Cara Mengatur Keuangan Setelah Menikah

6 minutes

Cara Mengatur Keuangan Setelah Menikah

Saat masih single, mengatur keuangan tentunya mudah karena Anda hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri. Namun, ternyata setelah menikah mengatur keuangan tidak semudah saat single dulu karena memerlukan aturan dan pola pikir yang berbeda. Tidak heran, banyak pasangan baru menikah yang kebingungan bahkan cekcok ketika membahas keuangan keluarga karena mereka belum tahu dan mampu mengatur keuangan yang tepat setelah menikah.

Biaya pernikahan menghabiskan biaya yang cukup banyak. Biaya tersebut tidak berhenti sampai di situ saja karena masih ada banyak biaya yang harus dipikirkan dan direncanakan sejak awal pernikahan atau bahkan sebelum pernikahan. Biaya-biaya ini meliputi, tabungan keluarga, KPR rumah, memiliki anak, pendidikan anak, asuransi, investasi, hingga simpanan masa pensiun.

Memiliki manajemen keuangan keluarga yang baik akan membantu Anda untuk mengatur rencana jangka pendek dan panjang agar rumah tangga Anda bisa langgeng dan bahagia. Oleh karena itu, jauhkan ego yang menyelimuti Anda dan pasangan Anda dengan meluangkan waktu untuk mengatur dan memprioritaskan keuangan rumah tangga mulai dari sekarang.

Nah, kini Financer.com hadir membantu Anda untuk membahas cara mengatur keuangan yang tepat bagi pasangan yang baru menikah atau sebentar lagi menikah. Yuk, ikuti dan terapkan 12 cara mengatur keuangan setelah menikah di bawah ini:

1. Jangan Menghabiskan Uang Tamu Undangan

Telah menjadi tradisi di Indonesia apabila ada pasangan yang meyelenggarakan pernikahan, maka tamu akan memberikan hadiah, baik berupa barang atau amplop yang berisi uang untuk pengantin.

Setelah acara pernikahan selesai, pihak pengantin dan keluarga biasanya akan mengumpulkan dan menghitung jumlah hadiah yang diperoleh dari acara pernikahan. Hasilnya bisa saja mengecewakan dan bisa saja membahagiakan.

Jika hasil hadiah yang diperoleh membahagiakan, maka Anda dan pasangan harus fokus pada tujuan Anda ke depan. Contohnya, Anda bisa menabung uang amplop dari pernikahan untuk mencicil KPR rumah, membayar utang pinjaman, atau untuk investasi keluarga di masa depan. Oleh karena itu, Anda dan pasangan harus membuat rencana dan menyusun prioritas

2. Jangan Ada Dusta Diantara Kita

Hal pertama yang harus dilakukan saat Anda memutuskan untuk menikah dan menjalani hidup bersama pasangan adalah jangan ada dusta, namun terbukalah satu sama lain. Terbukalah dalam segala hal, baik itu dalam hal pekerjaan, penghasilan, rencana memiliki anak, rencana KPR rumah, investasi, tabungan dan lain-lain. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan yang dapat menyebabkan percekcokan di dalam rumah tangga Anda.

Misalnya, Anda memprioritaskan memiliki rumah dengan metode cicilan KPR sebelum memiliki anak. Sedangkan pasangan Anda lebih memprioritaskan untuk menabung karena ingin segera memiliki anak. Nah, di sinilah Anda harus terbuka dan berkompromi dengan pasangan Anda perihal keuangan.

Kemudian Anda dan pasangan harus menentukan rekening siapa yang akan digunakan. Contohnya, ada rekening yang dipakai untuk membayar KPR rumah atau kredit mobil, dan rekening lainnya digunakan untuk asuransi atau investasi. Anda beserta pasangan harus sama-sama bertanggung jawab agar kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat dan aman.

3. Membuat Rekening Bersama

Anda dan pasangan mungkin belum kepikiran untuk membuat rekening tabungan bersama karena keegoisan individu yang belum dapat dihilangkan. Namun, membuat rekening tabungan bersama ini harus dipikirkan dan dipersiapkan dari sekarang. Jika tidak, kondisi keuangan rumah tangga Anda ke depan bisa kacau balau.

Jadi, setelah menerima gaji atau pendapatan usaha, Anda dan pasangan harus menetapkan dulu jumlah uang yang akan disimpan di rekening tabungan bersama. Uang yang berada di rekening tabungan bersama tidak boleh digunakan, kecuali untuk kebutuhan darurat, dan harus dikelola dengan baik agar tidak tercampur dengan uang lainnya.

