. Ia juga meraih penghargaan Best Spirited Inspiring & Creativity Woman Award 2019.

Pada tahun 2020, ia juga berhasil menerima penghargaan MURI sebagai Executive Producer untuk lagu Semua Kan Berlalu karena berhasil mengkolaborasikan karya seni dan figur nasional terbanyak.

Saya justru semakin semangat dan kuat untuk membangun bisnis supaya bisa sukses dan bisa menjadi inspirasi bagi rekan lain yang sama-sama memulai semuanya dari nol bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai.

Shandy Purnamasari

Link Media Sosial:

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia selama masa jabatan Presiden Jokowi. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beliau juga pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia pada periode 2010-2016 dan mengawasi operasi Bank Dunia di Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia dan Afrika.

Doktor Ekonomi lulusan University of Illinois ini juga menorehkan banyak prestasi di skala internasional, seperti Menteri Terbaik di Dunia pada World Government Summit Dubai, Menteri Keuangan Terbaik Asia oleh Emerging Markets Forum, dan Perempuan Paling Berpengaruh ke-23 di Dunia versi majalah Forbes.

Kita tahu bahwa kita tidak dapat mencapai tujuan kita untuk mengakhiri kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran bersama tanpa mengakhiri kemiskinan dan menciptakan persamaan bagi perempuan dan anak perempuan.

Sri Mulyani Indrawati

Link Media Sosial:

Tessa Wijaya

Tessa Wijaya adalah Co-Founder danChief Operating OfficerXendit, perusahaan penyedia layanan pembayaran di Indonesia.

Sebelum merintis Xendit, ia telah memiliki pengalaman selama 7 tahun di industri keuangan swasta. Pengalamannya jugalah yang mendorongnya untuk terjun di bisnis.

Seiring waktu, Xendit pun berkembang yang awal hanya 10 orang kemudian berubah menjadi lebih dari 700 karyawan.

Perusahaannya juga berhasil mendapatkan pendanaan seri-C senilai $150 juta dolar AS atau Rp2,1 triliun. Dari kerja kerasnya, ia berhasil mengembangkan Xendit menjadi perusahaan Unicorn di Asia Tenggara.

Apapun yang kalian inginkan, lakukan saja. Kegagalan itu baik, Anda bisa belajar lebih banyak dari kegagalan daripada kesuksesan Anda. Anda akan selalu ingat saat pertama kali Anda gagal dan itu akan membuat Anda terus maju

Tessa Wijaya

Link Media Sosial:

Uma Hapsari

Uma Hapsari adalah pendiri dan CEO sepatu brand lokal Amazara. Ia merintis bisnisnya pada tahun 2015 dan kini menghasilkan omset ratusan juta setiap bulannya.

Sebelum merintis usaha sepatunya, Uma bekerja sebagai Sales untuk Nine West Group dan kolumnis di Grapeshot Magazine. Hal ini yang mendorongnya untuk terjun di bisnis fashion.

Perempuan lulusan Macquaire University ini juga adalah penulis buku “In My Own Shoes” dan juga mendirikan komunitas pengelolaan keuangan bisnis bernama “Mendaki Kembali” bersama temannya Aliyah Natasya. Di masa awal Covid-19, ia juga menyumbangkan 200 sepatu untuk tenaga medis Indonesia.

Hal terpenting dalam menjual produk adalah kita bisa bertanggung jawab dengan produk tersebut.

Uma Hapsari

Link Media Sosial:

Utari Octavianty

Utari Octavianty adalah Co-founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, platform perikanan digital yang menghubungkan produk perikanan nelayan ke pasar dalam dan luar negeri.

Bisnis yang dijalankannya telah memberdayakan lebih dari 20,000 nelayan di 13 provinsi dan berhasil mengkespor 2,000 ton produk makanan laut ke sejumlah negara di Amerika, Asia, dan Timur Tengah. Hal ini jugalah yang membuatnya berhasil mendapatkan pendanaan sebesari $5 juta dolar AS dari AC Ventures, East Ventures, dan SMDV.

Utari adalah lulusan dari Telkom University jurusan ICT Business Management. Dari kerja kerasnya, ia berhasil meraih beragam penghargaan, seperti Forbes 30 Under 30 Asia, beasiswa Australia Awards, Leaders in Innovaton Fellowship London, dan lain-lain.

Jangan takut dengan ombak, temukan momentum dan jadilah versi terbaik dari diri Anda karena itulah yang dilakukan bajak laut untuk berlayar.

Utari Octavianty

Link Media Sosial:

Mengapa Tokoh Perempuan Di Atas Lebih Menonjol?

Kami membuat daftar wanita berpengaruh di Indonesia 2022 berdasarkan kepemimpinan, pencapaian, reputasi, dan peringkat di berbagai publikasi terkemuka.

Tokoh perempuan yang dimasukkan ke dalam daftar Financer.com memiliki banyak pengalaman di bidang keuangan, bisnis, teknologi, dan kesehatan.

Mereka sering tampil dalam media ternama di Indonesia dan internasional, dan telah memenangkan banyak penghargaan.

Siapa tokoh perempuan favorit dan paling menginspirasi dalam daftar ini? Mengapa? Bagikan opini dan penilaian Anda di kolom komentar bawah.

Cek dan Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu?

Jadilah yang pertama memberi penilaian

Country Manager Indonesia yang memiliki latar belakang di bidang fintech, digital marketing, dan kripto. Saya ingin memberikan informasi bermanfaat dan membantu pembaca kami membuat keputusan keuangan yang lebih baik.

Bagikan di
Read Icon1944 baca

Jelajahi topik kami

Dengan menggunakan Financer.com Anda membuat perubahan.  Pelajari lebih lanjut

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.