WIKI

Mesin EDC

Seluk Beluk Mesin EDC yang Sebaiknya Dipahami

Kartu Kredit

Berbelanja bisa menjadi salah satu terapi penghibur diri. Saat gajian tiba, biasanya banyak orang akan pergi ke mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mengambil uang.

Padahal, pembayaran belanja Anda kini bisa dengan mudah dilakukan dengan adanya bantuan berupa mesin Electronic Data Capture (EDC).

Anda bisa membayar secara non-tunai menggunakan kartu debit maupun kartu kredit melalui mesin EDC yang biasanya disediakan di kasir.

Sedangkan, jika Anda pemilik toko atau restoran, menyediakan mesin EDC amatlah penting dan menguntungkan. Apalagi transaksi mesin EDC di sejumlah bank meningkat dari tahun ke tahun.

Hal tersebut membuat pelanggan Anda memiliki berbagai pilihan pembayaran, sehingga mereka akan merasa diuntungkan.

Mesin EDC dapat menerima pembayaran dengan memasukkan atau menggesek kartu debit maupun kartu kredit.

Selain itu, kartu e-money dan e-wallet juga bisa digunakan melalui mesin EDC dengan cara menempelkannya.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan mesin EDC serta apa saja keuntungannya?

Berikut ini ulasan lengkap mengenai seluk beluk mesin EDC yang sebaiknya dipahami.

Cara Mendapatkan Mesin EDC

Bank

Cara mendapatkan mesin EDC mudah. Anda cukup mengajukan permohonan pada pihak bank. Namun sebelum itu, pilihlah bank yang akan Anda ajak kerja sama.

Untuk bisa mendapatkan mesin EDC dari bank tersebut, Anda perlu memiliki rekening tabungan di bank yang sama.

Siapkan beberapa dokumen untuk mengajukan permohonan mendapatkan mesin EDC.

Beberapa dokumen tersebut umumnya mencakup:

  • Data diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor.
  • SIUP/TDP/Surat Keterangan Domisili.
  • NPWP pribadi atau badan usaha.
  • Akta Pendirian Usaha.
  • Sertifikat Kepemilikan Tempat atau Surat Keterangan Sewa Tempat Usaha.
  • Buku Rekening Tabungan.

Meski demikian, kebijakan masing-masing bank terkait dokumen permohonan bisa berbeda.

Untuk itu, Anda dapat memastikan dengan bertanya langsung ke pihak bank terkait tentang rincian dokumen yang perlu disiapkan. Setelah dokumen siap, bawa ke pihak bank dan isi formulir permohonan.

Nantinya, pihak bank akan melakukan pemeriksaan terkait kelayakan bisnis berdasarkan persyaratan administrasi. Jika dianggap sesuai, maka Anda bisa mendapatkan mesin EDC.

Perlu diketahui bahwa mesin EDC ini tidak dijual dan hanya disewakan saja oleh pihak bank. Harga sewa mesin EDC sekitar Rp4.500.000,- selama 3 tahun.

Pembayaran sewa dilakukan di depan. Selama 3 tahun tersebut, terdapat beberapa layanan yang akan didapatkan meliputi:

  • Panduan penggunaan mesin EDC berupa buku manual, CD pelatihan, training alat, dan ATM BPRKS.
  • Servis gratis selama 3 tahun.
  • Pemakain kertas struk mesin EDC gratis selama 3 tahun.
  • Biaya koneksi GPRS gratis selama 3 tahun.
  • Update program gratis selama 3 tahun.
  • Gratis media pemasaran dari bank berupa brosur sebanyak 500 lembar dan spanduk berukuran 3×1 meter 1 lembar.

Cara Menggunakan Mesin EDC

Fleksibilitas Pengajuan

Mesin EDC menggunakan bahasa inggris dalam pengoperasiannya. Meski demikian, hal tersebut bukan masalah!

Karena pihak teknisi akan menjelaskan pemakaiannya secara rinci saat pemasangan.

Berikut ini cara menggunakan mesin EDC.

  • Jika Anda pembeli, maka serahkan kartu debit atau kartu kredit ke kasir.
  • Kasir akan memasukkan atau menggesek kartu, kemudian memasukkan nominal yang perlu dibayarkan.
  • Setelah itu, Anda perlu memasukkan PIN kartu debit atau kartu kredit Anda agar transaksi bisa dilakukan.
  • Struk akan keluar dari mesin sebagai tanda bahwa transaksi berhasil dan saldo rekening Anda akan otomatis terpotong dari rekening tabungan untuk kartu debit dan menambahkan tagihan pada kartu kredit dengan besaran nominal sesuai yang tadinya tertera di mesin EDC.

Jenis Jenis Mesin EDC

Jika diperhatikan, semua mesin EDC terlihat sama dari segi bentuknya.

Meski demikian, terdapat beberapa jenis mesin EDC berdasarkan konektivitasnya. Berikut ini penjelasannya:

Fixed line

Jenis mesin EDC yang pertama disebut sebagai fixed line. Meskin EDC ini akan mengirimkan data dengan bank penyedia melalui sarana kabel telpon fixed dari Telkom berupa fiber optik.

Fixed line merupakan mesin EDC model standar atau default. Setiap satu kali transaksi menggunakan mesin EDC fixed line maka akan dibebankan biaya sebesar Rp250.

Namun, perubahan biaya dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung kebijakan dan ketentuan dari pihak Telkom.