4. Memilih Bendahara Keluarga

Idealnya di dalam sebuah keluarga harus ada satu orang yang dapat dipercaya untuk memegang dana, mengelola pengeluaran, dan mengatur keuangan rumah tangga layaknya seperti perusahaan. Tidak ada aturan pasti tentang siapa yang berhak dan lebih pantas untuk menjadi bendahara karena keputusan ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Apabila Anda termasuk pribadi yang teliti dan dapat mengelola keuangan keluarga, maka Anda dapat mengajukan diri sebagai bendahara keluarga. Tetapi jika pasangan Anda lebih teliti dalam mengatur uang, maka sebaiknya Anda mempercayakan urusan ini kepada pasangan.

Menetapkan sistem satu pintu dalam mengatur keuangan keluarga akan memudahkan kehidupan rumah tangga Anda karena ada satu orang yang bertugas untuk mengatur arus masuk dan keluar dana keluarga. Sistem satu pintu juga akan memudahkan untuk merencanakan keuangan keluarga karena sistem keuangannya sudah terpusat.

5. Tentukan Besaran Pengeluaran Keluarga Setiap Bulan

Setelah menentukan bendahara dalam keluarga kecil Anda, maka selanjutnya Anda harus membuat rencana anggaran untuk pengeluaran harian dan bulanan. Buatlah catatan kebutuhan rumah tangga, seperti bahan makanan, keperluan mandi, tagihan listrik, tagihan air, bayar pajak, bayar asuransi, dan pengeluaran rutin lainnya.

Setiap akhir bulan, cobalah menyempatkan waktu dengan pasangan untuk menghitung seluruh pengeluaran rutin rumah tangga agar Anda tahu besaran pengeluaran setiap bulannya. Kemudian bandingkan pengeluaran bulan ini dengan bulan sebelumnya.

Menghitung pengeluaran rutin tentunya membantu keluarga Anda untuk menekan pengeluaran. Apabila pengeluaran bulan ini melebihi anggaran keuangan bulan lalu, maka kurangi pengeluaran di bulan berikutnya. Last but not least, Anda dan pasangan juga dapat menyesuaikan pendapatan yang diperoleh dengan pengeluaran rumah tangga.

6. Alokasikan Gaji Masing-Masing Untuk Berbagai Kebutuhan

Apabila hanya ada satu orang yang bekerja dalam keluarga Anda, maka pendapatan satu orang tersebut harus dibagi pada pos-pos pengeluaran yang telah direncanakan. Namun, apabila Anda dan pasangan sama-sama bekerja, maka kalian dapat menentukan gaji siapa yang dialokasikan untuk membayar keperluan ini dan keperluan itu.

Walaupun hanya satu orang yang bertanggung jawab untuk mengatur keuangan keluarga tetapi alokasi gaji harus dibicarakan baik-baik terlebih dahulu.

Sebagai ilustrasi, gaji Anda digunakan untuk membeli kebutuhan yang sifatnya kecil, seperti membeli keperluan dapur, perlengkapan mandi, membayar tagihan listrik, tagihan air, asuransi keluarga dan sebagainya. Sedangkan gaji pasangan dapat digunakan untuk membayar cicilan KPR rumah atau kredit mobil.

Semua alokasi gaji untuk pos-pos pengeluaran harus disepakati bersama pasangan karena keberhasilan sebuah keluarga sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengatur keangan keluarga.

7. Sisihkan Pendapatan Untuk Tabungan Masa Depan

Pada awal pernikahan, pendapatan Anda dan pasangan mungkin belum besar sehingga rasanya cukup berat untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

Namun, apabila Anda membiasakan diri dan pasangan untuk menyisihkan pendapatan untuk ditabung sejak awal, maka kebiasaan menabung ini tidak akan berat dilakukan ke depannya. Jadi, usahakan untuk menyisihkan penghasilan untuk ditabung meskipun hanya sedikit.

Tabungan yang telah dikumpulkan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan di masa depan, seperti biaya pendidikan anak, investasi, biaya pengobatan, dan lain-lain. Apabila merasa sulit untuk menabung, Anda dapat mengalihkan penghasilan Anda untuk membeli produk asuransi yang akan berguna di kemudian hari.

Saat ini, ada berbagai macam asuransi yang ditawarkan yang dapat Anda dan pasangan pilih, antara lain: asuransi jiwa, asuransi kendaraan, asuransi perjalanan, hingga asuransi pensiun.

8. Tidak Lupa Berinvestasi Untuk Keluarga

Pada dasarnya, setiap pasangan suami istri wajib memiliki tujuan bersama yang jelas. Nah, tujuan ini tentu dapat diraih apabila kondisi keuangan keluarga aman dan sehat. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, bendahara keluarga harus mengalokasikan uang keluarga untuk investasi.

Ada berbagai produk investasi yang dapat dicoba, mulai dari bursa efek, deposito, emas, forex, obligasi, reksadana, atau P2P. Jadi, sebelum investasi sebaiknya anda mencari tahu terlebih dahulu produk investasi apa yang cocok dengan kebutuhan keluarga Anda.