GPRS

Jenis mesin EDC selanjutnya tidak lagi menggunakan kabel dari Telkom melainkan menggunakan sinyal seluler GPRS. Melalui sinyal seluler GPRS, transfer data dengan bank dapat dilakukan.

Mesin EDC GPRS ini juga tetap membutuhkan aluran listrik dari PLN sebagai sumber daya dan harus selalu terhubung dengan stop kontak.

GPRS Mobile

Jenis mesin EDC yang terakhir adalah GPRS Mobile. Mesin EDC ini mirip dengan GPRS biasa sebab keduanya mengandalkan sinyal seluler.

Akan tetapi, jenis GPRS Mobile memiliki keunggulan, sebab sudah tidak membutuhkan aliran listrik PLN. Mesin EDC GPRS Mobile menggunakan baterai, sehingga lebih mudah untuk dibawa ke mana-mana.

Keuntungan Menggunakan Mesin EDC

Lalu, apa saja sih keuntungan menggunakan mesin EDC?

Berikut ini akan dijelaskan berbagai keuntungan menggunakan mesin EDC, baik untuk pihak yang melakukan pembayaran (pembeli) maupun pihak yang menerima pembayaran (pebisnis).

Keuntungan Menggunakan Mesin EDC Bagi Pembeli

Era terus berganti dan mempengaruhi banyak hal termasuk sistem berbelanja. Kini transaksi non-tunai menjadi sangat populer sebab dianggap lebih mudah salah satunya menggunakan bantuan mesin EDC.

Berikut ini keuntungan menggunakan mesin EDC bagi pembeli.

  • Tidak perlu ke ATM terlebih dahulu untuk mengambil uang tunai.
  • Lebih aman ketika bertransaksi dalam jumlah besar sebab tidak harus membawa uang tunai.
  • Setiap transaksi yang dilakuakan bisa dicek melalui mutasi sehingga memudahkan memantau pengeluaran Anda.
  • Mesin EDC di supermarket tertentu juga dapat berfungsi seperti mesin ATM sehingga Anda dapat melakukan tarik tunai dengan batas nominal tertentu.

Keuntungan Menggunakan Mesin EDC Bagi Pebisnis

Bagi Anda yang memilki bisnis seperti toko, restoran, atau kafe maka disarankan untuk menggunakan mesin EDC.

Hal itu sangat menguntungkan bagi bisnis Anda. Beberapa keuntungan tersebut di antaranya, yaitu:

  • Menghindari menyimpan uang tunai dalam jumlah besar.
  • Transaksi jual beli akan tercatat pada rekening pemilik mesin EDC.
  • Memudahkan pembukuan bisnis.
  • Menghindari uang palsu atau rusak.
  • Menghindari tidak adanya kembalian berupa uang pecahan kecil.
  • Mempercepat transaksi pembayaran.
  • Menghindari kesalahan penghitungan uang pembayaran atau kembalian.
  • Membuat pelanggan puas sebab memberikan opsi pembayaran nontunai.

Cara Aman Bertransaksi Menggunakan Mesin EDC

Untuk Anda yang belum terbiasa bertransaksi nontunai, tentu menggunakan mesin EDC menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Benarkah transaksi menggunakan mesin EDC aman? Untuk menghindari hal buruk, terdapat beberapa cara aman bertransaksi menggunakan mesin EDC, yaitu:

  • Perhatikan nominal yang tertera, pastikan sesuai dengan tagihan yang perlu Anda bayarkan.
  • Saat memasukkan PIN pada mesin EDC, usahakan agar orang lain tidak melihatnya, termasuk kasir di toko.
  • Jika transaksi ditolak setelah dilakukan percobaan hingga 3 kali, segera hubungi pihak bank terkait.
  • Setelah selesai melakukan transaksi, ambil kartu Anda supaya tidak tertinggal.

Demikian seluk beluk mesin EDC yang sebaiknya dipahami. Meski menawarkan kemudahan, sebaiknya Anda tetap menggunakan segala macam fasilitas keuangan nontunai dengan bijak dan waspada.

Biaya Tambahan Mesin EDC

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika bertransaksi menggunakan mesin EDC dengan bank berbeda dari kartu debit atau kartu kredit milik Anda, maka akan ada biaya tambahan sebesar 2,5-3%.

Walaupun biaya tambahan tersebut biasanya dibebankan pada merchant dan bukan pada pembeli. Sedangkan untuk pembeli, beban biaya tambahan umumnya sebesar 1%.

Financer.com Indonesia

Financer.com adalah layanan perbandingan pinjaman dan produk keuangan gratis tanpa harus mendaftar. Layanan kami membantu Anda mencari kredit dengan suku bunga rendah dan produk keuangan terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Pelajari lebih lanjut

Penulis Mentari Rahman

Investor produk keuangan yang bersemangat membantu masyarakat Indonesia untuk mencapai kesuksesan finansial dan mengelola keuangan pribadi lebih baik.

Bagikan di
Read Icon 68 membaca
Terakhir Diperbarui: Mei 4, 2021

Jelajahi wiki lainnya

Pinjaman Modal Usaha
Cara Mengatasi Inflasi Dengan Investasi Online P2P Lending

Kami menggunakan cookie untuk menawarkan Anda pengalaman terbaik. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima semua cookie kami dan kebijakan privasi kami. Anda juga dapat mempelajari lebih lanjut.