Selama beratus-ratus tahun, investasi dipercaya dapat membantu keuangan keluarga tetap sehat. Oleh karena itu, investasi sebenarnya tidak merugikan melainkan menguntungkan meskipun awalnya keluarga harus mengeluarkan sejumlah uang terlebih dahulu. Sebelum berinvestasi, ketahui kebutuhan keluarga agar produk investasi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Temukan Berbagai Pilihan Investasi Terbaik Di Sini

9. Sediakan Dana Darurat Sebelum Terlambat

Sesuai dengan namanya, dana darurat ini berguna sebagai “ban serep” untuk mengcover biaya-biaya tidak terduga di luar dari rencana anggaran yang telah dibuat sebelumnya. Contohnya, sakit, kecelakaan, kematian atau bantuan untuk keluarga besar.

Selain itu, kejadian buruk dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, dan dapat menimpa siapa saja. Sebab itu, Anda dan pasangan wajib menyiapkan dana darurat sejak awal pernikahan kalian. Jadi, semakin awal keluarga kalian menyisihkan uang untuk dana darurat, maka semakin banyak juga jumlah dana darurat yang dapat dikumpulkan.

Cobalah menyisihkan 1/3 penghasilan Anda dan pasangan setiap bulannya untuk dana darurat keluarga Anda. Jumlah ini tentunya bukan jumlah yang mutlak karena Anda dan pasangan dapat menyesuaikannya sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan keluarga.

10. Mencatat Setiap Pengeluaran Rumah Tangga

Siapa pun yang terpilih menjadi bendahara, bendahara keluarga tersebut harus mencatat setiap pengeluaran, baik pengeluaran rutin atau pengeluaran darurat. Dengan mencatat, bendahara dapat mengetahui pengeluaran sudah sesuai kesepakatan atau belum.

Memiliki catatan pengeluaran juga dapat menjadi bukti apabila pasangan menanyakan arus pengeluaran uang seumpama gaji kurang untuk menutupi kebutuhan dan harus mengambil dari tabungan.

Adapun bentuk catatan pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga Anda. Contohnya, Anda dapat mencatat pengeluaran keluarga secara umum saja, baik mingguan atau bulanan. Pada dasarnya, catatan pengeluaran ini bermanfaat sebagai neraca keuangan untuk membantu Anda dan pasangan memantau keuangan keluarga tetap dalam keadaan sehat dan aman.

11. Batasi Kelebihan Pengeluaran

Terkadang ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda menghabiskan uang lebih dari rencana anggaran yang telah dibuat sebelumnya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, Anda dan pasangan dapat membatasi maksimal pengeluaran untuk setiap kebutuhan.

Misalnya, keluarga Anda mengalokasikan biaya listrik sebesar Rp300.000, kemudian tentukan kelebihan tagihan yang dapat ditolerir menjadi Rp350.000 – Rp400.000. Apabila pengeluaran telah melebihi batas tersebut, maka evaluasi keuangan keluarga Anda karena jangan sampai ada pemborosan.

Dengan membatasi kelebihan pengeluaran, Anda dan pasangan juga dapat mengetahui aturan dan arus keuangan keluarga, jadi apabila ada kekurangan uang aksi saling menyalahkan dapat terhindarkan. Di samping itu, hal ini juga dapat mengontrol Anda untuk menghabiskan uang di luar dari jumlah yang telah disepakati.

Dapatkan Tambahan Dana Gratis Di Sini

12. Jangan Ragu Membuat Perubahan

Meskipun telah ada kesepakatan alokasi dana untuk setiap pos pengeluaran, namun hal ini jangan dijadikan kontrak mati yang selamanya harus seperti itu. Jadi, terbukalah akan kemungkinan untuk perubahan kesepakatan sesuai kondisi yang terjadi.

Contohnya, terjadi kenaikan biaya tarif listrik yang tentunya berdampak pada kenyamanan dan produktivitas dalam rumah tangga Anda. Nah, Anda dan pasangan dapat menyesuaikan rencana anggaran Anda sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Selain itu, aturlah keuangan keluarga Anda senyaman dan seterencana mungkin. Tetapi, jangan bersikap kaku dengan segala aturan yang telah dibuat. Yang paling penting dari manajemen keuangan keluarga adalah merencanakan segalanya dengan baik dan selalu mengedepankan kenyamanan keluarga.

Nah, itu dia 12 cara mengatur keuangan setelah menikah. Mudah kan? Namun, cara menghemat di atas tentunya tidak akan bermanfaat jika Anda hanya membacanya saja tanpa mempraktikkannya bersama pasangan Anda. Jadi, jangan tunda untuk mengaplikasikannya agar kehidupan rumah tangga Anda bahagia dan harmonis dari sekarang dan di kemudian hari.

Klik Di Sini Untuk Membandingkan Produk Keuangan Terbaik